Kilometer Nol

 

Milestone atau batu kilometer (indonesia menggunakan satuan kilometer bukan mil) bukanlah batu biasa. Tubuhnya bertuliskan singkatan kota dan angka petunjuk (dalam kilometer). Angka ini berubah di tiap kilometer dan menjadi acuan bagi pengemudi bahwa mereka masih berjalan di jalan yang seharusnya. Angka ini juga kerap memberi petunjuk mengenai berapa kilometer jarak yang telah mereka tempuh dari kota asal ataupun berapa kilometer jarak lagi yang harus ditempuh untuk mencapai kota tujuan.

Kini, suatu jalan yang mulai kujalani empat tahun yang lalu telah mencapai kilometer nol. Aku pun tiba di sebuah kota. Orang-orang menyebutnya Kota Alumni. Kota macam apa ini? Adakah rumah, jalan, taman, tempat bermain, tempat belajar dan pergaulan yang seindah dulu ketika aku masih di Kota Mahasiswa? Entahlah, rasaku masih belum bercampur dengannya. Mungkin karena saat ini aku masih memasuki gerbang kota itu dan  masih sedang menatap tulisan yang berkata: “Selamat datang di Kota Alumni.”

Tak dapat dipungkiri ucapan selamat datang itu mengingatkanku akan saat-saat di mana aku baru pertama kali menginjakkan kaki di Kota Mahasiswa. Ah, berasa seperti hari kemaren saja melewati semua kisah itu ; kisah saat baru pertama kali menjadi mahasiswa, kisah saat bingung menentukan jurusan, kisah saat melalui masa-masa sibuk di perkuliahan juga unit/himpunan sampai kisah saat berjuang menyelesaikan Tugas Akhir. Semua kisah itu meninggalkan jejak kaki kecilku di Kota Mahasiswa, pun kisah-kisah lain yang bagiku terlalu manis untuk dilupakan—kisah pembelajaran di himpunan tercinta, kisah persahabatan dengan teman-teman seangkatan, kisah persaudaraan di KTB dan persekutuan, serta  kisah tak terlupakan saat menjadi panitia kamp (Kamp Kelompok Kecil dan Kamp Nasional Mahasiswa).

Aku bersyukur kepada Tuhan tiap kali mengenang kisah perjalananku di kota itu. Aku bertemu dengan Sosok yang luar biasa. Pertemuan itu banyak mengubahku dari sekedar ‘tahu’ menjadi ‘kenal’. Tahu dan kenal ternyata dua kata yang berbeda. Paulus menyebutnya: “bukan dengan kata orang saja aku tahu.”  Ya,bukan dengan kata orang saja, aku pun turut mengalaminya. Pengenalan akan Tuhan tak datang dengan sendirinya, tak pula datang langsung dalam paket utuh. Pengenalan itu datang dalam anugerah paket kecil dan sederhana yang dibungkus dengan kertas ‘ketaatan dan ucapan syukur’.

Lantas di manakah kutemukan berbagai anugerah paket pengenalan itu? Aku menemukannya di persekutuan, Kelompok Tumbuh Bersama (KTB), kepanitiaan demi kepanitiaan yang kuikuti, gereja, pergaulan dengan teman-teman sekitarku, setumpuk aktivitas di himpunan, dan juga keseharianku dalam menjalin hubungan pribadi denganNya. Bagiku pengenalan akan Kristus adalah hal terindah yang pernah kurasakan. Suatu anugerah pula bagiku bila aku dapat melayani Dia selama masih menjadi mahasiswa. Ya, pelayanan adalah anugerah, karena lewat itulah Dia mengajarku tentang banyak hal. Aku menikmati setiap pembelajaran dan pembentukan karakter yang boleh terjadi dalam hidupku, termasuk pandanganku tentang hidup—bahwa hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk oranglain, terlebih untuk Tuhan, Sang Pemberi kehidupan itu sendiri.

Ah, mungkin tak cukup beberapa halaman bila melukiskan semua kisah manis yang kurasakan.  Adik-adikku, perjalananmu masih jauh dari kilometer nol. Isilah perjalanan itu dengan hal-hal yang indah bersama Sang Penuntun Jalan Kebenaran.  Dia menunggumu dan ingin bertemu denganmu.

Live for the journey, not destination, because our lesson come from the journey, not the destination.

Melz,
Bandung
050810

#sebuah tulisan untuk buletin HYMNOS😉

2 thoughts on “Kilometer Nol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s