Baksos Gempa di Pengalengan..

Gempa 7.3 SR yang tepat terjadi awal september lalu, mengisahkan pesan tersendiri di masing-masing orang yang merasakannya.
Mungkin bagi kita hanya merasakan getar sesaat yang tak seberapa di banding saudara-saudara lain di tasik, pengalengan maupun daerah sekitar yang terkena imbasnya.

Kali ini, saya hanya bercerita di pengalengan, kota yg terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat bagian selatan, skitar 2,5jam dari Bandung.
Sabtu(12/9) kemaren, gathering Kluarga Barto (lebih jelasnya dipostingan selanjutnya) yang sudah direncanakan diadakan di CIC, Lembang tidak jadi karena sang Opa mengajak kami baksos bersama perkantas (persekutuan mahasiswa kristen antar universitas ) yang ternyata udah baksos sedari selasa lalu. kami merasa lebih bermakna emang jika sukacita gathering bisa dibagikan dengan orang-orang lainšŸ˜‰

FokusĀ  baksos dari perkantas adalah pelayanan medis (oleh PMDK – persekutuan medis kristen ) dan pemulihan trauma pasca gempa, terkhusus buat anak-anak.
Posko bantuan yang dipilih agak masuk dalem, karna posko yang di kota terlihat banyak meski rusak nya tidak parah, sepanjang jalan saya lintasi sih gak ada kerusakan sangat berarti dibanding ke daerah yang masuk lebih dalam.

Untuk medis nya saya tidak bisa bercerita banyak, karena gak ngeliat pas event nya (jumat dan minggu ini). Dari cerita yang saya dengarĀ  cukup banyak warga yang terlayani, terlihat dari kesibukan para dokter. Terlihat juga cukup banyak obat2 tersedia di meja tenda posko. Posko tetap siaga dengan perlengkapan dan orang-orang medisnya.

Untuk anak2??
Sukarelawan yang tergabung dalam baksos ini merancang program dan mengajak anak-anak kecil untuk bermain. Cukup banyak anak-anak yang ikut dan senang bermain dengan para sukarelawan. Oh iya, mereka masih bersekolah di tenda-tenda, masih takut di dalam ruangan.

Ada satu sesi di mana saya bermain sambil bercerita denganĀ  bebrapa anak, bernama Parida, Santi,dll, usai permainan yang berhasil mereka pecahkan, saya pun menanyakan hobi mereka, sukanya gambar apa, dan pertanyaan seputar kejadian gempa yang mereka alami. Ternyata cukup menyisakan ketakutan yang mendalam bagi mereka. sampai saat itu, banyak warga yang belum berani tidur di rumah mereka, merka tidur di tenda2 yang terpasang di luar, bahkan ketika saya dan teman-teman berada di tenda usai bermain dengan anak-anak, ada seorang anak kecil yang mengaku udah gak tidur 3 hari karena takut.Ā  Terpancar keletihan dan kekuatir yang mendalam terlebih ketakutan di raut wajahnya.Cukup menyisakan ketakutan tersendiri, ada juga seorang anak yang trauma melihat keramean, ujar seorang sukarelawan.

Mungkin hal yang dilakukan terhadap anak-anak kecil ini terlihat sepele, tapi terasa beda ketika melihat keceriaan dan senyum serta tawa terpancar dari wajah anak2. Bgitu jua belain lenbut tangan-tangan dan pelukan sukarelawan membuat anak-anak merasa disayangi. Tampaknya mreka tidak terlalu sering dibelai/dipeluk.
Berharap keceriaan kala bernyayi, semangat berpuasa dan bermainĀ  mengisi hari-hari mereka. Meski anak kondisi anak zaman sakarang yang menurut saia memprihatinkan.Ā  Masa lagu masa kecilnya ST12, mbah surip, dll cobaa, saia bahkan gak hapal tuh lirik2nya, mereka bisa dooong.. prihatinnya, sangat sedikit tau lagu anak2, saya pernah nanya tau lagu ini itu,, mereka hanya geleng-geleng kepala,, anak-anak jaman skarang -____-“” ,, tp gak bs disalahin juga sih, wong lagu anak2nya juga pada gak ada.
Teringat masa kecilku masih ada penyanyi2 cilik, josua, trio kwek-kwek, meisha, enno lerian, agnes, dll. Kemana perginya produsen musik untuk anak2 yaa??

Saat perjalanan pulang,banyak mendengar cerita opa Barto (ko’iim) yang juga cukup banyak melihat-lihat daerah sekitar situ dan berintreaksi dengan warga. Ada konsultan inggris yang menyarankan proyek pembangunan rumah bambu, cukup tahan 2 tahun. ujarnya. Lumayan, stlah nyimpan duit 2 tahun, moga bisa membangun rumah yang (harusnya) yang baik.

Mengapa saya katakan baik?
karena rumah yang gak bener, seperti penyangga nya cuma batu, gak ada besinya (saia lupa istilahnya apa), campurannya banyakan tanah, mungkin anak sipil lebih cocok ngejelasin,pokoknya masih gak standard soal keamanan gitu lah, hehe. Bisa dibilang kerusakan gempa menggambarkan kualitas rumah. Ada terlihat rumah bambu gak kenapa2, rumah beton malah ambruk.

Pertanyaan yang muncul adalah boro2 bikin rumah yang bener, punya rumah ajah syukur… *nah loooh*

Moga apa pun lah kebijakan pemerintah, bala bantuan yang tersalur bisa membantu saudara-saudara kita di sana.

smangaat juga buat semua sukarelawan..

One thought on “Baksos Gempa di Pengalengan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s