Beyond Belief, Fact or Fiction

Membayar hutang bloging karena sudah dapet stylish blogger award dari teman saia, restya. Trimakasih atas award-nya :P Ceritanya karena sudah dapet si award, penerima kudu melakukan 4 hal sbb:

1. Thank and link to the person who awarded me this award –>checked
2. Share 8 things about myself –> unchecked
3. Pay it forward to 8 bloggers that I have recently discovered –>i’m not going to do this
4. Contact those bloggers and tell them about their awards –> i’m not going to do this

Langsung saja ke langkah dua. Baiklah saia akan menceitakan tentang diri sendiri ala acara televisi jaman SMP–Beyond Belief, Fact or Fiction. Saia akan mengutarakan delapan hal, silahkan menebak kedelapan apakah fakta atau fiksi. Di akhir postingan ini saia akan memberikan jawaban dan koreksi (bila hal itu adalah fiksi). Seruu kan? :P Langsung sajaa…

1. Last minute packing lebih berasa seru dan efisien waktu sebab bila packing hari sebelumnya terlalu banyak pertimbangan baju mana yg bakal dibawa…

2. Orang yg (terlalu) serius sebenarnya bikin saia kehabisan berkata apa *speechless*

3. Wish i wouldn’t have been in such situation that my closed friend said that they had a feeling to me. Feels like it’ll ruin everything at the first time. Well as time goes on it wouldn’t anymore :P . Others says that’s great having a best friend or closed friend as your lover but all that i’ve ever felt it’s complicated indeed. Above all, I really do believe it’s God’s will first to seek of having such relationship. He knows me better :D

4. Jenis pilem yang saia sukai adalah pilem romantis..

5. Bosan bila melakukan hal-hal yang rutinitas. Lebih suka melakukan hal-hal yang dinamis.

6. Adalah seorang pengembara.

7. Bisa main piano.

8. Sependapat dengan pemikiran bahwa sukses itu adalah berbicara mengenai materi (dia sukses ya udah punya rumah gede, mobil sekian, tanah sekian), karir (dia sukses ya udah jadi direktur sekarang), pencapaian / prestasi (dia sukses ya dapet penghargaan blablabla), status (dia sukses ya anaknya udah tamat ini gelar itu), dllnya. Kalau tidak demikian, dia tidak bisa dibilang sukses!

Jawaban:

1. Fakta

2. Fakta

3. Fakta

4. Fiksi.
Pilem yang saia sukai adalah bergenre KOMEDI, kalau bisa yang serial karena durasi sebentar dan bersambung :) ) The Nanny, HIMYM, The Big Bang Theory, Friends, dll..

5. Fakta

6. Fiksi.
Saia adalah seorang musafir bukan pengembara. Kenapa? Karena pengembara adalah orang yang pindah dari satu kota ke kota lain tanpa tujuan, sebaliknya musafir mempunyai tujuan. Faktanya adalah saia lahir dan besar di Siantar, kuliah di Bandung dan skarang kerja di Karawaci, nanti entahlah ke suatu tempat yang Dia kehendaki. Dan semuanya itu saia percaya ada tujuannya :D

7. Fiksi.
Saia tidak bisa main piano dan itulah mengapa sangat suka ngeliat orang main pianoooo. Pengennya sih nanti seorang-yang-kepadanya-akan-menghabiskan-waktu-bersama bisa main piano :P

8. Fiksi.
Bagi saia sukses itu adalah berbicara mengenai pencapaian karakter, karena materi, karir, status, prestasi, dllnya adalah suatu yang relatif tidak berujung.
Maksud saia bisakah seorang dibilang sukses apabila karir melambung tinggi namun status keluarganya bermasalah. Atau bisakah bila sudah menikah dan punya anak dikatakan sukses? Lalu bagaimana dengan nasib si anak, bukankah orang-orang akan bilang sukses bila anaknya juga sukses? Lalu apa ujung dari ini semua? Sesungguhnya sangat relatif dan tidak berujung, bukan? :D

Salah satu tokoh yang saia teladani kesuksesannya adalah Paulus. Di akhir hidupnya dia berkata (saia lebih suka mengutip dalam bahasa Inggris karena kedalaman makna): “I fought the good fight, I finished the race and I kept the faith“. Inilah salah satu kuote favorit saia sepanjang masa. Keep the faith!! :D

Selesai!!! Males menjalankan langkah 3 dan 4, hehehe..

When did the last time you do real jump?

When did the last time you do real jump? I mean you are really jumping not because of taking the picture but you mean it.

beach bayah

 

tcp hmif

 

if'06 girls only

 

power ranger

 

Sauu @ kota tua

 

kamp kelompok kecil

 

Sauu @villa bunga

 

graduation

 

Recently i’m just googling about jump and meet the phrase “jump first, fear later”  from  this nice one:

Nothing is ever going to be presented to you on a golden platter. You need to work, and take chances. You need to strive for what you want. You need to get up and try…

…, the first step you are too scared to make, you need to do it.
Go ahead and jump.
The fall is going to be scary, but once you land, you’ll find it was well worth the butterflies. Even if it doesn’t work out, you know for next time. Always strive to learn and become a better person. Always remember who you are, never forget to take that first step.

So, when did the last time you do real ‘jump’? :D

Hi, Elmo…

Hi, Elmo!!! :)

Saia baru tau tadi siang kalo boneka merah (hadiah wisuda oleh seorang AKTB) yang sudah setahunan lebih duduk manis di kamar kosan saia bernama Elmo, tokohnya Sesame Street. Ada yang tau Sesame Street? Kata temen saia, dulu banget (pas masih jadi bocah di jaman SD) Sesame Street pernah ditayangkan di stasiun televisi. Hmmm.. koq berasa gak inget apa-apa ya tentang acara televisi amerika yang bernuansa pendidikan ini?

Entah saia ada di mana ya jaman itu,  yang saia  ingat tontonan pas jamannya SD cuman Scooby Doo, Satria Baja Hitam, Power Ranger, Doraemon, Sailor Moon, ADDA (*ada yg tahu pilem ini? hahaha..), Kera Sakti, Sinetron Noktah Merah Perkawinan (kalo ndak salah pemainnya Ayu Azhari :P ), Mr. Bean, Warkop DKI, Jin dan Jun, telenovela maupun pilem indiahe yang sering ditonton mama, wkwkwkwk… Tapi lebih mending dulu kali ya dibanding skarang tontonan mayoritas sinetron dan panggung sandiwara lainnya yang lebih bernilai komersil dibanding moral/pendidikan (doh).

Hi, Elmo :)

 

Soli Deo Gloria

Di sekolah di panggil Paulus, di rumah di panggil Denggan. Yup, ‘denggan‘ berarti ‘baik‘ dalam Bahasa Batak. Nama lengkapnya Paulus Ari Na Denggan yang secara harafiah berarti Paulus Hari Yang Baik. Denggan (ikutan nyebut ini supaya lebih akrab :P ) masih duduk di kelas 2 sekolah dasar namun saia kagum akan anak ini dan keluarga yang mendidiknya. Denggan anak yang cerdas dan berpengetahuan luas. Jaman sekarang sudah jarang rasanya menemukan anak kecil yang (sangat) senang baca–yang kemudian saia yakini adalah hasil didikan keluarga. Hasil tabungannya digunakan untuk beli buku, bukan yang lain. Wow :)  Tak hanya dibekali buku, pengetahuan, Denggan juga dibekali Firman Tuhan sedari kecil ;) . Ia hapal beberapa Firman dan pengakuan iman percaya.  Wow!

Denggan tinggal dengan Ompung (nenek) dan Kakeknya yang sengaja meminta anak ini untuk mengisi rumah mereka yang sepi. Hal yang wajar ketika smua anaknya sudah menikah dan membentuk keluarga sendiri. “Sampai kelas 6 di sini“, ujar Denggan dengan wajah sumringah.

Ibu C (inisial) dan Pak O (inisial) adalah pasangan suami istri yang terpanggil untuk tinggal di suatu desa.  Usai menikahkan seluruh anaknya, mereka bertekad untuk tidak tinggal di Ibu Kota dan pindah ke suatu desa antara Solo (asal Pak O) atau Sumut (asal Bu C), namun anak-anak mereka tidak mengizinkan. “Terlalu jauh. Hanya boleh sekitaran 1-2 jam perjalanan dari Jakarta“, demikian ujar anak mereka. Dan Bu C yang percaya tidak ada yang kebetulan pun akhirnya menetap di Desa CR (inisial).

Kami milih tinggal di desa untuk memperhatikan sesama, orang-orang desa yang masih perlu perhatian dan kasih.” ujar Bu C. Tak pernah terpikirkan oleh saia sebelumnya ternyata ada orang yang begini, hehe :D Benar adanya terpancar kasih dari mereka yang terlebih dahulu merasakan kasih yang dari Tuhan.

Bersyukur bisa ngobrol banyak hal dengan Pak O dan Bu C yang memancarkan kesederhanaan, kepedulian dan keteguhan iman di masa tua mereka. Trimakasih Pak, Bu, Kak, Denggan atas obrolan, jamuan makan siang nan maknyuus dan telah mengingatkan kembali untuk tetap konsisten baca buku! Hehe.. Senyum hangat pun menghiasi perpisahan sementara kami. Saia dan teman-teman alumni akan datang lagi dengan sesuatu yang telah direncanakan sebelumnya.

Soli Deo Gloria!! :)

Pelajaran dari Memasak

Saya sering kangen masakan rumah (mama) yang menonjolkan rasa alami (bukan bahan penyedap) pada makanan, namun tidak ada tempat persis seperti rumah. Di lain sisi, makanan yang dijual di luaran tidaklah sebersih ataupun sesehat yang terlihat oleh mata. Siapa bisa memastikan kalau makanan yang dijual itu bukan makanan kemarin-kemarin yang di-daur ulang ataupun sebagian besar yang ada pada makanan itu adalah bumbu penyedap yang bahannya terbuat dari zat kimia antah berantah ataupun menggunakan minyak yang sudah berapa kali pakai.  Hal-hal inilah yang pada akhirnya menjadi dorongan saia untuk memasak sendiri. Kebiasaan ini pun berlanjut menjadi hobi :D

Setelah dicoba ternyata punya hobi masak itu menyenangkan dan bermanfaat. Di antaranya:

Pertama, rasa kangen masakan rumah bisa terpuaskan karena sebagian besar hasil masakan  adalah dari resep mama (via telfon dan  resep yang ditulis dan dikirimkan, hehe).
Kedua, bisa makan makanan yang dipengenin, bukan yang dipilih dari etalase / daftar menu.
Ketiga, porsi pasti sesuai selera dan lebih terjamin. Yang benar-benar kenal saia pasti tahu apa maksud ‘porsi sesuai selera’ ini, hehe…
Keempat, tidak terkait langsung dengan hasil, tetapi proses mulai dari belanja, nyiapin bumbu & bahan hingga memasak  di antaranya: bermasyarakat (mis: saat belanja di pasar, saia lebih suka belanja di pasar dibanding di supermarket, berasa lebih interaktif dan bisa nanya ini itu :P ), berencana (mis: besok masak apa ya?), berkreativitas (mis: lauk ini dipaduin dengan sayur itu), multitasking dan gerak cepat (mis: sembari nunggu si sayur matang, nyiapin bumbu buat lauk), daaaan membiasakan bangun pagi :D
Kelima, nantinya bakal disayang mertua, suami dan anak2, hohoho..
Keenam, modal bila nantinya jadi chef  bikin usaha di dunia masak-memasak :P

Hmm, terkadang hidup tidak selalu berjalan seperti apa yang diinginkan. Harusnya begini, harusnya begitu, harusnya dll, namun yang terjadi adalah tidak demikian. ‘Harusnya’ tak kan bisa berubah menjadi apa yang diinginkan bila kita sebagai orang yang tahu dan sebenarnya mampu berbuat, lebih memilih untuk membiarkan begitu saja alih-alih berbuat sesuatu.

Demikian sepenggal pelajaran kehidupan yang dipetik  dari memasak ;) Kapan-kapan saia akan berbagi tips dan resep masakan. Di tunggu saja, wkwkwk…

For God so loved the world

“Jingle bells rock!! Yeah”, demikian ujarku ketika melihat pohon natal sudah dipasang di toko Jehovah Jireh (God is Provider) kala membeli Santapan Harian edisi Nov-Des minggu lalu. Skarang sudah November dan gereja pun sudah mulai gencar persiapan ini itu dan latihan ini itu. Senang rasanya mengajak orang-orang untuk terlibat dalam pelayanan hari Natal, kecil ataupun besar peran orang tersebut. Senang rasanya nanti akan melihat persiapan acara. Senang rasanya mendengar lagu-lagu natal yang sudah mulai berkumandang. Dan terlebih senang rasanya mempersiapkan hati serta berbagi kasih buat orang-orang sekitar. Kasih. Karena untuk itulah Tuhan datang dan lahir ke dunia, untukmu dan untukku.. ;)

For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life.

STahun

Another year  has gone by dari Celine Dion terputar secara random dan menemani saia nge-blog soal setahun yang  telah berlalu :D  Gak kerasa, 1 November lalu stahun sudah menjadi warga kota Karawaci, Tangerang. Memang belum banyak daerah yang terjelajahi, kapan-kapan pengen juga berpetualang di kota ini, hehe :D  Layaknya ulangtahun dan peringatan tahunan lainnya, saia pikir momen satu tahun adalah momen tepat untuk diingat karena tak terlalu singkat pula tak terlalu lama untuk membandingkan suatu keadaan. Yup, setahun ini banyak suka duka yang dialami. Eh salah ya harusnya ini disimpan untuk tahun baruan, nanti :P

Aku mengucap syukur untuk perjalanan satu tahun di dunia nyata. Tuhan telah menolong dan ke depannya pun saia percaya Ia akan senantiasa menolong dan memimpin. Saia hanya perlu taat dan setia :)

Workspace

Personel KTB Alumni, mean a lot to me ;)

Trust in The Lord with all your heart and lean not on your understanding

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,281 other followers