Komunitas alumni

Sebagai alumni yang sudah dibina dari mahasiswa, saya selalu mencari komunitas untuk bertumbuh dalam iman di tanah mana pun kaki saya berpijak. Bersyukur untuk komunitas ‘hangat’ di Bumi Tangerang ini.

Ada KTB (Kelompok Tumbuh Berdua) bersama lukman. Sebulan sekali kami membahas buku ‘A love worth giving” karya Pakde Max Lucado.Buku ini membahas cinta dari sudut pandang Tuhan (1 Kor 13). Highly recommended. Di bagian awalnya ada narasi cerita dan dibelakangnya ada beberapa pertanyaan untuk dibahas, persis seperti PA. Lewat sesi per sesi kami diingatkan mengenai cinta sesungguhnya dan mengenal satu dengan yang lain🙂

Ada Kelompok PA Kantil. Anggota PA ini cukup dinamis, beberapa teman sudah ada yang dengan berat hati tidak ikut lagi karena sudah pindah kerja ke kota lain (jakarta, depok, dan sekitarnya). Saat ini berjumlah 7 orang yang silih berganti datang, cukup sulit di tengah kesibukan kerja dan pelayanan untuk semua dapat hadir. Ada ka puan, lukman, ka tirza, ka ferdy, bang hubert dan ka luce. PA ini dipimpin oleh Bang Polo dan Ka Rita(istri). Dari mereka, cukup belajar banyak hal tentang keluarga kristen. Sungguh! Di sini kami juga berbagi hidup, pergumulan, suka dan duka. Cukup unik memang mengingat anggotanya juga bervariasi, ada yang sudah menikah, ada yang akan menikah, dan ada yang belum menikah. Pun demikian, kami tetap berasa dekat meski usia terpaut, haha. Enaknya bagi kami yang muda-muda adalah mendapat banyak cerita dan pengalaman dari abang dan kakak yang sudah lebih dahulu memakan asam garam dunia, baik pekerjaan, relasi dengan orang lain, berpacaran dan membina keluarga.

Ada Persekutuan Alumni Kristen Tangerang, saya biasa menyingkat dengan PAKTANG. Di sini saya juga merasakan kehangatan seperti di mahasiswa dulu. Mungkin di ibukota negara tidak bisa merasakan hal serupa, mengingat jarak dan waktu tempuh yang cukup lama dari satu tempat ke tempat lain di sana. Smoga ada Gubernur dan WaGub baru yang melakukan perubahan. Ngaruuh banget looh. Di sini, sehabis persekutuan, kami masih bisa nongkrong di warung kopi sembari ramah tamah dan diskusi. Hal yang jarang didapatkan di ibukota negara. Ooppps jadi ngomongin yang lain, hehe.

Dunia alumni itu pasti lebih banyak tantangannya dibanding dunia mahasiswa, rasa pemuja kenyamanan contohnya. Lebih enak istirahatlah daripada ikut ini itu, aksi ini itu, lebih enak nge-mall lah gak panas-panas daripada berbaur sama anak jalanan/masyarakat, masa bodoh ah ama sekitar bukan urusan ghue, dll nya. Lambat laun pola hidup berubah, seakan semakin jauh dari apa yang telah dibina selama mahasiswa.

“Berdua lebih baik daripada sendiri”, kata Firmsn Tuhan! Pastikan Anda sebagai alumni memiliki komunitas yang dapat saling menguatkan dan bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus. Aktiflah mencari komunitas, bila tidak ada buat saja🙂 Anda dapat menjadi pelopor. Daaaan, pastikan pula apa yang telah kita peroleh bisa menjadi berguna bagi siapa saja, terlebih di luar komunitas seperti gereja, dunia kerja, komunitas sehobi, pergaulan, lingkungan tempat tinggal, dll. Untuk inilah kita dipanggil, bukan? Menggarami dan menjadi terang, bersama-sama😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s