Kalap dan Terbatas

Kali ini ingin bercerita tentang dua hal yang berbeda namun ada kesamaan objek. Dua-duanya terkait dengan buku😀

Kalap
Astaga!! Ghuee udah berapa tahun di bandung dan baru ke Palasari Sabtu (6/8) kemaren, itu pun karena ada seseorang juga yang ke sana jadi bisa barengan. Udah lama dengar tempat jual/beli buku begituan, tapi tak pernah kesampaian menjejakkan kaki ke sana. Ke mana aja gw yak?

Di Palasari, Anda bisa mencari dan kalo ada bakal menemukan berbagai jenis buku yang Anda inginkan. Mulai dari buku komik, novel, biografi, politik, sastra, macem-macem, mulai dari tahun jadul sampai terkini. Awalnya hanya ingin melihat-lihat tempatnya kayak gimana dan ternyata awal tidak sama dengan akhir, karena akhirnya saya kalap beli buku, gyaaaa..

Kesan saya terhadap tempat ini, entahlah mungkin beda orang beda kesenangan, di tempat ini ada interaksi yang tidak saya jumpai di toko buku modern (dan ada tawar-menawar tentu saja :P). Berikut sepenggal cerita di toko-toko yang sempat saya singgahi.

Di suatu toko (TKP ke-kalap-an saya) karena melihat novel 2 (sudah masuk list yang akan dibeli) tertumpuk paling atas di suatu tumpukan, saya pun menanyakan harga ke si Bapak 1 (ada 2 orang Bapak di situ): “ini bukunya berapaan Pak?” Sekian-sekian tp dikurangi bisa jadi sekianx-sekianx (*sekianx supaya beda dengan variabel pertama *supergakpenting*). WOw, dalam hati saya berkata, lebih murah dibanding di ********😀
Di bawah buku itu ada buku 5cm, dan si Bapak 1 berkata,”ini bagus juga Neng bukunya”. Saya pun tersenyum dan berkata,”Bapak udah baca? Saya lagi baca sh Pak.” Bapak 1 membalas, “ada tulisannya sh Neng, best seller, biasanya kalo ditulis begituan bagus, hehe” Dalam hati saya tertawa geli ngeliat Bapak 1, begitupun dengan Bapak 2 yang menawarkan buku Dunia Sophie,Sang Alkemis,dll nya, dan ketika saya tanya Bapak udah pernah baca, dia pun menjawab banyak yang laku, Neng. Polos banget yak😀

Karena keramahan dan kekalapan beli buku pun akhirnya merogoh isi dompet. Ndak apa-apalah gak ada ruginya beli buku, bisa bikin perpus ntar dan bisa dibaca banyak orang, hehe.. *pembelaan diri setelah menyadari cukup banyak ternyata pengeluaran bulan ini untuk buku saja* Artinya penghematan akan dilakukan dari anggaran lain😛

Di toko lain, buku Evolution of the Earth menarik perhatian teman saya dan kemudian dia pun membuka buku yang ternyata penuh debu itu. Di halaman awal ada kalimat yang menarik perhatian saya, kira-kira begini tulisannya:

Dear future student,
Read this book, go to your the class, ask your prof, don’t stop learning, and after you finished the lecture, read Genesis 1 and trust it.

Gyahahaha, mana bukunya tebal banget bisa dijadikan bantal, dan pada akhirnya disuruh baca Genesis 1😀

Dan toko ketiga yang saya ceritain ini karena di toko ini sgala macam bahasa ada😀 Yah mungkin gak lengkap juga, tapi si Bapaknya adalah pencinta buku, sudah belasan tahun jual buku dan tetap mencintai buku. Saluut!!😀

Terbatas
Usai dari Palasari dan makan siang, tujuan berikutnya adalah Kalam Hidup untuk membeli beberapa buku yang tidak ada di Karawaci. Teman saya yang tadi karena ada rapat tidak ikut ke sini dan menitipkan buku yang berjudul Pujian dan Penyembahan oleh Graham Kedrick (*Kalo ndak salah). Stelah ngelilingi dan buku yang saya cari juga ndak ada, saya pun menanyakan ke Bapak yang bertugas, “Pak ada buku Pujian dan Penyembahan karya Graham Kedrick gak, Pak?” Dan setelah ia mencari dengan aplikasi pencarian di komputernya, si Bapaknya pun berkata, “Haduh, maap dek. Bukunya udah gak ada lagi, denger-denger juga udah gak diterbitin lagi, penerbitnya udah gulung tikar”

Mendengar ini satu kata yang terlintas di benak saya: “TERBATAS!!” Ternyata ini yang dinamakan edisi terbatas yak. Ngerasa sayang aja sih ada banyak buku bagus yang sudah tidak dicetak lagi karena satu dan lain hal.

Ya, makanya kalau memang dirasa penting/berharga sok manfaatin waktu dan kesempatan yang ada, karena kita gak tahu kapan suatu hal itu sudah tidak tersedia / available lagi.

2 thoughts on “Kalap dan Terbatas

  1. palasari… tempat favorit jaman sekolah! hehe. iya bener emang interaksinya ga bisa ditemuin gramed dan semacamnya. penjual langganan saya bisa kasih rekomendasi sesuai selera customer. saya inget dulu juga pernah pas mau beli buku, bawa duitnya kurang walopun udah didiskon… ama yang jual akhirnya dikasih harga sesuai di saya ada duitnya berapa… itu juga sempet2nya dia tanya masih ada ongkos pulang ga. haha… the best lah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s