“the code book ” kerennnnn

Zaman dulu kala jauh sebelum mengenal yang namanya kriptografi , orang menyampaikan pesan yang bersifat rahasia dan penting adalah dengan menyembunyikan pesan tersebut seperti di selipin di ikat pinggang, bahkan ada yang menggundul kepala seseorang / informan kemudian menuliskan pesan ke kepala sang informan hingga menunggu rambut nya panjang kembali supaya tidak ketahuan oleh pihak-pihak tertentu. Metode ini disebut steganography, derived from Greek words stegnos , meaning “covered”, and graphein , meaning “to write”. Huhu, gak kebayang gimana lamanya proses pesan tersebut disampaikan. Kelemahannya sih jika pesan ini sampai ketahuan/ tidak berhasil disembunyikan maka pihak lawan langsung mengetahui isi pesan tersebut. Oleh karena itu lambat laun, pesan tersebut disamarkan melalui suatu proses encoding yang dikenal dengan enkripsi, suatu proses dalam kriptografi. Jadi jika yang menemukan pesan itu tidak tahu tentang kata kunci untuk membuka pesan tersebut, maka tentulah pesan tersebut tetap terjamin kerahasiannya.

Sedikit mengulas kebetulan gw sedang membaca buku yang berjudul “The Code Book” (bukan untuk promosi yak… hehe.. cz gak ada bayaran yang sampai saat ini diterima..) . Sang penulis, Simon Singh memadukan storyteller’s sense of drama dengan scientist’s appreciation for technical perfection , traces the evalution of its methods and reveals its drama effects on wars, nations , and individual lives.

Jadi tuh dulunya ada orang yang bernama Herodutus “the father of history” yang berhasil menyelamatkan suatu daerah di Yunani dari serangan Persia. Nah Herodotus (orang Yunani yang tinggal di Persia) pengen memberitahu orang Yunani, tapi semua pesan yang keluar masuk diperiksa ama penjaga Persia. Caranya dia melapisi suatu tablets dengan lilin sehingga kelihatannya tablets yang berisi pesan itu menjadi kosong dan melewati penjaga Persia dengan aman. Alhasil, Yunani berhasil mempertahankan daerahnya dari serangan Persia

Mengulas juga tentang Mary (sepupunya Elizabeth) , Queen of Scot yang diduga pemberontak terhadap Elizabeth, namun untuk membuktikan bahwa ia bersalah (sehingga dapat dihukum mati )hanyalah melalui memecahkan kode dari pesan2 yang pernah dikirimkan. Di sini bukan hanya hebatnya sang pembuat kode / ciphertext (pasti taulah.. yang dah pernah belajar matdis hehe.. ciphertext tuh pesan yang sudah di enkripsi), tapi juga si breakcoder / breakcipher yang ok sehingga mampu mengubah ciphertext menjadi plaintext (teks asli)…

Semakin seru nih… sampai2 gw penasaran apakah Mary Quenn nya bersalah atau nggak, sampai2 gw berbalik ke hal yang menunjukkan bahwa Mary bersalah sehingga dia dihukum mati… Oh ya, juga ada 7 cerita menarik lainnya… gak sabar pengen baca Cuma ada urusan yang lain juga yang harus dikerjakan..

Hua2.. bukunya bener2 bagus, cerita di balik secrecy from ancient Egypt to quantum cryptography.. Sampai saat ini gw masih membaca bab 1 nya. Pengennya sih bisa ngehabisin membaca sebelum mulai kuliah nanti, tapi kayaknya susah cz banyak urusan lain juga. Yah, kalo dah kuliah progressnya lebih lama lagi nih, haha..jadi teringat novel dari liburan semester tahun kemaren juga belum terselesaikan =p …

5 thoughts on ““the code book ” kerennnnn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s