Ah, Hanya Sudut

anak kecil,
di sudut kota,
terpinggir,
ah,hanya sudut.

anak kecil,
berbaju debu,
bertopi terik,
memancar lesu,
ah, hanya sudut.

tiada baca tulis main,
kepadamu adik kecil,
kenal hurufkah kamu,
ataukah hanya kenal angka receh?

ingin ku bertanya,
benda apa yang ada di benakmu,
adik kecil?

yang kutahu,
hanya benda di tanganmu,
yang kudengar,
hanya senandung lemahmu.

anak kecil,
anak jalanan,
hanya sudut.

sudut,
takkan jadi inti lingkaran,
bila dianggap hanya sudut,
dari ruwet simpul benang bangsa.

Melz
21 Juni 2010

*keprihatinan akan keberadaan anak jalanan yang semakin banyak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s