STahun
02 Nov 2011 3 Comments
in Uncategorized Tags: karawaci, kisah kerjaan, ktb
Another year has gone by dari Celine Dion terputar secara random dan menemani saia nge-blog soal setahun yang telah berlalu
Gak kerasa, 1 November lalu stahun sudah menjadi warga kota Karawaci, Tangerang. Memang belum banyak daerah yang terjelajahi, kapan-kapan pengen juga berpetualang di kota ini, hehe
Layaknya ulangtahun dan peringatan tahunan lainnya, saia pikir momen satu tahun adalah momen tepat untuk diingat karena tak terlalu singkat pula tak terlalu lama untuk membandingkan suatu keadaan. Yup, setahun ini banyak suka duka yang dialami. Eh salah ya harusnya ini disimpan untuk tahun baruan, nanti
Aku mengucap syukur untuk perjalanan satu tahun di dunia nyata. Tuhan telah menolong dan ke depannya pun saia percaya Ia akan senantiasa menolong dan memimpin. Saia hanya perlu taat dan setia
Berjalan Lebih Lambat
16 Oct 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: curhat, jalan2, karawaci, refleksi
Anda boleh menertawakan kekonyolan saia yang satu ini (doh). Jadi ceritanya adalah slain tukang nyasar, kalau tempat yang tidak begitu sering dilewati, lengah sedikit saja akan berdampak terlewati oleh kendaraan yang saia tumpangi. Terkadang saia tidak tahu harus turun di mananya sehingga setelah melewati tempat tujuan baru menyadari, seperti halnya Jumat kemaren (dan siang ini juga terjadi). Tidak terlalu bermasalah emang, tapi saia harus berjalan lebih jauh (dibandingkan turun di tempat seharusnya) dan ini ternyata membawa saia kepada suatu hal, “Oh ternyata ini tempat jual blablablabla, deket dari kosan saia berarti, kirain masih jauh di sbelah mana-mana… atau Eh di sini ada jual ini ternyata ya, gak meratiin selama ini, atau Oh ada ya yang beginian, baru tahu…, atau Oh ini ternyata dekat ama itu ya..hmmm”
terkadang kita memang harus berjalan kaki (tidak naik mobil) supaya kita memperhatikan yang mungkin tidak terlihat bila kita berada di dalam mobil (dengan kecepatan yang lebih dibandingkan jalan kaki). apa yang kita lihat itu mungkin belum diperlukan atau tidak langsung digunakan saat itu, tapi suatu hari penglihatan / pengalaman / informasi yang kita dapatkan akan berguna bagi kita sendiri atau orang lain
![]()
Begitulah hidup, terkadang kita merasa sedang mengalami masa yang terkesan ‘lambat’, tapi saia percaya ada maksud di balik itu semua. Pembentukan karakter, atau mungkin sesuatu lain
Sekarang mungkin kita tidak tahu-menahu ataupun merasa hal itu tidak berguna, tapi suatu hari nanti hal itu sendiri akan menjelaskan ke-ber-arti-an-nya, entah buat diri sendiri atau orang lain. Ya, ujung-ujungnya adalah seperti cerita saia di sini
Sekian kisah nyasar saia, haha..
Memories To Remember (part 2)
12 Sep 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: karawaci, liburan
Part 2
Many things changed after college’s life. Being a worker, part of social or community, you would meet and relate many people in different range of age, younger, same age, five years older, ten years, double or even triple of your age. And this life has been came pass me through the days J
Last 30 Agust was Ied Day. Warung, a place where people buy foods for lunch or dinner, closed indeed. Since food’s stock was very limited, my friend and I thought about doing some visit for lunch, and finally we got offering from Ko Lius and Ci Lisa, hehe J They’re both teacher. First we met at church. Ci Lisa has been pregnant for seven months, so she has kind of different habits like normal people feel. I asked many question about being mom, actually
After we had a lunch and we spent time talking many things. Many things like habits, books, church, hobbies, campus and working life, plan-for- future’s-life-gonna-be, investment, place for buy something in Karawaci, etc. Grateful for that. This is called share life, isn’t it?
Then I realized, the community nearby (church, company, fellowship, etc) seems to be like family to me. I mean, now you can see someone pregnant, and then several months later you can see their babies, and several years later, their babies will grow up, exactly what you can see at your family. You meet single person, and later she/he getting married and start to have their own family. You meet someone who has been having kids, just one, two or three, you know their kids and suddenly several months or years later you will say, “wow, you are so growing up now”, etc . Knowing them lead you knowing their families, right?
I’m so thankful for the people around me, feels like home everywhere J Home that teaches me how to share life with others, home that teaches me about not being selfish, home that teaches me about long-life-learning-process, home that teaches me to keep holding on each other’s hand, esp my big God’s Hand who never fail for holding me. He, no matter what happened, is the faithful one.
Million thanks J
Memories To Remember (part 1)
08 Sep 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: karawaci, kisah kerjaan, kristen, liburan, refleksi
Okay, here’s the memories to remember,happy-holiday edition
. It’s been a very long time since november last year didn’t I fell what it’s called long happy holidays, wkwkwk. Thanks God for 9 days of holidays, though truly mine doesn’t count that much. The stories begin, i split into four part since there a little bit diffrent of purpose at each post and people get involved
Part 1
I did extra work at my company, hehe. The idea came by offering. My consideration about deadline and resource got involved doing that work is not that much, thinking of 9 days is really long holiday for me
and I wanted to learn something new, as my wish-list-to-do for holidays that I planned before : learn something new, cook new recipe, reading books, watching movies and having trip to nice place, so I decided to take that offering but just 3 days (saturday till monday), not more. Long holidays is only happens in ied moment, right?
My extra work didn’t relate to my main job actually, but here is the thing I wanna tell you. I learn to use other’s shoes so that I could feel what she/he feel, in what point was the pain point so that my partner and I could help people work as painless as possible in the right process
I remembered what actually what my Savior did. He took the fall, and thought of you and me. He felt what man felt, even worse, crucified at the cross, for what? For saving sinner, you and me from the death. And I think about the important one, He came so that when we feel sad, happy, having big load, betrayed, sick, hungry, thirsty, sleepy, etc, He could understand. He hasn’t been like king that live in comfortable palace that may be even not having experience/knowledge about being the man in the street. The other way, He ever been there, once again even worse.
3 days, felt tired but grateful
Gain learning new things and the incentive that exactly enough for my trip at Kepulauan Seribu.. I’m gonna tell you later, in part 3. See you.. haha
Desktop Background
25 Aug 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: karawaci, kisah kerjaan, lirik, rohani
Pagi-pagi sudah dikejutkan oleh ucapan “The day has come” oleh Steve Jobs. Gyaaa, belum sempat punya produk beliau saat masih menjadi CEO. Oke, mungkin nanti (kalo ingat dan sempat sebelum menjadi basi) akan nge-blog soal ini.
Barusan, sebenarnya masih ingin menyelesaikan pekerjaan sebelum balik kosan, tapi setelah dipikir-pikir mungkin masih lama, jadi diteruskan besok pagi saja. Sewaktu menutup beberapa jendela (window) muncul gambar ini yang sengaja saya pasang sebagai Desktop Background. Light House- nya windows.
Suka ngeliat mercu suar dan batu karang di saat bersamaan. Mercu suar telah menjadi penerang bagi kapal-kapal di tengah laut, pula menjadi harapan bagi para pelaut kalau-kalau sekitar mereka masih ada daratan. Di karawaci, hanya ada beberapa bangunan tinggi, dan bangunan tinggi itu dekat dengan kosan saya hingga kerap bangunan tinggi itu menjadi patokan bagi saya entah di manapun saya nyasar, masih ada patokan yang bisa saya lihat. Sebuah harapan di tengah kecemasan
Tak jauh dari mercu suar terlihat batu karang yang tetap teguh di tengah hempasan maupun amukan ombak. Ada dua tokoh yang saya ingat tiap kali mendengar atau melihat batu karang. Petrus dan Yesus. Petrus, kala Yesus berkata kepada Petrus bahwa nantinya di atas batu karang Ia akan membangun jemaatnya (arti nama Petrus sendiri adalah batu karang). Dan benar adanya gereja mula-mula dibentuk oleh pelayanan Petrus
Daaan Yesus sendiri adalah Batu Karang yang teguh, tempatku berteduh. Seperti lirik dari Kidung Jemaat 37 A…
- Batu Karang yang teguh, Kau tempatku berteduh.
Kar’na dosaku berat dan kuasanya menyesak,
oh, bersihkan diriku oleh darah lambungMu. - Walau aku berjerih dan menangis tak henti
apapun usahaku, tak menghapus dosaku.
Hanya oleh kurbanMu Kaus’lamatkan diriku. - Tiada lain kupegang, hanya salib dan iman;
dalam kehampaanku kudambakan rahmatMu.
Tanpa Dikau, Tuhanku, takkan hidup jiwaku. - Bila tiba saatnya kutinggalkan dunia
dan Kaupanggil diriku ke hadapan takhtaMu,
Batu Karang yang teguh, Kau tempatku berteduh.
Dua Hal
14 Aug 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: indonesia, karawaci, keseharian
Sudah pertengahan Agustus, bulan kemerdekaan bangsa indonesia kali ini dibarengi dengan bulan puasa. Mungkin perayaan 17-an nanti perlombaan makan kerupuk ditiadakan :p . Masih belum tahu bagaimana antusiasisme warga di hari kemerdekaan mengingat gejolak dunia politik berbangsa bernegara saat ini.
Di bulan puasa ada dua hal yang saya senangi, pertama ngeliat dan kadang ikutan dalam kebersamaan buka bareng (momen bersilaturahmi dan reunian) dan kedua adalah ngiter-ngiter di jalanan yang rame menjual tajil. Dulu, selagi di bandung, bulan puasa adalah saatnya puas-puasin jajan sore yang tidak ada di bulan lain, iya nggak? haha
Kali ini, dan baru saya sadari, saya belum pernah melihat keramaian sore hari menjelang buka di skitar kosan. Weks. Di hari biasa jam-jam sgitu masih di kantor, dan balik menjelang solat/ taraweh. Di akhir pekan juga punya cerita, minggu lalu berada di bandung dan sabtu kemaren di tangerang,di rumah ka ayu bersama Sauu-Sauu (baru beranjak keluar sesudah momen berbuka) dan tadi, saya bergereja sore jadi kelewatan jam berbuka. Beberapa minggu ke depan juga sepertinya berakhir pekan di Bandung, wew, padahal udah mau lebaran yak
17 ini libur, kalau tidak ke mana-mana, mau ngiterin skitar kosan, ah, cari jajanan berbuka
Tiga Dimensi
10 Jun 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: karawaci, kisah kerjaan, memori
Tadi siang, aku makan bersama seorang rekan. Sebuah percakapan yang berhasil membawaku kepada tiga dimensi waktu. Masa lalu, masa sekarang dan masa depan.
L : Kenapa dulu milih IF, mel?
M : (cerita panjang lebar, nostalgia jaman SMA
)
L : Sampai kapan Mel bakal di VN?
M : (….. –> disertai alasan kenapa sampai waktu itu dan rencana masa depan )
L : (*pertanyaan ttg masa depan)
M : (cerita panjang, lebar, luas dan keliling ttg keinginan dan harapan di masa depan XD )
Daku pun smakin merasakan bahwa perjalanan hidup ini tak lebih dari sebuah perjalanan jarak, waktu dan iman.
Batu-pasir-kopi
06 May 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: karawaci, kisah kerjaan, refleksi
Ilustrasi batu-pasir ini pernah kami (DJ’ers) bahas sewaktu membicarakan tentang waktu dan prioritas. Ya, hampir miriplah dengan penggalan cerita di atas, hanya dengan tambahan ‘kejutan’ tentang kopi. Terus terang aku senang membaca bagian akhir yang mengatakan “sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat“
Memasuki paruh tahun berkecimpung di dunia kerja, aku semakin menyadari apa saja batu-pasir-dan-kopi yang tiap harinya terisi dalam toplesku kehidupanku. Salah satu batu bagiku adalah relasi yang dekat dengan Allah, dengan demikian pekerjaan yang pula adalah batu dapat kupahami sebagai dua poin–suatu anugerah dan adalah karya.
Cerita punya cerita, pergumulan untuk tetap menjaga relasi dekat dengan Allah adalah pergumulan klasik para alumni. Saat teduh, PA, disiplin rohani seperti doa syafaat, puasa, KTB bawah dan samping, dll nya terkesan kalah dengan seabrek pekerjaan dan tubuh yang lelah. Toples sudah penuh dan tidak cukup lagi diisi dengan hal-hal begituan. Benarkah? Ataukah pasir-pasir yang justru mengisi ruang-ruang toples itu?
Syukur kepada Tuhan, diingatkan kembali mengenai hal ini saat persekutuan Paskah, PD di gereja, dan baru saja semalam lewat sharing seorang Sauu
Dan itu salah satu manfaat secangkir kopi bersama sahabat (*bukan harafiah
) bukan?
**
I said to the Lord, You are my Lord; apart from You I have no good thing..
Teman Jalan
08 Apr 2011 2 Comments
in Uncategorized Tags: karawaci, kisah kerjaan, refleksi
Yang pernah jalan bareng saya pasti tahu ‘kelemahan’ saya yang satu ini. Yap, spasial saya termasuk rendah, susah membayangkan letak suatu tempat yang baru atau jarang dikunjungi. Ujung-ujungnya sering salah arah–bahasa pasarannya ‘tukang nyasar’ (doh). Biasanya kalau sedang jalan sendiri, saya mengakalin dengan mengingat suatu patokan atau acuan. Kebanyakan sih lupa cara ke acuannya itu. Gyaaa…. Inilah sebabnya kalau jalan biasanya mengajak dan mengandalkan orang lain, hahaha.
Belakangan ini saya sering lembur dan pulang malam. Ada Pak Amin atau Pak Wawan baik hati yang sering mengantarkan pulang para karyawan yang lembur. Kali itu, saya bersama dengan dua rekan kerja diantar pulang oleh Pak Amin. Sebelumnya saya sudah pernah diantar pulang juga barengan dengan rekan kerja saya yang itu juga. Satu hal yang kemudian saya sadari, seringkali dalam suatu perjalanan, saya kurang memperhatikan jalan mana yang harus dilalui untuk sampai ke tempat yang dituju. Saya seratus persen percaya kepada Pak Amin atau Pak Wawan yang sudah terbiasa mengantar bahwa kami pasti nyampe gak pake nyasar.
Pola inilah yang selama ini berlaku buat siapa saja teman yang sedang jalan bareng saya. Ketika saya percaya bahwa dia lebih tahu jalan dibandingkan saya, biasanya saya lebih menikmati perjalanan dengan tidak kuatir tentang jalan mana yang harus dilalui ataupun rasa pusing karena nyasar.
Kisah ini kembali mengingatkan saya akan perjalanan hidup saya sendiri. Ketika saya berjalan bersamaNya, seharusnya tidak ada yang perlu saya kuatirkan. Saya percaya di ujung jalan sana, tempat tujuan yang Ia pimpin adalah tempat yang Ia inginkan agar saya menjadi murid yang serupa dengan Kristus , bukan serupa dengan dunia. Tidak mudah memang, tapi itu akan menjadi kisah perjalanan yang hebat dari Pencipta dan Tuhan yang hebat pula
Panggilan-Kota-LangitSore-aku?
15 Nov 2010 6 Comments
in Uncategorized Tags: curhat, karawaci, kisah kerjaan
Dan nama-nama yang keluar dari mulut ini pun berubah. Panggilan akrab, panggilan sayang, panggilan ejek kepada orang-orang dekat sudah mulai jarang terucap, kali ini berganti kepada panggilan baru–teman-teman baru. Awalnya sih mungkin gak dekat, tapi lama kelamaan mungkin panggilan baru itu pun mulai berubah menjadi panggilan akrab, sayang atau bahkan ejek, hehe
. Tidak bisa dipungkiri hampir sebagian besar waktu sadar ini dilalui bersama dengan mereka
Tampaknya pola hidup ini sepertinya sudah tidak asing lagi.
Tepat sudah setengah bulan diri ini beranjak dari kilometer nol dan memasuki kota yang baru. Bila dibandingkan dengan kota tempatku dulu menuntut ilmu sangatlah berbeda. Di sini sangat panas, kipas menjadi peralatan wajib bila tidak ada fasilitas AC. Akupun harus rela berpisah dengan selimut kesayangan yang selama ini menjadi teman tidur yang hangat B). Satu lagi yang sangat melekat di hati, supir angkutan umum di sini lebih ugal-ugalan dibanding di sana. Ternyata tiada keramahan yang bisa menyamai keramahan Bumi Parahyangan
Perbedaan memang selalu ada, dan itulah yang menjadikan unik dan berbeda satu dengan yang lain, bukan? Satu hal yang sangat saya sukai dari kota ini adalah langit sorenya.Langit sore yang kuning terlihat sangat jelas. Memang belum banyak bangunan tinggi yang menghalangi mata memandang. Dekat laut pun seolah-olah mempengaruhi gumpalan awan yang khas (*asumsi pribadi). Menakjubkan, membuatku sangat menikmatinya
Yah, benar-benar menikmati karena kesempatan ini hanya datang di akhir pekan atau hari libur mengingat jam pulang kantor di atas jam enam, hehe.
Memandang ke langit biru/kuning/hitam yang begitu luas kerap menyadarkanku betapa besarnya si Pencipta dan betapa kecilnya aku. Langit memasyurkan karya tanganNya, dan aku?
*aku sebagai manusia yang juga diciptakan Sang Pencipta.
Karawaci
15Nov2010
#sayanggakpunyakameraokebuatmotoin
*bingung mau ngasi judul apa, ya udah lah yaaa
*








Yang baru ngomen