[On Novel] 5 cm.

Muka Ian tampak menyala, matanya mengkilat diterangi cahaya api unggun. “Betul!” Begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh di sini.” Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya…

“Kamu taruh di sini… jangan menempel di kening. Biarkan…. dia menggantung… mengambang 5 centimeter.. di depan kening kamu…”

“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri… ”

“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu..cuma…”

Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”

“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”

Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya..

“Serta mulut yang akan selalu berdoa..”

“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang-orang biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasi dengan angka berapa pun.. Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya”

“Percaya pada… 5 centimeter di depan kening kamu”

Sepenggal percakapan dari buku 5 cm yang baru selesai saya baca. Yang bisa saya katakan adalah kocak habis (*ngakak bacanya), tidak akan bosan dibaca berulang (kalo film saya katakan rewacthable maka untuk bacaan saya katakan rereadable :P ). Berkisah tentang persahabatan, perjuangan dan keyakinan Arial, Riani, Ian, Zafran, dan Genta yang disebut Power Rangers (*ih, namanya sama ama geng sebutan utk sobat-sobat).

Senang dengan gaya penceritaan Mas Donny Dhirgantoro. Tokohnya begitu nyata, gak kaku, sarat akan kata-kata bijak/moral dan dekat ke hati pembaca, hehe. Daaan satu hal yang saya pengen setelah membaca buku ini “melihat upacara 17 Agustus di Puncak Mahameru”,  tentu saja  bayar harga/ berjuang untuk melalui tempat-tempat bagus seperti yang diceritain”. Hidup juga kan seperti mendaki gunung, ada susah dan senang, tapi pengalaman dan pemandangannya adalah sesuatu yang luar biasa😀

“Bangsa yang besar ini juga harus punya mimpi…” 

Saya rekomendasiin buat siapa saja dengan 9/10🙂

Slamat membaca, ngakak, mimpi dan berjuang mewujudkannya, taro itu 5 cm di dekat kening Anda :))

11 thoughts on “[On Novel] 5 cm.

    • yoooooo.. aku ngakak habis yang adegan pas ian minta maap, trus siapa gitu yang bilang, minta maap mulu loe kayak pembantu baru =))

      oya ama rumus indom*e nya ian..
      gyhhahahhahahaa…

  1. iyaaaa, kocak banget deh itu bukunya, bahasanya lugas dan bikin pembaca ngga pengen nutup buku sebelom beres baca. dan lagi kerennya dia bisa bikin semua unpredictable… huaaa, kereeeenn!

  2. setujuh deh….dngn pendapat kamu…
    setelah baca novel itu…
    jna jadi bnr2 pengen ngikutiin upacara bendera di puncak mahameru…

  3. bukunya sih saya belum baca. klo filmnya saya sdh nonton. bagus. angka 9 sampai 10. nilai untuk saya kasih di film 5 cm adalah 9,5.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s