Renungan singkat

Pencobaan di padang gurun.

Perikop yang saya tidak duga sama sekali menjadi bahan perenungan yang dibawakan oleh ko’iim saat wiken kamp nas  minggu lalu. Awalnya saya bertanya-tanya, korelasi nya dengan kamp nas sejauh apa.. Penasaran ??  mari kita mulai.. haha 😀

[ Ada baiknya membaca dulu perikop ini di Mat 4 ]

Terdapat 3 tawaran pencobaan yang dialami Yesus  yang juga menjadi  tantangan  bagi alumni :
1. menyalahgunakan kekuasaan
[Mat 4:3]  jika Engkau anak Alllah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.

2. godaan untuk menunjukkan siapa kita
[Mat 4 : 6] lalu berkata kepadaNya : “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis : Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikatNya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kakiMu jangan terantuk kepada batu”

3. menukarkan Tuhan dengan segala-galanya
[Mat 4 : 9] dan berkata kepadaNya : “semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku”

Mengapa kamp nasional ini dianggap penting? (*slain dari emang visi misi nya )
1.Retreat..
Hal ini penting,  mengingat pola pelayanan Yesus sendiri, yang kerap terlupakan oleh kita. ‘Menyendiri kepada Bapa’ , pola inilah yang bisa kita temui spanjang kisah pelayanan Nya.  Saat memulai  pelayanan, saat melayani , kesibukan tak menghambat Dia untuk tetap menyediakan waktu untuk merenung dan berbicara dengan Bapa, bahkan saat mengalami ketakutan yang luarbiasa, Dia menyendiri menghadap Bapa.
Retreat , berhenti sejenak atas rutinitas,  membantu menyadari siapa diri kita, menyendiri kepada Bapa untuk suatu keputusan yang akan diambil ke depannya.. mencari kehendakNya.

2. Menolong membukakan sedini mungkin mengenai tantangan alumni yang sudah dijelaskan sebelumnya.

3. Melalui kamp nasional, tiap orang yang hadir diingatkan, disadarkan dan diteguhkan  identitas sbagai  anak-anak Allah, duta-duta Allah untuk membawa kerajaan Allah ke dunia.

Stelah menang dari pencobaan ini ,Yesus memulai pelayananNya.. berjalan untuk kehendak Allah.
Demikian lah renungan singkat dari ko’iim. Bagian yang menyentuh saya, selain dari visi misi kamp nas itu sendiri dan tantangan2 yang ada, adalah ‘pola pelayanan Yesus’ yang tak melupakan relasi dengan Sang Bapa, tetap berdoa , merenung dan menyediakan waktu untuk Bapa..

Ke depannya pasti akan lelah,pusing, hectic sana sini, tapi biarlah kiranya Tuhan sendiri, Sang Gembala jiwa, yang memberi kekuatan bagi kita semua, dan bersyukur karna itu hanya anugrahNya . Ikuti polaNya, yukss 😉

Shepherd of My Soul
Shepherd of My Soul  I’ll  give You full control
Wherever You may lead I will follow
I have made a choice to listen for Your  voice
Wherever You may lead I will go
Be it in quite pasture or by a gentle stream
The shepherd of my soul  is by my side
Should  I  face a mighty mountain
Or a valley dark and deep
The shepherd  of  my soul will be my guide

Smangaat…

-Bersinar Terang –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s