November Rain, bukan judul yang sebenarnya :P

Musim penghujan di bulan November.  November Rain, begitulah kata insan-insan, yang mereka yakini adalah makhluk yang punya akal dan budi.  Cuaca di kota dimana aku sekarang berada tidak terlalu bersahabat. Awan di atas langit sana serasa tak sabar menumpahkan isi kantongnya ke  bumi. Meskipun aku tak bisa melihatnya secara langsung, namun aku dapat merasakannya. Setidaknya begitulah yang kurasakan dari tubuh seorang  insan, tuan putriku yang kedinginan meraup-raup merapatkan dirinya padaku kala malam menjelang, atau sekembalinya dia dari luar dengan kaki dan tangan yang hampir beku.

Terus terang, aku merasa sangat senang, kala jemarinya menarikku untuk berbaring dengannya, dengan pelukan hangat aku mengantarkan tuan putri  ke alam mimpinya.  Bisa digolongkan tubuhku termasuk tebal jika dibandingkan dengan teman-temanku yang lain, meski konsekuensinya adalah bobotku yang berat. Namun, kehangatan tubuhku mampu menghangatkan tubuh tuan putri yang dingin ataupun mendinginkan pikirannya yang panas, mungkin panas oleh kode-kode program tugasnya, ataupun urusan lainnya. Tidur merupakan terapi yang baik bagi dirinya.

Kadang aku merasa kasian, melihat tuan putri yang yang dalam raut wajahnya tampak lelah dan ngantuk, namun masih saja menatap layar, memencet jari-jarinya ke atas keyboard. Sesekali aku melihatnya melirikku, namun dia segera berpaling , seakan berkata dalam hati, semoga setengah jam  lagi bisa kelar dan bisa tidur.
Saat malam semakin larut, aku kuatir akan kesehatannya. Matanya tampak semakin redup, seredup lampu tidur yang biasa digunakannya kala tidur.

Aku bersama kasur dan bantal memanggil-manggilnya untuk beristirahat sejenak. Seringkali telinganya tak mendengar teriakanku, tapi terkadang dia tergoda juga oleh rayuanku, haha.

Dengan setia aku merangkul penuh kehangatan tubuhnya yang rapuh oleh dingin, sampai ia tertidur dengan pulasnya.

“memang dasar si tuan putri, tidur pun lasak”, ujarku lembut, seakan tak ingin dia terbangun.

Karena lasaknya aku pun kerap terjatuh ke lantai.

“andai ku punya tangan, sehingga tuan putri tak harus terbangun dari tidurnya karena tersadarkan oleh dinginnya pagi “, pikirku saat jemarinya menjemputku dari lantai dan mendekapku kembali.

“tapi tak apalah, aku sudah berjodoh dengannya. kami saling melengkapi, kalau saja aku berjodoh dengan orang yang tahan dingin, mana mungkin  aku akan dipakai tiap hari.” pikirku lebih jauh lagi., sembari mengingat asal mula pertemuan kami.

“Ya, aku ingat sekarang. Aku dibawa dari rumahnya yang jauh di sana. Aku dipercaya menemani hari-harinya di perantauan yang terkenal dingin.”
—-

Tugas apress untuk minggu ini ada dua. Kami disuruh penokohan atas benda mati. Satunya kursi (ditetapin ama bapaknya) dan satunya terserah.

Tulisan di atas berjudul ‘selimut’. Sebenarnya pengen buat judulnya ‘selimut’ tapi langsung keliatan banget.. Dipilihlah ‘November Rain’ mewakili di bulan november yang sering hujan. Berbicara mengenai hujan, sebenarnya bagi saya, kata ini punya filosopi pribadi, tapi tidak perlu dibahas di sini, huehue..

Kenapa saia milih selimut?
jreng jreng jreng…
Tribute untuk selimutku tersayang, meski skarang harusnya udah masuk ke laundry untuk dimandi-in, namun cuaca tak bersahabat (*baca : dingin) menyebabkan saia tidak rela berpisah meski hanya sesaat.. hahahaa.

udahan dulu, ah.. skarang lanjut bikin tulisan tentang ‘kursi’ yang bakal banyak menyentuh realita.


17-11-09

14 thoughts on “November Rain, bukan judul yang sebenarnya :P

  1. ahaha.. pertama aku baca mikirnya malah anjing golden retriever yang gede.. er… ternyata selimut… =.=
    keren mel.. hehe..😄

  2. hoo.
    di awal kirain masih tentang mel sendiri. tapi gitu ngeliat ada ‘tuan putri’ langsung berpikir lain.
    hehee.
    bagus mel. cukup menjiwai si selimut.

    btw endingnya emang cuman ampe situ ya mel?

    • halo riza,, salam kenal..
      *agak aneh nyebut nama nya,,
      soalnya namanya sama ama dosen pembimbing TA saia..
      hahahha…

      cerita si selimut nyaa??
      iya sh dari saia nya udah sampe di situ aja sh,,
      hueee…

      huaaa,, barusan blog walking..
      blog yang satunya tampak ber-herbal ria😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s