Jangan biarkan Panggung itu kosong

Panggung berdiri megah,
berdekorkan kepulauan nusantara,
berjubahkan merah putih,
berhiaskan pohon terang, bintang, dan pernak-pernik Natal,
bertuliskan “ekspresikan aksimu, nyatakan kasihmu”

detik, berganti menit, berganti jam bahkan hari dan minggu,
panggung itu kosong..
apakah Natal tidak begitu disambut dengan sukacita ?
heran, sembari ingin masuk ke panggung,
namun diri ini tak berani sendiri,
sampai akhirnya kudapatkan penggalan tulisan di panggung,
“namun lepaskan topeng di wajahmu!”

jangan biarkan panggung itu kosong,
tanggalkan topeng-topeng yang memberatkan wajah,
topeng keegoisan, topeng kecuekan, topeng kemunafikan, dan topeng jenis lainnya.
kenakanlah perangkat kasih tulus, murni, sederhana,
sesederhana bayi Yesus yang lahir di kandang domba,
berbaringkan palungan dengan kain lampin,
Dia yang juga pernah mengisi panggung itu.

Jangan biarkan panggung itu kosong,
Panggung Indonesiaku!

-melz-
28 Nov’09 23.30

2 thoughts on “Jangan biarkan Panggung itu kosong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s