Cerita dari Pertemuan Pertama

“Oh ini chestnut?”, ujarku  sedikit terperangah. Dengan spontan, pikiran ini seakan memutar lagu  natal  dari Eropa sana “Chestnut Roasting on an Open Fire”.  Benar adanya, chestnut yang siap disantap itu telah melalui api panggangan terlebih dahulu. Seorang rekan kerja membawanya sebagai oleh-oleh dari negeri seberang.  Bentuknya mirip dengan biji nangka yang di panggang, awalnya saya mengira itu biji nangka. Rasanya pun hampir menipu, manis  mirip dengan ubi jalar. Mungkin saya tidak dapat membedakan mana ubi jalar mana chestnut dengan mata tertutup.

Usai pertemuan pertama kami,  saya pun dilanda penasaran, hehe. Mengapa benda ini sebegitu terkenalnya, sampai seseorang dapat  meramunya menjadi lirik lagu.  Maksud saya, lagu, ya lagu yang berarti semua orang, di mana saja, dan kapan saja bisa mengumandangkannya. Hebat juga, ya.

Lalu, saya pun menelusuri kisah lagu ini dan sejarah chestnut itu sendiri (*sebenarnya ingin meringkas sendiri tetapi rasa raga tidak sanggup dan ingin istirahat secepatnya, hehe, jadi bisa dibaca di sini dan di sini ) Cerita pun berlanjut  saat  saya ingin mengetahui bahasa Indonesia chestnut, saya pun membuka kamus dan mendapati ungkapan. Isinya begini: “to pull s.o.s chestnuts out of the fire artinya bersusah-payah atau berkorban untuk membantu orang  lain melepaskan diri dari kesulitan.”

Seorang tokoh langsung tergambar di benak saya–tokoh yang kesederhanaanNya sangat saya kagumi. Yesus  melakukannya.  Dia datang ke dunia, berkorban untuk melepaskan Anda dan saya, supaya kita boleh beroleh selamat.  Wow,  benda ini ternyata berbicara banyak hal padaku hari ini. Sampai bertemu di pertemuan berikutnya, chestnut . Kamu manis, deh. Haha  ;)

Chestnuts roasting on an open fire,
Jack Frost nipping on your nose,
Yuletide carols being sung by a choir,
And folks dressed up like Eskimos.

Everybody knows a turkey and some mistletoe,
Help to make the season bright.
Tiny tots with their eyes all aglow,
Will find it hard to sleep tonight.

They know that Santa’s on his way;
He’s loaded lots of toys and goodies on his sleigh.
And every mother’s child is going to spy,
To see if reindeer really know how to fly.

And so I’m offering this simple phrase,
To kids from one to ninety-two,
Although its been said many times, many ways,
A very Merry Christmas to you

Kombinasi  kekeluargaan dengan semangat tak henti agar gaung Natal tetap bergema, meski sudah dikatakan ulang dan berulang kali.

Although its been said many times, many ways,
A very Merry Christmas to you🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s