Memetik Cerita dari Insomnia

Sebuah petikan cerita dari mel yang dilanda insomnia di suatu hari😀

Rasa kantuk menjadi anugerah ketika insomnia melanda. Sudah mencoba memejamkan mata tetap saja tidak bisa tidur, mungkin karena kelamaan tidur di sore hari (doh).  Lalu tanpa sengaja saya teringat akan masa kecil saya–sewaktu masih muda dulu😛

Di rumah, kami punya ruangan tempat berkumpul. Biasanya kala malam hari tiba, semua berkumpul untuk menonton acara televisi.  Apabila sudah mengantuk biasanya orangtua saya akan menyuruh langsung tidur ke kamar. Namun, tak jarang pula, kami anak-anaknya malah tertidur  sebelum disuruh ke kamar😀 .  Pagi harinya sewaktu bangun, kami udah berada di kamar  tidur. Kami pun tahu kalau bapaklah  atau mungkin terkadang mama yang menggendong kami ke tempat  tidur. Sebelum ini saya tidak pernah memikirkan hal ini sama sekali.

Saya pun teringat akan penggalan  kata pengantar John Stott  pada buku ‘Hudson Taylor, Lesson in Dicipleship’:

Faith is the trust of a child. God is not only the Faithful One, but our Father too through Jesus Christ. He invites us to call him ‘Father’ and to share our concerns and needs with him as children do with their parents. I cannot do better here than quote Hudson Taylor himself: ‘I am taking my children with me, and I notice that it is not difficult for me to remember that the little ones need breakfast in the morning, dinner at midday, and something before they go to bed in night. Indeed, I could not forget it. And I find it impossible to suppose that our Heavenly Father is less tender or mindful than I’. Again, ‘I do not believe that our Heavenly Father will  ever forget his children. God is very very good Father. It is not his habbit to forget his children.’

Wow😀
Dini hari ini saya diingatkan akan kasih sayang bapak  dan juga iman kepada Bapa–iman seperti anak kecil yang percaya sepenuhnya.
—–
*Terkenang akan masa kecil membuat saya ingin merasakan lagi masa-masa di mana masih blum merasakan kepelikan hidup dan blum banyak memikirkan tentang cinta dan masa depan, haha😛

2 thoughts on “Memetik Cerita dari Insomnia

  1. haduh.. makasi lah ya ka..
    kutipannya Hudson Taylor menyentuh pisan.

    oya,
    “Terkenang akan masa kecil membuat saya ingin merasakan lagi masa-masa di mana masih blum merasakan kepelikan hidup dan blum banyak memikirkan tentang CINTA dan MASA DEPAN”

    ini aku setuju banget. wkwk

    • hihii..
      iya tor..
      barusan aku jalan bareng temen2 yang senasib..
      senasib akan melangkah ke jenjang selanjutnya..
      dan omongannya dooong ttg CINTA dan MASA DEPAN😛
      wkwkwkwk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s