Rel-jalan-kereta

di tengah perjalananku tadi siang,
di tengah teriknya mentari bersinar,
diriku tertarik melihat sosokmu,
dirimu tampak menawan hati meski tak indah mata memandang.

dalam hati kubertanya, untuk apa kau dicipta?
terkesan retoris, bukan?
biasalah manusia yang ingin tahu segalanya,
buat apa, untuk siapa dan banyak lagi,
namun bisikan bijakmu menegurku yang larut dalam berbagai lamunan,
“aku diciptakan sebagai jalan “,bisikmu..
“owh, jalan untuk si kereta yang skarang kutumpangin kan?? ”
“yup, jalan untuk sahabat-sahabatku,”
kembali kutertegun,
baik sekali dirimu wahai rel,
hal yang jarang terlihat di duniaku saat ini..

kali ini dirimu bercerita, tak lagi berbisik..
“kamu blum menanyakan satu pertanyaan lain”,ujarnya..
“apa itu” ,pikirku..
mengapa aku ada?”,
“bukannya sbagai jalan??” pikirku dengan bingungnya..
pertanyaan yang sebenarnya hampir dekat dengan apa yang kutanyakan,
namun punya arti yang berbeda ternyata..

hahaha.. tawa sang rel membahana tersapu oleh angin sejuk yang berhembus,
pernahkah kau berpikir,karna mereka ada, akupun ada.. ujarnya..
wow.. iya juga ya, pikirku..
mana ada rel kalo si kereta kagak ada..

kembali dia mengangkat suara..
aku senang, karna melalui aku banyak orang sampai ke tujuannya,
dan untuk itu aku harus bersahabat dengan teman-teman kereta, bukan?
.

.

.

— 24 Agustus 2009 ,siang hari tepat di atas kereta otw bandung -jakarta demi keperluan presentasi akhir kape keesokan harinya —

entahlah, percakapan ini tiba-tiba terlintas di pikiran saia kala itu, mungkin krna pengaruh matakuliah apres yang skarang saia ambil kali ya.. ketika ada ide/sumber inspirasi langsung menggoreskan pensil :p , hahaha..

terlalu bertanya-tanya tentang ‘buat apa’, ‘untuk siapa’ tanpa merenungi arti dari ‘mengapa ada’..

aku dan kamu ada untuk suatu tujuan (yang indah), yg dipersiapkan sebelumnya..
jika mau berserah dan dibentuk (seperti rel, yg dibentuk dari besi-besi)..
meski hrus menahan diri dari serangan panas dan hujan..
maukah jadi jalan (mengantarkan orang lain  ke tujuan yg dalam hal ini Sang Tujuan yang Hakiki dan Kekal)..
belajar dari Jalan yang sejati ,
Dia, yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup..

(lagi2) entah knapa pikiran saia sampe menerawang sejauh ini, gyaaaa….

2 thoughts on “Rel-jalan-kereta

  1. 🙂..
    mantap dek..
    sering memperhatikan sesuatu yang mungkin luput dari perhatian orang lain dan melahirkan suatu pemikiran dan perenungan..
    hehehee..
    semangat!!!
    Gbu

    • gak tw nh bang,,
      tak sengaja pikiran sering dipenuhi ama hal2 kyk ginian..

      hahaha…
      ntar kalo udah mapan, moga2 bisa ikut gabung ke sejenis renungan harian,

      gyahahaha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s