Manusia (Serigala)

Manusia adalah serigala bagi sesamanya. Pernyataan ini membuat hati kecil saya dan mungkin  Anda-Anda berontak tidak setuju. Masa iya, manusia yang katanya makhluk yang berbudi dan mulia disamakan dengan hewan. Yang benar saja.  Manusia-kan jauh lebih tinggi dan berharga dibanding hewan-hewan.  Saat saya berpikir demikian, ada hal-hal yang tiba-tiba mendatangi pikiran saya.

Wahai manusia pemalas, belajar lah dari semut.
Wahai manusia yang tidak setia, belajarlah dari merpati,
(*dan sebenarnya  masih ada yang lain, cuman saya lupa, haha :D)

Wow, manusia tampaknya tak boleh tutup mata akan keberadaan mahkluk lain. Nyatanya, masih perlu belajar, bukan hanya  dari teladan beberapa hewan tetapi juga sifat yang tidak baik dari hewan-hewan tersebut  (agar tidak ditiru).

Beberapa hari yang lalu saya menonton film Wolfman. Film ini berkisah tentang  si manusia serigala yang  berubah menjadi serigala di kala bulan purnama. Menurut saya pribadi, film ini agak seram. Di beberapa adegan, saya menutup mata, haha. Sebenarnya gak terlalu suka film jenis begini. Tapi untuk hal-hal tertentu, boleh juga filmnya, haha😉

Usai menonton film ini, ada yang menarik perhatian saya. Bulan purnama. Apa sebenarnya benda ini ? Mengapa pengaruhnya begitu besarnya? Sampai-sampai bisa mengubah manusia menjadi serigala?

Terlintas dalam benak saya tentang hal-hal yang berkenaan dengan bulan.
Dalam ungkapan Indonesia, Dewi Bulan digunakan untuk menggambarkan gadis yang cantik jelita.Dunia Barat  mengatakan ” menari di bawah sinar rembulan (dancing in the moonlight) ” untuk menggambarkan suatu hal yang sukacita karena keberadaan sinar si rembulan. Mungkin sinar-sinar terang bulan purnama membuat orang-orang tak takut diganggu hujan saat melakukan kegiatan yang menyenangkan di alam terbuka. Tidak akan ada hujan saat bulan purnama (dan saat saya cermati ternyata benar, haha).  Penyair  Cina melambangkan Bulan sebagai cerminan wajah orang yang dirindukannya.

Tambahan lagi (yang saya baru tahu akhir-akhir ini😛 ), ternyata bentuk bulan itu dari masa ke masa menggambarkan senyuman. Bulan sabit, senyum nya masih tipis, demikian seterusnya hingga bulan purnama, senyum telah menjadi tawa lebar , haha😀

Lantas, mengapa  keberadaan Bulan Purnama yang demikian baik dapat menjadi bencana ?

Ketika apa yang baik  dan yang seharusnya untuk dinikmati bersama untuk kepentingan bersama telah berubah menjadi untuk kepentigan sendiri. Bahkan merelakan orang lain/sesamanya agar keinginannya tercapai.  Di situlah terletak kebuasan (serigala) yang berbahaya. Manusia yang tergigit (terikut) oleh si manusia serigala ini pun akan menjadi manusia serigala. Terkutuk dan terpedaya untuk melukai sesama, tidak peduli sesama dan bahkan kerap membunuh sekitarnya.

Gwen, dengan cintanya  berhasil mengubah Lawrence kembali menjadi manusia.
Hanya cinta sejati yang bisa membebaskan kutukan, begitulah kepercayaan orang Gypsi . Tiba-tiba  merasa sangat bersyukur  bahwa Tuhan mencintai manusia dengan cinta sejatiNya.  Ia rela mati berkorban di kayu salib demi melepaskan kutukan maut. Supaya Anda dan saya boleh menerima keselamatan. Tidak ada lagi ke-serigala-an yang menguasai.

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Kata-kata ini terasa jauuuh lebih indah dibanding kalimat pembuka saya tadi. Sesama yang adalah keluarga, teman se-kampus, se-kosan, sekitar kosan, dan tak terlupa bagi saudara se-nusantara.

Sebelum mengakhiri, izinkan saya mengutip secuil percakapan di bagian awal :  “Jika bertemu orang yang tepat, menikahlah dengan dia. “

Saya  suka dengan kata-katanya  (mungkin karena kata-kata ini pernah terlontar beberapa saat sebelum film ini diputar , haha).

Cukup sekian, sampai jumpa di cerita film berikutnya 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s