Pelajaran dari Memasak

Saya sering kangen masakan rumah (mama) yang menonjolkan rasa alami (bukan bahan penyedap) pada makanan, namun tidak ada tempat persis seperti rumah. Di lain sisi, makanan yang dijual di luaran tidaklah sebersih ataupun sesehat yang terlihat oleh mata. Siapa bisa memastikan kalau makanan yang dijual itu bukan makanan kemarin-kemarin yang di-daur ulang ataupun sebagian besar yang ada pada makanan itu adalah bumbu penyedap yang bahannya terbuat dari zat kimia antah berantah ataupun menggunakan minyak yang sudah berapa kali pakai.  Hal-hal inilah yang pada akhirnya menjadi dorongan saia untuk memasak sendiri. Kebiasaan ini pun berlanjut menjadi hobi :D

Setelah dicoba ternyata punya hobi masak itu menyenangkan dan bermanfaat. Di antaranya:

Pertama, rasa kangen masakan rumah bisa terpuaskan karena sebagian besar hasil masakan  adalah dari resep mama (via telfon dan  resep yang ditulis dan dikirimkan, hehe).
Kedua, bisa makan makanan yang dipengenin, bukan yang dipilih dari etalase / daftar menu.
Ketiga, porsi pasti sesuai selera dan lebih terjamin. Yang benar-benar kenal saia pasti tahu apa maksud ‘porsi sesuai selera’ ini, hehe…
Keempat, tidak terkait langsung dengan hasil, tetapi proses mulai dari belanja, nyiapin bumbu & bahan hingga memasak  di antaranya: bermasyarakat (mis: saat belanja di pasar, saia lebih suka belanja di pasar dibanding di supermarket, berasa lebih interaktif dan bisa nanya ini itu :P), berencana (mis: besok masak apa ya?), berkreativitas (mis: lauk ini dipaduin dengan sayur itu), multitasking dan gerak cepat (mis: sembari nunggu si sayur matang, nyiapin bumbu buat lauk), daaaan membiasakan bangun pagi😀
Kelima, nantinya bakal disayang mertua, suami dan anak2, hohoho..
Keenam, modal bila nantinya jadi chef  bikin usaha di dunia masak-memasak :P

Hmm, terkadang hidup tidak selalu berjalan seperti apa yang diinginkan. Harusnya begini, harusnya begitu, harusnya dll, namun yang terjadi adalah tidak demikian. ‘Harusnya’ tak kan bisa berubah menjadi apa yang diinginkan bila kita sebagai orang yang tahu dan sebenarnya mampu berbuat, lebih memilih untuk membiarkan begitu saja alih-alih berbuat sesuatu.

Demikian sepenggal pelajaran kehidupan yang dipetik  dari memasak😉 Kapan-kapan saia akan berbagi tips dan resep masakan. Di tunggu saja, wkwkwk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s