Hujan Bulan Juni
01 Jun 2011 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: puisi
Tak terasa sudah memasuki tengah tahun 2011. Slamat datang juni. Akan menjadi bulan yang penuh pembelajaran
Jadi ingat puisi ini
Hujan Bulan Juni
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
(Sapardi Djoko Damono, 1989)
Ah, Hanya Sudut
21 Jun 2010 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: indonesia, puisi
anak kecil,
di sudut kota,
terpinggir,
ah,hanya sudut.
anak kecil,
berbaju debu,
bertopi terik,
memancar lesu,
ah, hanya sudut.
tiada baca tulis main,
kepadamu adik kecil,
kenal hurufkah kamu,
ataukah hanya kenal angka receh?
ingin ku bertanya,
benda apa yang ada di benakmu,
adik kecil?
yang kutahu,
hanya benda di tanganmu,
yang kudengar,
hanya senandung lemahmu.
anak kecil,
anak jalanan,
hanya sudut.
sudut,
takkan jadi inti lingkaran,
bila dianggap hanya sudut,
dari ruwet simpul benang bangsa.
Melz
21 Juni 2010
*keprihatinan akan keberadaan anak jalanan yang semakin banyak*
ISA
01 Apr 2010 5 Comments
in Uncategorized Tags: kristen, puisi, refleksi
ISA
Kepada nasrani sejati
Itu Tubuh
mengucur darah
mengucur darah
rubuh
patah
mendampar tanya: aku salah?
kulihat Tubuh mengucur darah
aku berkaca dalam darah
terbayang terang di mata masa
bertukar rupa ini segara
mengatup luka
aku bersuka
Itu Tubuh
mengucur darah
mengucur darah
Chairil Anwar
November 1943
–
Tubuh mengucur darah, rubuh, patah, dan mungkin sampai tak berbentuk lagi. Sedemikian banyaknya darah yang terkucur sampai-sampai Chairil Anwar menggambarkan ia dapat berkaca dalam darah. Namun, dalam ‘berkaca’ itulah ditemukan adanya terang, terang oleh darah yang terkucur. Luka pun terkatup. Anda dan saya boleh bersuka
Dosa-dosa telah ditebus oleh darah Isa di kayu salib. Terang keselamatan sesungguhnya ada bagi yang percaya.
Puisi ‘Isa’ ini sangat mendalam maknanya, saya kagum akan penggambaran Chairil Anwar , terlebih beliau bukan dari latar belakang Nasrani. Kabarnya puisi ini ditujukan kepada temannya (W.J.S. Poerwadarminta ) yang dianggapnya sebagai Nasrani sejati. Mungkin pergaulannya dengan WJS P jugalah yang memperkuat penggambarannya akan puisi ini. Wow, ada ga ya orang lain melihat kita sedemikian sehingga tercipta puisi yang kayak gini? Hehe
Met merenungkan pengorbanan Isa di kayu salib (Jumat Agung) dan met menjelang KebangkitanNya (Paskah)..
–
kata yang jarang beranjak dari kamus
* segara = lautan
Merangkai Kata
30 Dec 2009 3 Comments
in Uncategorized Tags: kristen, puisi
Merangkai Kata
kucoba merangkai kata pada angin,
agar angin memahatkannya pada langit,
dan langit mencerminkannya pada laut,
kemudian laut menyampaikannya pada ombak,
dan ombak mengantarkannya ke tepian pantai,
sampai pantai menyentuhkannya pada kakiku,
yang berjalan menatap jejak,
dan angin kembali berbisik padaku,
aku hanya bisa tersenyum,
atas kata yang terangkai.
-melz-
18 Des’09
Merangkai kata, satu dari tiga puisi yang harus saya kumpulkan demi memenuhi uas apresiasi sastra yang kuambil di smester yang hampir berakhir ini. Sebenarnya saya ingin melukis pantai lewat rangkaian kata. Namun selain, waktu yang sangat mendesak untuk dikumpulkan (sementara masih ada satu cerpen yang blum saya tuliskan), juga karena tahun ini saya gagal jalan-jalan ke pantai , akhirnya tulisan itu pun terpaksa di tunda dulu..hehe.
Puisi ‘Aku bermimpi’ oleh Margaret Fishback Powers , yang kemudian disebarluaskan sebagai ‘Jejak-jejak kaki’, adalah salah satu pemicu terbesar saya untuk jalan-jalan ke pantai.
Bagi yang belum pernah baca, ini versi Indonesia-nya :
Suatu malam aku bermimpi
berjalan-jalan di sepanjang pantai bersama Tuhanku.
Melintas di langit gelap babak-babak hidupku.
Pada setiap babak, aku melihat dua pasang jejak kaki,
yang sepasang milikku dan yang lain milik Tuhanku.
Ketika babak terakhir terlintas di hadapanku,
aku menengok jejak-jejak kaki di atas pasir,
dan betapa terkejutnya diriku.
Kulihat bahwa acapkali di sepanjang hidupku,
hanya ada sepasang jejak kaki.
Aku sadar bahwa ini terjadi justru saat hidupku
berada dalam keadaan yang paling menyedihkan.
Hal ini selalu mengangguku,
dan aku pun bertanya kepada Tuhan tentang dilema ini.
“Tuhan, ketika aku mengambil keputusan untuk mengikuti-Mu,
Engkau berjanji akan selalu berjalan dan bercakap-cakap denganku
di sepanjang jalan hidupku.
Namun ternyata dalam masa yang paling sulit dalam hidupku,
hanya ada sepasang jejak kaki.
Aku benar-benar tidak mengerti
mengapa ketika aku sangat memerlukan-Mu Engkau meninggalkan aku.”
Ia menjawab dengan lembut, “Anak-Ku, Aku sangat mengasihi-mu
dan sekali-kali Aku tidak akan pernah membiarkanmu,
terutama sekali ketika pencobaan dan ujian datang.
Bila engkau melihat hanya ada sepasang jejak kaki,
itu karena engkau berada dalam gendongan-Ku”
-Margaret Fishback Powers-
versi Inggrisnya bisa dibaca di blog temen saya, irwan, di sini.
Jadi, bukan sembarang jalan-jalan aja sh, saya ingin menuliskan jejak-jejak kaki kecil versi mel, moga tahun depan kerealisasi, haha
- tulisan ini hanya pengantar sebelum memasuki catatan akhir tahun saya sembari mulai menapaki lagi jejak langkah kaki yang telah menghantarkan saya sampai sejauh sekarang ini -
*bersambung…
Salam titik.
21 Dec 2009 7 Comments
in Uncategorized Tags: curhat, puisi
telah terlewati batas ambang,
kan suatu masa yang hampir lelah,
tapi dapatkah dikatakan lelah jika hanya berjuang setengah atau bahkan secuil?
yang tersisa hanyalah segenggam remang pada ruang hati.
titik,
kutemukan pada kata-kata terangkai,
yang bersudah atas kalimat.
kalimat pun butuh titik agar dia dapat melanjutkan cerita,
yang kutak tahu apakah kalimat itu kan menyambung,
atau malah membentuk cerita baru,
atau yang ada hanyalah spasi kosong,
seperti segenggam remang pada ruang hati.
teriring salam titik.
seribu lilin untuk Indonesia
14 Dec 2009 3 Comments
in Uncategorized Tags: indonesia, natal.., puisi
lilin,
kecil atau besar,
tinggi atau pendek,
kurus atau gemuk,
dengan sepenuh hati menari indah dengan tiupan angin ,
melambai usir pada sang gelap,
memancar kehangatan dari tubuh mungil.
sungguh berbahagia yang gelapnya kau usir,
oleh tarian dan hangatmu,
meski dirimu harus berkorban,
namun tiap orang kan mengenang terangmu.
satu lilin takkan cukup menerangi gelapnya bangsaku,
dikau dan dikau,
kuharap, di saatku berdiri menjadi lilin,
engkaulah yang berdiri di sampingku teman-teman,
sebagai lilin juga tentu saja, haha..
seribu lilin untuk indonesia-ku..
-melz-
28 Nov’09 23.59
Jangan biarkan Panggung itu kosong
14 Dec 2009 2 Comments
in Uncategorized Tags: indonesia, natal.., puisi
Panggung berdiri megah,
berdekorkan kepulauan nusantara,
berjubahkan merah putih,
berhiaskan pohon terang, bintang, dan pernak-pernik Natal,
bertuliskan “ekspresikan aksimu, nyatakan kasihmu”
detik, berganti menit, berganti jam bahkan hari dan minggu,
panggung itu kosong..
apakah Natal tidak begitu disambut dengan sukacita ?
heran, sembari ingin masuk ke panggung,
namun diri ini tak berani sendiri,
sampai akhirnya kudapatkan penggalan tulisan di panggung,
“namun lepaskan topeng di wajahmu!”
jangan biarkan panggung itu kosong,
tanggalkan topeng-topeng yang memberatkan wajah,
topeng keegoisan, topeng kecuekan, topeng kemunafikan, dan topeng jenis lainnya.
kenakanlah perangkat kasih tulus, murni, sederhana,
sesederhana bayi Yesus yang lahir di kandang domba,
berbaringkan palungan dengan kain lampin,
Dia yang juga pernah mengisi panggung itu.
Jangan biarkan panggung itu kosong,
Panggung Indonesiaku!
-melz-
28 Nov’09 23.30
Bukan Kado Biasa..
14 Dec 2009 3 Comments
in Uncategorized Tags: indonesia, natal.., puisi
Natal,
“Hari ini telah lahir bagiMu, seorang Raja di kota Daud”
…
malaikat sorga menyambut kelahiranNya dengan nyayian sorgawi,
mengajak para gembala tuk turut bersukacita menyembah,
bintang pun turut menuntun tiga orang majus dari timur,
mereka mempersembahkan emas, mur dan kemenyan untuk Sang Raja..
Natal,
aku sungguh bersukacita,
hingga ingin rasanya turut memberi kado buat Sang Raja,
kado dariku adalah..
diriku yang mempersiapkan acara natal yang mewah dan bagus,
diriku yang bernyanyi dalam melodi yang indah,
diriku yang melakonkan drama natal yang mungkin menyentuh hati orang-orang,
dan kurasa mungkin aku juga perlu memberi kado buat kluarga dan teman-temanku.
Ah, tiada yang istimewa dari natal sebelumnya,
ibadah, sukacita, perayaan, selesai,
“apakah Engkau berkenan atas kado-kadoku?” tanyaku..
dengan lembut Dia mengarahkan pandanganku ke sekelilingku,
“Anakku, lihatlah sekelilingmu”.
Skarang aku mengerti,
Natal kali ini aku akan memberi kado istimewa,
terbuatkan dari hati,
bukan ber-kotak-kan keegoisan,
bukan pula berlapiskan kertas kemunafikan,
bukan pula ber-ikat-kan tali keterpaksaan,
namun terbungkus dalam kasih sederhana dan murni..
aku akan..
memberi telinga dan senyumku bagi yang gundah gulana,
memberi tangan, kaki dan bahuku menopang mereka yang lemah,
menemani mereka yang kesepian,
menolong mereka yang kesulitan,
memberi semangat bagi mereka yang hilang harapan,
mengucapkan terimakasih dengan tulus
pada sopir angkot, ibu penjual di warung, pembersih kosan , kampus maupun jalanan raya ,
kepada siapapun yang terabaikan,
tidak menuntut banyak jika tak bisa bertindak,
tidak hanya sibuk dengan tugas, nilai dan urusan pribadiku saja, tapi peduli sekitar,
dan terlebih menjadi penuntun bagi mereka yang tersesat,
mereka yang adalah teman sekampusku,
mereka yang adalah teman sebangsaku,
mereka yang adalah sesamaku,
bisakah aku tidak peduli?
-melz-
28 Nov’09 20:54
“apa yang kamu perbuat untuk sesamamu, bahkan yang paling hina sekalipun, engkau melakukannya untuk Aku “
Sayap
09 Sep 2009 1 Comment
in Uncategorized Tags: puisi
Perkenalkan,
urang, seekor burung mungil nan riang,
mungkin karena tak punya hal ‘tuk dirisaukan,
Tapi tahukah kamu apa rindu urang?
sarang kokoh ? untuk sekarang iya,
makanan yang tersedia ? bagiku yang belum mencari makan sendiri itu kebutuhan,
suara kicauan merdu? semua menginginkannya,
komunitas se-species? kurasa gak ada yang tahan hidup sendiri, bukan?
lantas, apa lagi yang kurang jika kupunya matahari dan udara juga?
hahaha, kali ini bukan cerita clarita.
Perkenalkan (lagi),
urang, seekor burung mungil nan gesit,
rindu suatu saat yang pasti ternanti,
urang punya sayap yang kuat,
tuk terbang tinggi lintasi awan biru yang luas tak terhampiri.
Jika saat ternanti itu tiba,
dan Dia menyuruhku terbang ke suatu tempat yang ku pun meraba,
akankah ku bimbang?
harapku kan selalu teryakin dalam sanubari,
Dia membekaliku dengan sayap yang kuat,
Cukup kuat, bahkan di tengah badai.
Jadi..
bentangkan sayap,
dan mari terbang,
itu tekadku.
-090909 ; saat berulang 1/2 tahun.. hahaha–

bentangkan sayap dan terbanglah di angkasa..
sajak hasil kombinasi insomnia yg lagi kambuh + tugas apress yang disuruh bikin sajak :p + pergumulan yang sedang dialami -
* ini tergolong sajak ga sh?? wkwkwk
*
Rel-jalan-kereta
30 Aug 2009 2 Comments
in Uncategorized Tags: puisi
di tengah perjalananku tadi siang,
di tengah teriknya mentari bersinar,
diriku tertarik melihat sosokmu,
dirimu tampak menawan hati meski tak indah mata memandang.
dalam hati kubertanya, untuk apa kau dicipta?
terkesan retoris, bukan?
biasalah manusia yang ingin tahu segalanya,
buat apa, untuk siapa dan banyak lagi,
namun bisikan bijakmu menegurku yang larut dalam berbagai lamunan,
“aku diciptakan sebagai jalan “,bisikmu..
“owh, jalan untuk si kereta yang skarang kutumpangin kan?? “
“yup, jalan untuk sahabat-sahabatku,”
kembali kutertegun,
baik sekali dirimu wahai rel,
hal yang jarang terlihat di duniaku saat ini..
kali ini dirimu bercerita, tak lagi berbisik..
“kamu blum menanyakan satu pertanyaan lain”,ujarnya..
“apa itu” ,pikirku..
“mengapa aku ada?”,
“bukannya sbagai jalan??” pikirku dengan bingungnya..
pertanyaan yang sebenarnya hampir dekat dengan apa yang kutanyakan,
namun punya arti yang berbeda ternyata..
hahaha.. tawa sang rel membahana tersapu oleh angin sejuk yang berhembus,
pernahkah kau berpikir,karna mereka ada, akupun ada.. ujarnya..
wow.. iya juga ya, pikirku..
mana ada rel kalo si kereta kagak ada..
kembali dia mengangkat suara..
aku senang, karna melalui aku banyak orang sampai ke tujuannya,
dan untuk itu aku harus bersahabat dengan teman-teman kereta, bukan?
.
.
.
– 24 Agustus 2009 ,siang hari tepat di atas kereta otw bandung -jakarta demi keperluan presentasi akhir kape keesokan harinya –
entahlah, percakapan ini tiba-tiba terlintas di pikiran saia kala itu, mungkin krna pengaruh matakuliah apres yang skarang saia ambil kali ya.. ketika ada ide/sumber inspirasi langsung menggoreskan pensil :p , hahaha..
terlalu bertanya-tanya tentang ‘buat apa’, ‘untuk siapa’ tanpa merenungi arti dari ‘mengapa ada’..
aku dan kamu ada untuk suatu tujuan (yang indah), yg dipersiapkan sebelumnya..
jika mau berserah dan dibentuk (seperti rel, yg dibentuk dari besi-besi)..
meski hrus menahan diri dari serangan panas dan hujan..
maukah jadi jalan (mengantarkan orang lain ke tujuan yg dalam hal ini Sang Tujuan yang Hakiki dan Kekal)..
belajar dari Jalan yang sejati ,
Dia, yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup..
(lagi2) entah knapa pikiran saia sampe menerawang sejauh ini, gyaaaa….



Yang baru ngomen