Posted by: meliza766hi on: February 5, 2008
Senin kemaren, hari pertama kuliah, saya dan teman2 (seli, rnest, firman dan stevie) menyempatkan diri untuk jalan2 , hehe.. hal yang jarang sekali dilakukan kalo udah masa kuliah aktif. Perjalanan di mulai dari kampus menuju balubur (haha.. mw beli peralatan tulis biar murah.. =D ) , abiz tuh ke kalam hidup beli renungan harian,dkk , trus ke riau junction berbelanja (cemilan, dll ..) di yogya . Ehm, memilih barang ini dan itu dan akhirnya …tak terasa waktu sudah menujukkan pukul 3 pm… Akhirnya setelah istirahat sebentar sambil ngobrol, kami pun melanjutkan perjalanan ke spot terakhir yaitu.. movie room.. =D . Tak terasa me- liat2 dan m’beli film hingga jam 4 pm, dan akhirnya tibalah saatnya melanjutkan kehidupan masing2 alias berpisah melanjutkan urusan masing2..(halah !!!).
Kebetulan saya harus 2 kali nyambung naik angkot dan turun di simpang dago.. Hal yang sesungguhnya sering terlihat di sana. Yah… anak jalanan. Saya meliat anak kecil memberi uang recehan kepada seorang ibu, saya gak tau itu ibu nya atau bukan. Saya juga gak tau apakah firasat saya benar atau gak… si ibu tadi memperdayakan anak kecil itu untuk mencari duit.
Anak jalanan ??? Persoalan kompleks emang. Mengapa masih banyak anak2 jalanan yang bertebaran di negara ini ??? Mengapa sepertinya tidak ada perhatian dari pemerintah. Teringat pasal 34 UUD’45 : “Fakir miskin dan anak-anak terlantar di pelihara oleh negara”
Saya gak tau apakah orang2 yang telah duduk di atas sana pernah memikirkan nasib anak – anak kecil yang seharusnya mengenyam dunia pendidikan , namun harus mengamen atau harus mengelap mobil-mobil di lampu merah. Jalanan , panas terik, lalu lalang motor dan mobil bukan lagi menjadi hal yang dihindari bagi anak seusia mereka, namun udah menjadi kehidupan mereka tanpa bisa memilih.
Emang gak bisa menyalahkan pemeintah secara sepenuhnya. Namun, apa hal yang harus dilakukan ??? tak banyak hal yang bisa dilakukan tanpa adanya campur tangan dan kebijakan pemerintah dalam mendukung “pemberantasan anak jalanan” , mungkin dengan memberi mereka keterampilan khusus agar mereka memiliki sesuatu yang dikerjakan untuk melanjutkan hidup tanpa harus berada di jalanan. Atau menyadarkan pihak2 yang memperalat anak2 tersebut. Atau apapun itu.. mereka juga manusia !!!
Oh betapa indahnya,
Hidup yang kau jalani,
……………………,
……………………,
Mari lihat ke luar,
Terkadang kita lupa,
……………………,
……………………,
Bagaimana dengan mereka ,
Yang menjerit karna lapar ??
Yang hidup oleh belas kasihan orang sperti kita ???.
Bagaimana dengan mereka ,
Yang tak punya apa-apa ???
Apa yang tlah kita buat ???
Karna kita diciptakan,
Untuk berbagi hidup dengan mereka…..
(nb: yang tau lirik lengkapnya tolong buat di comment ya.. penasaran nih.. tq =)
…mereka juga manusia…
setuju!!!
hhehe,,, kan ada rumah belajar KM,,,, gabung aja… (masalah pendidikan…)
(masalah ekonomi… gmn ya??)
hmmm,, ngaih duit salah,, ga ngasih duit juga salah… hmmm,,, hmmm,,, bingung euy… ya iyalah ya,,, segala masalah yang mendasari hal ini saling bergantung sih… hmmm,,, ada ide… ntar gw tampung dh… rumah singgah yang dilengkapi t4 belajar utk anak2nya dan t4 ngakjar keterampilan buat ortunya gmn??
(masalah ortu..)
hehehe,, no idea…
yah,,, bangunlah bangsamu,, eh,, bangsa kita ding… yuuuuuuuuk!
yah..gw sedang brusaha ngubah paradigma “kemalasan dan ga mampu cari kerja” yg slama ini jadi hambatan bwt gw ngasih duit ke mreka…
ngga ada salahnya kita ngasih duit.. toh, bukan keinginan mreka untuk ngemis, ya kan??
he..ini sbnrnya blsn lebih buat si “hmmm” alias austin si, hehe..
“one step to humanity big change” –> dengan memberi, mereka kebantu,, kita juga kebantu secara mental krn jadi lebih ngehargain duit
February 5, 2008 at 7:04 am
Bagaimana dengan Mereka
Oh betapa indahnya, hidup kita jalani
Tiada waktu terlewat, tanpa bahagia
Mari lihat keluar, terkadang kita lupa
Kita tak sendiri, menikmati indahnya
Hidup yang diberikan oleh sang pencipta
Bagaimana dengan mereka yang menjerit karena lapar
Dan hidup dari belas kasihan orang s’perti kita
Bagaimana dengan mereka yang tak punya apa-apa
Apa yang t’lah kita buat karena kita diciptakan
Untuk berbagi hidup dengan mereka