Batu-pasir-kopi

Ilustrasi batu-pasir ini pernah  kami (DJ’ers)  bahas sewaktu membicarakan tentang waktu dan prioritas. Ya, hampir miriplah dengan penggalan cerita di atas, hanya dengan tambahan ‘kejutan’ tentang kopi. Terus terang aku senang membaca bagian akhir yang mengatakan “sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat🙂

Memasuki paruh tahun berkecimpung di dunia kerja, aku semakin menyadari apa saja batu-pasir-dan-kopi yang tiap harinya terisi dalam toplesku kehidupanku.  Salah satu batu bagiku adalah relasi yang dekat dengan Allah, dengan demikian pekerjaan yang pula adalah batu dapat kupahami sebagai dua poin–suatu anugerah dan adalah karya.

Cerita punya cerita, pergumulan untuk tetap menjaga relasi dekat dengan Allah adalah pergumulan klasik para alumni. Saat teduh, PA, disiplin rohani seperti doa syafaat, puasa,  KTB bawah dan samping, dll nya terkesan kalah dengan seabrek pekerjaan dan tubuh yang lelah.  Toples sudah penuh dan tidak cukup lagi diisi dengan hal-hal begituan. Benarkah?  Ataukah pasir-pasir yang justru mengisi ruang-ruang toples itu?

Syukur kepada Tuhan, diingatkan kembali mengenai hal ini saat persekutuan Paskah, PD di gereja, dan baru saja semalam lewat sharing seorang Sauu🙂 Dan itu salah satu manfaat secangkir kopi bersama sahabat (*bukan harafiah😛 ) bukan?😀

**

I said to the Lord, You are my Lord; apart from You I have no good thing..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s