dua lima tempo dulu hingga kini (1)

Dua empat dua lima adalah tanggal istimewa buat umat Nasrani di sluruh dunia. Sluruh dunia tahu kalau dua lima itu diperingati sbagai Hari Natal, di bulan desember tentu saja😛 .

Sewaktuku kecil,masih jadi anak sekolah minggu, mulai dari TK sampai SD kalo ga salah ingat, natal tahun per tahunnya selalu membacakan  liturgi natal. Biasanya, di GKPI,grejaku di sana, kala natal ada pembacaan liturgi yang isinya kutipan2 ayat2 alkitab. Jadi pada satu giliran  liturgi akan maju dan berjejer sekitar 7-8 orang, dan mulailah mengucapkan ayat liturginya masing-masing dari yang paling pinggir hingga ke ujung pinggir yang satunya lagi. Sebelumnya, ayat liturgi itu diminta untuk dihapalkan, jadi ayat hapalan disesuaikan dengan usia sang liturgis. Satu hal yang membuat saya sedikit tertawa membayangkan saat2 liturgi : posisi tangan yang disejajarkarkan dengan perut dan keduanya saling menggenggam, satunya di atas dan yang lain di bawahnya (*hahaha, saya sh membayangkannya lucu😛 , kenapa harus begituan ya?? br mikirnya setelah beranjak dewasa.. haha)..
Ada juga liturgi dari berbagai bahasa (Yoh 3:16), ada mandarin, jepang, inggris, jerman, dll, dan batak tentu saja B-) . Wow, dulu sih saya mikirnya ini cuman keren-keren-an doang. Lagipula kan gak ada orang yang berbangsa-kan itu yang sedang hadir di ibadah natal. Skarang, saya menyadari kalau Yesus lahir untuk semua bangsa, bukan cuman orang Indonesia saja😉
Slain liturgi, biasanya anak2 skolah minggu juga dilatih dengan nyanyian persembahan buat acara natal. Saya masih ingat ama sosok guru sekolah minggu saya yang dengan semangatnya mengajarkan kami lagu ‘Kami puji dengan riang, dll’. Juga ama sosok guru skolah minggu yang sangat baik, suka memberi hadiah buat anak2, satu kali kala natal, dia membagikan boneka tangan santa. HoHoHo.. Skarang mereka pada di mana ya?

Kalau di skolah minggu menjadi liturgis, di skolahan ceritanya beralih menjadi penari. Entah kenapa pas zaman bocah ingusan, tampaknya saya sering disuruh guru untuk menari bareng teman2 lain. Gyaaa… saya sih mau-mau aja karna yang minta guru, takut dimarahi kalo nolak..ckckck..
Beranjak SMP, natal skolahan saya dan teman2 turut mempersembahkan pujian (*paduan suara kelas) dan drama natal.   SMA,saya tampaknya menjadi jemaat saja B-).. haha..

Bagaimana dengan rumah?
Awal desember sudah mulai memasang pohon terang. Saya suka melihatnya kala malam, keadaan ruang tamu gelap dan lampu pohon terang dinyalakan. Seketika pohon yang biasa2 saja bermandikan cahaya. Kadang lampu2 bergantian berkedap-kedip seakan ada yang memberi aba-aba, terkadang sama2 redup, sama2 bercahaya dan terkadang smua lampunya nyala. Indah!
Malam natal, biasanya pergi ke gereja, sehabis itu menghabiskan waktu di rumah, biasanya sh pada nonton. Keesokan paginya greja lagi, dan saat bersekolah momen natal terkenal dengan liburan panjangnya hingga ke liburan tahun baru.

Tahun ini, resmi tahun ke-empat tidak merayakan natal bersama keluarga, dan pandanganku tentang natal pun berubah. Dua tahun yang lalu tepatnya, ada satu buku, “Natal momen penuh makna” , yang menjadi buku terfavoritku sepanjang masa, mengubah pandanganku tentang apa itu Natal. Bagaimana kelahiran Yesus yang adalah Sang Raja datang bukan dengan kemegahan, tp dengan kesederhanaan, bahkan di kandang domba yang
hina. Sangat berbeda dengan apa yang dunia lihat dan pikirkan. Allah mengutus Yesus untuk hidup di bumi yang keras dan kasar, bukan lahir di keluarga kaya atau bahkan sebagai putra mahkota yang sangat jauuh dengan rakyatnya. Bisakah seorang putra mahkota memahami penderitaan rakyatnya jika dia tak mengalami penderitaan yang sama seperti yang dialami rakyatnya?
Hidup tanpa keuntungan, kekurangan , kemiskinan, diskriminasi, penindasan, penolakan, ditinggalkan penderitaan fisik dan bahkan kematian sudah Ia alami. Apa yang skarang kita alami tidak ada apa2nya dibanding penderitaan yang Dia alami, penderitaan yang bukan karena dosaNya, semata-mata hanya untuk manusia. Jikalau kita mengadu, mengeluh ataupun menjerit kesakitan, saya percaya Dia memahami, karena Dia pernah mengalaminya.

Juga bagaimana sikap orang Majus yang mengikuti bintang dan hanya menemukan kandang, ini yang sering juga kita alami bukan? Bagaimana palungan dari sesuatu yang biasa menjadi luar biasa jk Dia berada di dalamnya.Bagaimana Yusuf dan Maria,  yang penuh dengan pertanyaan2 tak masuk akal, namun taat menjalani perintah Tuhan. dan masih banyak perenungan lain. (*bagi yang belum baca saya sangat menyarankan untuk membaca buku ini ;))

-bersambung-

One thought on “dua lima tempo dulu hingga kini (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s