One family

Miniatur Indonesia…..

Itulah yang kurasakan saat mengikuti perayaan HUT Perkantas Jabar yang ke-30 pada hari Sabtu, 10 November yang lalu. Di sini, berkumpul orang dari penuh keragaman suku (Jawa, Sunda, Batak, Makasar, Tiong-Hoa), usia (mulai dari siswa SMA, mahasiswa, alumni bahkan orangtua) , universitas (ITB, Unpad, UNPAR, UPI, Maranatha, dll) ,profesi (karyawan, pengusaha, orang medis) menyatukan hati dalam memperingati HUT Perkantas ini. Terasa sangat senang bisa memiliki banyak teman dan saudara yang berbeda latar belakang namun memiliki satu visi yang terhimpun di Perkantas.

 

Flash back sejarah terbentuknya Perkantas dimulai dari seorang ibu yang rindu akan pemuridan di ITB, Ibu Dorothy pada tahun 1977 mulai memuridakan beberapa mahasiswa ITB. Sejak saat itu, dari berbagai universitas mulai bergabung hingga disebut Open House yang terbuka bagi siapa aja yang rindu untuk bersekutu.

Di dalam acara ini, juga ada persembahan dari siswa SMA (mengingatkan saya kan masa SMA , hehehe, mereka ternyata sangat lucu, salah satu dari mereka ada yang sangat bersemangat.) , persembahan dari mahasiswa dan tak ketinggalan persembahan pujian dari angkatan pertama, tahun 77. Bapak/Ibu tersebut menyanyikan lagu yang berjudul “Masa Mudaku”. Lagu ini sangat menyentuh, terutama pada liriknya, “Masa mudaku , masa yang terindah, masa Tuhan memanggilku”. ….

Ada juga pemutaran film dan foto-foto dokumentasi yang dari tahun 77. Saat muncul foto yang tahun 77 an yang jadul abiz, terlihat tawa dari berbagai kalangan. Dari mahasiswa mungkin sangat geli melihat foto2 jadul. Dan dari alumni, mungkin teringat akan masa muda mereka dan geli juga melihat foto2 jadul itu, yang sangat berbeda dengan sekarang. Hahahaha, jadi teringat pas ngeliat film2 jadul di TV, masih make baju yang…..hahahaha… apa jadinya ya, kalo 30 tahun yang akan datang foto2 mahasiswa sekarang yang bakalan ditonton oleh generasi yang akan datang…. Sangat menggelikan.

 

Berhubung aku duduk di belakang para alumni (yang sudah berkeluarga), jadi aku sempat mengamati mereka saat ,mereka datang dan ketika bertemu satu dengan yang lain yang mungkin sudah lama tak berjumpa, terlihat sukacita yang luar biasa terpancar di wajah meraka saat saling menyapa, mungkin itu adalah teman persekutuan dulu. Sapaan itu seolah-olah berkata pada saya,” Ini lho teman persekutuanku dulu, yang dulu bertumbuh bersama, saling menguatkan satu dengan yang lain. Aku sangat bersukacita bisa berkumpul di sini, bersekutu kembali setelah sekian lama …..” Kembali lagi aku memikirkan 30 tahun lagi, aku akan berlaku sama dengan mereka yang sangat bersukacita melihat teman2 persekutuan yang sekarang ini. Wahahaa… menyenangkan sekali….

Aku bersyukur atas pernyataan Tuhan selama 30 tahun ini yang menyertai dan memberkati lembaga pelayanan ini sehingga sekarang aku dapat dibina di Perkantas. Aku percaya tidak suatu kebetulan aku berada di LP ini Tuhan telah menetapkan satu tujuan untukku.

Happy birthday Perkantas,…. =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s