I <3 Jogja
07 May 2012 6 Comments
in Uncategorized Tags: indonesia, jalan2, memori
My first photo taken by instagram, hehe
#norak.
The picture is about my sandal, bought in Malioboro, Jogjakarta. I forgot to bring casual sandal :p Oh ya, at that time, my bestfriends, my boyfriend and I were running away for short holiday. It was a nice backpacking impulsive trip, actually
All what i’m going to say is, Jogjakarta and the city nearby is seriously great place to be spent at a holiday. Culinary-lover, checked, views or panorama-lover, checked, culture-lover, checked, history-lover, checked, aaand many more you can find.
Hope someday i can spend more days up there. I love jogja like what it’s written.
Nite all.. It’s time to bed.
Berkibarlah..
25 Oct 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: indonesia
“Sumpah Pemuda 28 kan ya?” ujarku kepada rekan seperjuangan di kehidupan pekerjaan pasca melihat surat elektronik dari seorang teman tentang suatu kegiatan kemahasiswaan menyangkut hari Sumpah Pemuda. “Iya, mau upacara bendera lagi, Mel?”jawabnya. Haha…mungkin komentarnya terujar karena dulu 17 Agustus saya sangat ingin ikut upacara bendera
Satu hal yang saya rindukan pada upacara bendera (*meski jaman sekolah momen ini sangat membosankan
) adalah melihat bendera berkibar di angkasa raya sembari diiringi nyanyian kebangsaan Indonesia Merdeka… Merah Putih, berkibarlah engkau di negriku

Berkibarlah bendera negeriku
Berkibarlah engaku didadaku
Tunjukkanlah kepada dunia
Semangatmu yang panas membara
Daku ingin jiwa raga ini
Selaras dan keanggunan
Daku ingin jemariku ini
Menuliskan kharismamu
Berkibarlah bendera negeriku
Berkibar di luas nuansamu
Tunjukkanlah kepada dunia
Ramah tamah budi bahasamu
Daku ingin kepal tangan ini
Menunaikan kewajiban oh..
Putera bangsa yang mengemban cita
Hidup dalam kesatuan
So let’s start giving
26 Sep 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: indonesia, lirik, misi
There comes a time
When we head a certain call
When the world must come together as one
There are people dying
And it’s time to lend a hand to life
The greatest gift of all
We can’t go on
Pretending day by day
That someone, somewhere will soon make a change
We are all a part of
God’s great big family
And the truth, you know love is all we need
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let’s start giving
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
It’s true we’ll make a better day
Just you and me
Send them your heart
So they’ll know that someone cares
And their lives will be stronger and free
As God has shown us by turning stone to bread
So we all must lend a helping hand
When you’re down and out
There seems no hope at all
But if you just believe
There’s no way we can fall
Well, well, well, well, let us realize
That a change will only come
When we stand together as one
We all need somebody that we can lean on
When you wake up look around and see that your dreams gone
When the earth quakes we’ll help you make it through the storm
When the floor breaks a magic carpet to stand on
We are the World united by love so strong
When the radio isn’t on you can hear the songs
A guided light on the dark road your walking on
A sign post to find the dreams you thought was gone
Someone to help you move the obstacles you stumbled on
Someone to help you rebuild after the rubble’s gone
We are the World connected by a common bond
Nge-deso yuk
25 Sep 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: indonesia, misi
Merasa menjadi anak rumahan yang terkesan ansos (anti sosial) dan (anehnya) sedang ingin menghindari khalayak ramai, malas ke acara A dan B karena lebih senang dan nyaman melakukan ini itu di kosan hampir saja menguncangkan keinginan dan harapan saya jauh-jauh hari untuk ikut serta dalam kegiatan misi. Haha, syukurlah sabtu kemarin saya berhasil keluar dari zona nyaman
Entahlah apa yang berbeda dengan diri saya belakangan ini yang sepertinya agak berbeda dari yang dulunya mencari apa saja kegiatan yang bisa dilakukan di luar kosan menjadi anak betahan di kosan
Ya, skarang-skarang sih sesuai porsi dan kebutuhan saja, ada waktu melakukan ini itu dan ada waktu berdiam diri dan istirahat di kosan.
Perjalanan misi kali ini adalah desa T (inisial–> ceritanya seperti surat kabar yang tidak ingin memberi info detail). Saya adalah penikmat perjalanan. Ya mungkin menimbulkan suatu pemikiran yang berbeda dengan khalayak ramai, pengguna BB/semacamnya yang tak lepas dari BB/semacamnya meski mereka sedang dalam dunia nyata. Ingin rasanya berkata, “wooii, kalian sedang dalam dunia nyata, kenapa membiarkan waktu yang menyenangkan ini utk sesuatu dunia maya. Kalau mau autis berdunia maya ria, ntar saja di kosan pas sendirian >.<” #notmention. Untungnya saya jarang bepergian dengan orang-orang beginian, bisa saya omelin ceramahin, wkwkwkwk
Sebutlah seorang Abang berinisial P yang mengendari mobil. Terlihat jelas si Abang P ini tidak terlalu mengetahui jalan ke desa sana, sehingga salah mengambil jalur di tol. Gyaaa…bila salah jalan di jalan biasa yang bisa langsung putar arah, berbeda halnya dengan jalan tol tidak ada cerita begituan. Anda harus tetap meneruskan perjalanan hingga keluar tol. Syukurlah keluar tol-nya tidak jauh hingga harus sampai Jakarta
wkwkwkwk… Dan meskipun banyak nyasarnya menuju desa T, saya tetap menikmati perjalanan ini dengan canda tawa dan gelengan kepala
Sesampainya di desa, kami bergabung dengan tim yang sudah bermisi di sana (bagian kesehatan & bimbel). Bercengkarama dengan warga desa menanyakan kabar ini dan itu–suatu hal yang sangat jarang dilakukan di kehidupan bermasyarakat skarang, terlebih di kota besar. Senang rasanya melihat ekspresi warga yang melakukan pemeriksaan dokter, berobat ataupun sekedar potong rambut gratis
Mungkin karena tingginya tekanan hidup, minimnya dana dan fasilitas yang ada serta lalainya abainya pihak yang seharusnya menjalankan pemerintahan untuk melayani masyarakat, banyak warga yang jarang merasakan ‘pelayanan publik‘. Smua butuh duit jaman skarang. Tidak punya duit, tidak ada pelayanan bagimu, warga miskin. Terkesan kasar memang, tapi beginilah yang terjadi di tanah airku, beginilah yang dirasakan oleh kawan sebangsaku
Misi ini masih jauh dari selesai, banyak hal yang perlu direncanakan dan diperjuangkan. Kaum terpelajar sangat dibutuhkan warga untuk membimbing mereka apa yang harus dilakukan. Banyak petani yang hanya tahu megang cangkul tapi tidak tahu ilmu dan strategi pertanian & pemasaran. Kitalah kaum terpelajar yang berkewajiban menolong mereka. Contoh kecilnya, semua lahan pertanian pasti butuh air (kata Pak Tani N), di musim kemarau hal ini menjadi sesuatu yang mustahil terlebih bila daerah tidak bersungai. Mau nanam apa pasti gagal. Mereka butuh air, kita bisa menyediakan sumur bor. Saat panen sayur, buah, ternak, mereka tidak punya daerah pemasaran, kita bisa menolong mencarikan orang yang bisa menjual hasil panen mereka dengan harga yang sewajarnya. Saat butuh modal (masalah sangat klasik dan terbukti sangat dibutuhkan), kita bisa menolong dalam dana. Adalah hati penuh kasih terhadap sesamalah yang mendorong kita bisa melakukan ini itu dengan tulus dan tiada bersungut-sungut
Sabtu, 24 Sept’11 , di depan sawah kering, di hembusan sepai-sepoi angin desa, ada tekad dalam hati untuk bisa berbuat terhadap sesama, ada keyakinan dalam hati sesuatu yang besar akan terjadi di desa ini. Seperti kutipan Angus Buchan, “Your the faith in God must be like potatoes. It must be real. You can feel it. You can smell it”.
Nge-deso yuk, sudah terlalu lama kita ansos dalam arti yang sesungguhnya, inilah saatnya keluar dari zona nyaman
**********
catatan tak kalah penting: akhirnya saya bisa melihat dengan mata kepala sendiri kalau kerbau berbeda dengan sapi
)
Memories To Remember (part 3)
18 Sep 2011 2 Comments
in Uncategorized Tags: hobbi, indonesia, jalan2, liburan
Having long holiday made you as a worker wanna spend it with your fam and your best friends, right? But, have you ever thought spending and enjoying your holiday with your friend and your sister/brother at the same time? I’ve never been ’til last holiday my friend and I accidently did it
Okay, let me say this trip as ‘Sisterhood at Kepulauan Seribu Trip‘ since we were all female and 8 fom 10 of the member is a real sisterhood
We (Ka Uchie, Ka Sri and I) as tour organizer did ask our male friend wheter they were going to join us, but for one or some reasons they’re all couldn’t. Furthermore, as a wise said: “no man no cry” wkwkwkwk
Began the trip form Muara Angke in the morning at 7 am, and we arrived at Pramuka Island at 9.30 am. Check in at 11 am, having lunch (i really love their the spicy sauce and fried fish, maknyuuus) and ‘Jelajah Pulau’ with snorkling as the main thing started at 1 pm guided by Pak Yono. We fisrt went to Semak Daun Island learning what we called snorkling. We spent let say about 20 minutes here and we were brought to the middle of the sea. It’s amazing that you can see the living on the water. How great Thou art :-bd
Next Island is Pulau Air. Since the owner of this Island were there, we just played in the side of this Island. We just swam and took many pictures
And the plus thing was, we were going back for snorkling. The view was great… so beautiful, more than the first one. Our God is an awesome God. I praised Him for such great and wonderful art that man can’t create.
We played till we forgot the time, haha. Happily could enjoy sunset on boat. I love sunset
Feels like you are told that work day is up and you can enjoy the rest day. I also have one thinking that the other side of this world, people wait for sun rise. We shouldn’t be selfish to keep the sun shining just for ourselves, hehe
On the night, we had dinner (BBQ, actually, but since we’re late going homestay, thankfully Pak Herman, our tour guide, roasted for us and set up beautiful place for dinner) . Roasted fish. Love it and i was full. Then we went to Restaurant Terapung seeing Penangkaran Hiu ( Shark ….. poor me i don’t know penangkaran in english.. somebody help me, gyaaaaa
)
I woke up so early in the morning, unproposely coz i felt hot and our bed was very limitted space. It’s 4 am -_________-”" Since I couldn’t fall to sleep again, I took a bath, and wait for sun rise, the moment i rarely had in my life, wkwkwkwkwk… you-know-why-xoxoxoxoxo
)
I love beach so much. I love walking on the sand without sandals, just to make footprints. As this blog’s tagline ‘jejak-jejak kaki kecil’, i wish my footprints is telling others what a wonderful relationship i have with my Savior, my Shepherd of my soul. That footprints is not mine, but God’s path/will in me
After took a fresh air and picts, we had a breakfast and next place was Penangkaran Penyu (Turtle). We met Pak Salim. He explained a lot bout Penyu. He is a good person doing what his heart wanted to do with passion and caring. Then we took pict (*always anywhere anytime
). I was really satisfied closing that trip with Banana Boat before we went back into reality and had a lunch, of course
What a great trip we had, there’s so much to be thankful for. Miss them already, haha
One thing I suggest you, don’t ever think that you have to choose between sister/brother or friend/girlfriend/boyfriend. You can enjoy the moment together, coz our time esp holiday is limitted and can’t be repeated
Feel free to contact me if you want some information, contact person, etc
All this great trip (Muara Angke-Pramuka Island-Muara Angke, 2 lunch,1, dinner/BBQ, 1 breakfast, homestay one day one night, Jelajah Pulau, Snorkling ) costs Rp. 300k (exclude Banana Boat which costs Rp.30k) hehe…
Goodbye Pramuka Island, Pak Herman, Pak Yono, and all the citizen. See ya next time . And next trip goes to Karimun Jawa. *cross-finger*
Dua Hal
14 Aug 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: indonesia, karawaci, keseharian
Sudah pertengahan Agustus, bulan kemerdekaan bangsa indonesia kali ini dibarengi dengan bulan puasa. Mungkin perayaan 17-an nanti perlombaan makan kerupuk ditiadakan :p . Masih belum tahu bagaimana antusiasisme warga di hari kemerdekaan mengingat gejolak dunia politik berbangsa bernegara saat ini.
Di bulan puasa ada dua hal yang saya senangi, pertama ngeliat dan kadang ikutan dalam kebersamaan buka bareng (momen bersilaturahmi dan reunian) dan kedua adalah ngiter-ngiter di jalanan yang rame menjual tajil. Dulu, selagi di bandung, bulan puasa adalah saatnya puas-puasin jajan sore yang tidak ada di bulan lain, iya nggak? haha
Kali ini, dan baru saya sadari, saya belum pernah melihat keramaian sore hari menjelang buka di skitar kosan. Weks. Di hari biasa jam-jam sgitu masih di kantor, dan balik menjelang solat/ taraweh. Di akhir pekan juga punya cerita, minggu lalu berada di bandung dan sabtu kemaren di tangerang,di rumah ka ayu bersama Sauu-Sauu (baru beranjak keluar sesudah momen berbuka) dan tadi, saya bergereja sore jadi kelewatan jam berbuka. Beberapa minggu ke depan juga sepertinya berakhir pekan di Bandung, wew, padahal udah mau lebaran yak
17 ini libur, kalau tidak ke mana-mana, mau ngiterin skitar kosan, ah, cari jajanan berbuka
[On Novel] 5 cm.
09 Aug 2011 8 Comments
in Uncategorized Tags: buku, hobbi, indonesia, mimpi
Muka Ian tampak menyala, matanya mengkilat diterangi cahaya api unggun. “Betul!” Begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh di sini.” Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya…
“Kamu taruh di sini… jangan menempel di kening. Biarkan…. dia menggantung… mengambang 5 centimeter.. di depan kening kamu…”
“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri… “
“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu..cuma…”
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”
“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”
“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya..“
“Serta mulut yang akan selalu berdoa..”
“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang-orang biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasi dengan angka berapa pun.. Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya”
“Percaya pada… 5 centimeter di depan kening kamu”
–
Sepenggal percakapan dari buku 5 cm yang baru selesai saya baca. Yang bisa saya katakan adalah kocak habis (*ngakak bacanya), tidak akan bosan dibaca berulang (kalo film saya katakan rewacthable maka untuk bacaan saya katakan rereadable :P ). Berkisah tentang persahabatan, perjuangan dan keyakinan Arial, Riani, Ian, Zafran, dan Genta yang disebut Power Rangers (*ih, namanya sama ama geng sebutan utk sobat-sobat).
Senang dengan gaya penceritaan Mas Donny Dhirgantoro. Tokohnya begitu nyata, gak kaku, sarat akan kata-kata bijak/moral dan dekat ke hati pembaca, hehe. Daaan satu hal yang saya pengen setelah membaca buku ini “melihat upacara 17 Agustus di Puncak Mahameru”, tentu saja bayar harga/ berjuang untuk melalui tempat-tempat bagus seperti yang diceritain”. Hidup juga kan seperti mendaki gunung, ada susah dan senang, tapi pengalaman dan pemandangannya adalah sesuatu yang luar biasa
“Bangsa yang besar ini juga harus punya mimpi…”
Saya rekomendasiin buat siapa saja dengan 9/10
Slamat membaca, ngakak, mimpi dan berjuang mewujudkannya, taro itu 5 cm di dekat kening Anda
)
Patung Pizza Man
02 Aug 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: indonesia, Sauu
Cerita ini bermula dari seorang Sauu yang selanjutnya saya sebut ka Angel yang sedang dinas di Jakarta (saat ini bekerja di Sambas) pada Jumat malam lalu. Bertempat di Plangi, bercerita sana sini, makan dan juga foto-foto. Berikut hasil jepretannya. Haha..
Seakan masih tak ingin berpisah (*lebaii) akhirnya kami memutuskan menghabiskan waktu bersama ke Monas. Lagi-lagi numpang majang jepretan
Sekian pendahuluan, isi ceritanya adalah mengenai apa yang disebut Patung Pizza Man yang berdiri di Bundaran Senayan ini oleh Sauu Henry saat perjalanan menuju atau setelah Monas ya?
Ketawa ngakak mendengar ada patung begituan berdiri dengan megahnya di Ibukota Negara tercinta. Penasaran dengan wujudnya, saat melintasi si patung ini komentar yang terucapkan oleh saya: “ koq di tangannya gak bentuk kotak atau yang mencerminkan Pizza, bang?” wkwkwkwk.. Si bang Henry pun menjawab: “orang-orang kantor awak yang bilang Pizza Man“
Rasa ingin tahu dengan nama asli si Patung ini pun membawa saya kepada Mbah Google. Hasilnya adalah sbb:
Nama beken : Patung Obor , Patung Bundaran Senayan, Patung Pizza
Nama sebenarnya : Patung Pemuda Membangun
Patung Pemuda Membangun dibuat sebagai bentuk penghargaan indonesia kepada anak muda yang ikutan membangun bangsa. Makanya, ditampilkan sosok patung yang sangat kuat, serta membawa obor yang mengisyaratkan semangat pembangunan yang nggak akan padam. Awalnya, patung yang dibuat pada bulan Juli 1971 itu akan di resmikan pada 28 Oktober 1971 berbarengan dengan sumpah pemuda. Tetapi karena belum selesai, maka patung ini di resmikan pada Maret 1972.
Ada banyak patung-patung yang didirikan untuk mengabadikan peristiwa, tokoh ataupun memaknai suatu sejarah, namun seringkali kita tidak tahu apa-apa dan ngerasa sebagai pajangan saja. Sesuai dengan Patung Pemuda Membangun, yuk Para Pemuda-Pemudi sudah saatnya kita bangun. Obor dari perjuangan masa lalu tak boleh padam
Bangun Pemuda Pemudi Indonesia, lengan bajumu singsihkan untuk negara!!
*sebuah lagu nasional yang mengalun saat tulisan ini dibuat*
Bangka Jogja, Mauu? :D
30 Jun 2011 2 Comments
in Uncategorized Tags: harapan, indonesia
1 Juli 2011 mengabarkan bahwa sudah enam bulan terlalui di tahun ini. Ada enam bulan ke depan untuk kemudian 31 Desember 2011 akan berujar: “2011 sudah berlalu, apa yang telah kamu lakukan setahun ini?”
Hmm, mengenai resolusi nanti dulu saja, tahun ini kembali saya tidak menanamkan kata itu dalam menjalani hari-hari.
Bagi saya setiap hari adalah hari baru (*ya iyalah), haha. Layaknya tahun sebelumnya, saya punya daerah yang ingin dijelajahi di tahun ini. Bangka-Belitung atau Jogjakarta. Bangka Belitung akan langit biru, pantai, pasir, batu gede, laskar pelangi, martabak Bangka dan ka lusi (tiba-tiba teringat sosok kakak ini yang sangat terkenal akan narsis kebangkaannya
). Jogjakarta akan wisata budaya, sejarah, alam dan kuliner, nyeeemm..
Liburan lebaran kali yaa banyak liburnya dan dapet THR-an, haha. Mauu?
Surat via Pak Pos
14 Jun 2011 7 Comments
in Uncategorized Tags: indonesia, memori
Tadi siang untuk sesuatu hal, saya berkunjung ke situs ini. Tidak menyangka kalau pos indonesia sudah berumur sangat jauuh dengan saya, hehe
sudah 265 tahun menyatukan nusantara. Apakah Anda masih ingat kapan terakhir kali pergi ke kantor pos untuk mengirimkan surat atau kapan terakhir kalinya rumah Anda didatangi oleh Pak Pos?
Dulu sewaktu masih kecil, rumah masih sering didatangi oleh Pak Pos yang mengantarkan kiriman kartu natal tahun baru oleh rekan kerja bapak. Beranjak dewasa, tak ada lagi Pak Pos yang datang =)) Zaman sudah berbeda, teknologi lebih maju dan menekankan pada komunikasi lisan ataupun tulisan via telpon selular, surat elektronik, facebook, bbm, dllnya.
Ya, repot juga kali ya kalau masih pakai surat pos, selain waktu yang pake lama di jalan, informasi yang didapatkan sudah tidak yang paling baru lagi. Namun, ada dua hal yang menarik bagi saya mengenai surat via Pak Pos. Pertama adalah tulisan tangan si pengirim
Bukankah bagian ini menjadi hilang seiring dengan kecanggihan teknologi? Ada berapa banyak orang-orang di sekitar Anda yang tulisan tangannya Anda kenali, tanpa mencantumkan nama penulisnya? Hmm, saya (sayangnya) hanya mengenal sedikit tulisan tangan orang-orang.
Hal kedua adalah surat via Pak Pos itu alat komunikasi yang unik dan romantis
Unik karena saya besar di masa di mana orang-orang berkomunikasi singkat-singkat dan (memang) menuntut balasan yang cepat, haha. Bila ingin cerita panjang lebar sudah ada fitur chatting di banyak alat komunikasi. Berbeda dengan surat yang entahlah menurut saya tak mungkin menulis surat dengan kata-kata singkat seperti mengirimkan pesan singkat
Ada rasa di mana tulisan surat tsb menyatu dengan emosi penulis, seperti halnya surat cinta *iya gak sh*
) Eh skarang udah gak jamannya lagi ya pakai surat cinta begituan? Hiks.. saya ndak pernah dapat, pengen. Wkwkwkwk
















Yang baru ngomen