Mulai lagi..

Oke, musim liburan usai sudah, kembali memasuki perkuliahan, kali ini dengan semester 6 yg tergolong singkat.

kali ini saia bakalan serius ama yang namanya ‘manajemen waktu’. kesibukan emang terkadang menjadi masalah jika tidak disiasati dengan baik, mengingat smster ini bakalan sangat padat bagi saia, selain di akademis (tubes yg bakalan ada teruuss, i love tubes :p ), masih ada double kepanitiaan (arkavidia di april dan kamp kelompok kecil a.k.a K3 di akhir juni ini), kepengurusan di hmif , ktb saia ke atas ama bawah, dll yg cukup menyita waktu, tnaga dan pikiran, hehe😀

mencoba menuliskan beberpa point dari buku ‘the one who is not busy‘, buku yg wajib di baca bagi kita yg terjebak dalam kehidupan yg diisi ketergesaan dari satu tugas ke tugas lainnya serta tidak pernah mempunyai waktu bersantai, buku ini meyodorkan sebuah alternatif.

Meski beberpa alternatifnya bakalan jarang saia terapkan, namun ada point2 yg mirip dengan saia dan memodifikasi dari yg telah dipaparkan, dan tentunya tetep sejalan dengan nilai2 kekristenan yg saia anut..

Poin yg menarik bagi saia adalh sbb :

mengambil istirahat atau jeda.

istirahat dibutuhkan agar jiwa dapat menyegarkan diri, bisa dilakukan dengan cara2 sederhana, gak harus ngeluarin duit ato pun makan waktu yang lama..bberapa contoh : ‘sadar dalam menyantap makanan (kesadaran ekslusif dalam menggigit, mengunyah, mengecap dan menelan merupakan fokus tunggal), satu hari dalam seminggu untuk istirahat, pembunyian lonceng tanda istirahat (*kyk lonceng keluar maen2 nya pas zaman sekolahan :p ) wew..

sebagaimana kayu kecil yg ditancapkan di tengah sungai deras akan segera tersapu, demikian pula waktu senggang akan lenyap oleh kebiasaan memprioritaskan pekerjaan. Anda perlu menancapkan kayu itu berkali-kali agar cukup kuat sehingga aliran sungai tidak mengempasnya lepas.. intinya menilai waktu istirahat sama tingginya dengan waktu kerja..

penyertaan simultan : keterampilan untuk mempersempit atau memperluas fokus pikiran sesuai keinginan dan ketrampilan fleksibilitas mengalihkan fokus pikiran dari satu hal ke hal lain sesuai keinginan..

kita gak bisa ngerjain byk tugas skaligus, namun merasa bhwa jika kita tdk melakukannya, kita tdk akan pernah menyelesaikannya.. Lagi2 masalahnya adalah fokus, bukan tingkat aktivitas. Seringkali pas melakukan banyak pekerjaan sekaligus, perhatian kita terpaku pada apa yg tidak kita lakukan , bukan apa yg sesungguhnya sedang kita lakukan.. jd pas lagi ngerjain A, fokus ngerjain A, jgn malah mikir B, atau C, jdinya gak fokus dan gak selese2..

menikmati apa yg sedang dilakukan,

contoh2 di buku ini benar2 ada yg esktrem sibuknya sampe yg dirasa adalah kecapean di malam hr stelah seharian bkerja, gak ada waktu interaksi dengan keluarganya, ada lagi yang satu kegiatan dadakan kyk nolong orang kecelakaan, berakibat mengganggu jadwal kerjanya ampe berhari-hari.. wew,, yg bisa di petik adalah menikmati apa yang sdg dilakukan sekarang, tersentuh ama satu kisah seseorang sibuk dengan karirnya, deadline dan sgala macem urusan keluarganya, satu hal yg mbuat dia tetap dapat melakukanya dengan baik adalah dengan menikmatinya. Bahkan dalam perjalanan pun ia nikmati, ketika ia masih dapat melihat pohon yg hijau, pohon itu tidak berlalu bgitu saja seiring keriwutan pikiran nya..

wew,,dari 3 point yg mendapat sorotan saia, yg lebih sering diperhatiin : FOKUS,ENJOY ,REST !!

meski terkadang yg ada malah kyk pemadam kebakaran,sibuk memadamkan api, yg sebenarnya kebakaran itu tidak perlu terjadi, pdahal hrusnya ada hal lain yg dikerjakan.

idem ama postingan yg mengawali semester V kemaren,,

Let’s start again, let the battle begin. I’m more than ready to fight till the last drop of my blood, haha.. gaya amat!! God, please abide in me. I am weak without You.

-I’ll never quit soon in completing my own jigsaw puzzle, with You the Jigsaw Puzzle Maker in my side..-

7 thoughts on “Mulai lagi..

  1. I’d like to add one tips : ask help or delegate task (both has similar meaning).
    Dulu abang PA ku pernah memberi nasihat : Be smart, berdua lebih baik dari sendiri (diberikan dengan sifat ku yg mau ngerjain semuanya sendiri :p).
    Kita sebagai individu punya kemampuan yg terbatas, tapi jika kita punya kemampuan untuk mempercayai, meminta bantuan/ mendelegasikan tugas pada orang yg tepat, kemampuan kita bisa jadi tak terbatas.

    That’s why everyone has to learn to be a leader and also a good teammate😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s