Ibu ternyata sudah tua

Ibu, di hari ulangtahunmu yang sudah lebih dari separuh baya, 63 tahun tepatnya. Kuharap engkau senang di hari ulang tahunmu. Kuharap engkau dapat bahagia, walaupun hanya sehari saja untuk melepaskan diri dari semua masalah-masalah yang mungkin sudah sangat jenuh dan berat untuk dipikirkan.

Ibu, ada banyak orang yang menyanyikan lagu ulangtahun untukmu, ada banyak perayaan lewat perlombaan ataupun upacara demi kemeriahan hari istimewa-mu. Tak luput juga dari pandangan mata bendera dan umbul-umbul berkibar di udara, seakan ada perasaan bangga akan kibaran itu. Sekali lagi, kuharap engkau senang.

Ibu, meskipun di hari istimewa-mu, aku tidak ikut upacara ataupun perlombaan, namun aku tetap menyanyikan lagu ulangtahun untukmu. Kuharap engkau senang karna aku menyanyikan nya dengan tulus.

Ibu, aku ingin engkau tahu, aku mencintaimu.
Meskipun kalau boleh jujur, sangat sulit bagiku untuk dapat bangga terhadap dirimu. Dan kurasa engkau tahu alasannya, aku takkan menceritakannya lagi, malah akan menambah luka hati mu saja. Tapi, apakah rasa cinta ditentukan hanya oleh kebanggaan saja?? Tentu saja tidak, jika demikian tentu saja aku akan menyakitimu dengan rasa kecewa ini. Tapi diriku telah terlebih dahulu dicintai oleh Dia, yang walaupun dahulu aku hidup penuh dengan dosa, hingga Dia datang menyelamatkan hidupku. Siapakah aku ini hingga boleh memilih untuk tidak mencintaimu, sedangkan Dia pun sangat mencintaimu, Ibu.

Ibu, diriku sadar, engkau ternyata sudah tua. Aku mendambakan perubahan ke arah yang baik akan terwujud. Itulah permohonanku kepadamu. Namun aku sadar, dirimu tak bisa melakukannya sendiri. Engkau butuh bangsa ini tak terkecuali diriku ini.

Ibu, aku rindu pemulihan terjadi atas dirimu. Pemulihan atas kesalahan, pelanggaran dan dosa bangsa ini. Aku merindukan kemuliaan Tuhan nyata atasmu. Namun, tentu saja itu tidak mudah. Dibutuhkan pemulihan dari jiwa ke jiwa, dari pemimpin hingga rakyat tanpa kecuali. Sebab “Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa” (Ams 14:34).

Indonesia bagi kemuliaanMu

Yesuslah Tuhan yang layak ditinggikan,
layak disembah oleh suku-suku bangsa,
Dengan darahMu , Kau telah tebus bangsaku,
genapi Tuhan FirmanMu atas negriku.

Hatiku rindu melihat kemuliaanMu,
hatiku rindu melihat curahan kuasaMu
di tanah tercinta negriku Indonesia.
Kuberdoa Indonesia penuh kemuliaanMu
Indonesia bagi kemuliaanMu.

Ya Allahku nyatakan kemuliaanMu
Ya Allhaku nyatakan curahan kuasamu
ditanah tercinta negriku Indonesia
Kuberdoa Indonesia penuh kemuliaanMu
Indonesia bagi kemuliaanMu.


Ibu, aku sadar itu bukan hanya sekedar lagu dan permohonan, dibuthkan tindakan untuk mewujudkannya, dimulai dari diri ini.

Slamat ulangtahun, Ibu pertiwi, Indonesia.
Merdeka!!!

4 thoughts on “Ibu ternyata sudah tua

  1. yah,, ga tahu lagu nya… ga seru, ga jadi nyanyi bareng dh.
    numpang ngucapin selamat ulang tahun utk indonesia juga…

    MET ULANG TAHUN INDONESIA,
    panjang umur,
    sehat slalu,
    traktir daku..

    hoho. ngaco banget…

    Soekarno dan Moh. Hatta ahulu memproklamasikan kemerdekaan memang sekali saja dan memang seharusnya sekali saja. Tapi, semoga saya ga puas hanya dengan mengisi kemerdekaan sekali saja, semoga sampe awa jadi mayat tetep dapet mengisi kemerdekaan… hehehe, sok baik tuh…

  2. @ petra : hohoooo.. dapetkan kaset dan CD nya hanya di……. hehe :p
    Iya2 gw jg suka.

    @ I know who : ehm,,… mengharukan sekali , bahkan dah jadi mayat jg msh dapet ngisi kemerdekaan… gak kebayang jadi apa???
    Mungkin jadi hantu yang nakut2 in oknum2 yang KKN kaleee… hahahaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s