Merangkai Kata

Merangkai Kata

kucoba merangkai kata pada angin,
agar angin memahatkannya pada langit,
dan langit mencerminkannya pada laut,
kemudian laut menyampaikannya pada ombak,
dan ombak mengantarkannya ke tepian pantai,
sampai pantai menyentuhkannya pada kakiku,
yang berjalan menatap jejak,
dan angin kembali berbisik padaku,
aku hanya bisa tersenyum,
atas kata yang terangkai.

-melz-
18 Des’09

Merangkai kata, satu dari tiga puisi yang harus saya kumpulkan demi memenuhi uas apresiasi sastra yang kuambil di smester yang hampir berakhir ini. Sebenarnya saya ingin melukis pantai lewat rangkaian kata. Namun selain, waktu yang sangat mendesak untuk dikumpulkan (sementara masih ada satu cerpen yang blum saya tuliskan), juga karena tahun ini  saya gagal jalan-jalan ke pantai , akhirnya tulisan itu pun terpaksa di tunda dulu..hehe.

Puisi ‘Aku bermimpi’ oleh Margaret Fishback Powers , yang kemudian disebarluaskan sebagai ‘Jejak-jejak kaki’, adalah salah satu pemicu terbesar saya untuk jalan-jalan ke pantai.

Bagi yang belum pernah baca, ini versi Indonesia-nya :

Suatu malam aku bermimpi
berjalan-jalan di sepanjang pantai bersama Tuhanku.
Melintas di langit gelap babak-babak hidupku.
Pada setiap babak, aku melihat dua pasang jejak kaki,
yang sepasang milikku dan yang lain milik Tuhanku.
Ketika babak terakhir terlintas di hadapanku,
aku menengok jejak-jejak kaki di atas pasir,
dan betapa terkejutnya diriku.
Kulihat bahwa acapkali di sepanjang hidupku,
hanya ada sepasang jejak kaki.
Aku sadar bahwa ini terjadi justru saat hidupku
berada dalam keadaan yang paling menyedihkan.
Hal ini selalu mengangguku,
dan aku pun bertanya kepada Tuhan tentang dilema ini.
“Tuhan, ketika aku mengambil keputusan untuk mengikuti-Mu,
Engkau berjanji akan selalu berjalan dan bercakap-cakap  denganku
di sepanjang jalan hidupku.
Namun ternyata dalam masa yang paling sulit dalam hidupku,
hanya ada sepasang jejak kaki.
Aku benar-benar tidak mengerti
mengapa ketika aku sangat memerlukan-Mu Engkau meninggalkan aku.”
Ia menjawab dengan lembut, “Anak-Ku, Aku sangat mengasihi-mu
dan sekali-kali Aku tidak akan pernah membiarkanmu,
terutama sekali ketika pencobaan dan ujian datang.
Bila engkau melihat hanya ada sepasang jejak kaki,
itu karena engkau berada dalam gendongan-Ku”

-Margaret Fishback Powers-

versi Inggrisnya bisa dibaca di blog temen saya, irwan, di sini.

Jadi, bukan sembarang jalan-jalan aja sh, saya ingin menuliskan jejak-jejak kaki kecil versi mel, moga tahun depan kerealisasi, haha😛

– tulisan ini hanya pengantar sebelum memasuki catatan akhir tahun saya sembari mulai menapaki lagi jejak langkah kaki yang telah menghantarkan saya sampai sejauh sekarang ini –

*bersambung…

3 thoughts on “Merangkai Kata

  1. hoho.. saya di link😄

    wish u a good year this year..
    (pertamanya mau nulis best year, cma ntar tahun depannya ga bakal best lagi donk? jadi ga jadi… XD)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s