Challenges Accepted

For you fan of How I Met Your Mother serial, this blog title isn’t something new. Yes, this statement is usually declared by Barney Stinson when he felt something challenging. This inspiring me to make my own challenging things and accept that challenge.

Ok here is my challenge:

  1. Arrange trip
  2. Try at least 3 new cooking recipes
  3. Submit articles or opinions to local newspaper
  4. Do a Campaign about ‘sthg’ (currently thinking about the theme).

Aaandd here wo goooo… Challenges Accepted!

Advertisements

Skeptis Pemilu Caleg

Lusa sudah pemilu. Animo massa terbagi dalam beberapa kelompok, si cuek, si gebu-gebu, si tak tahu menahu, si polos, si pengikut dan si dalang. Saya pribadi skeptis dengan pemilu caleg ini. Mayoritas caleg nya adalah wajah lama, usia di atas 50 tahun, berasal dari partai yang korup dan punya sejarah yang tidak berpihak pada rakyat.

Mau milih siapa? Yang terbaik dari terburuk? Tetap saja buruk! Keenakan malah yang dipilih seakan-akan mendapat ‘restu’ dari pemilih yang ujung-ujungnya akan dipakai untuk kepentingan pribadi atau partai. Oleh krna ini, sebenarnya tidak percaya Indonesia bisa hebat hanya karna pemilu. Dapatkah kita memetik apel dari pohon mangga?

 

Nostalgia Seragam Putih – Merah

Belakangan ini teman-teman se-SD saya baru pada nongol di facebook karena seorang teman yang nge-tag nama-nama kami. Nostalgia yang cukup menyenangkan.

Saya teringat karakter masing-masing anak (ada yang bandel minta ampun, ada yang ingusan, ada yang pendiam, ada yang bawel, macem-macem!)

Saya teringat juga bagaimana 6 tahun kami lalui bersama dalam satu kelas yang tercap kelas paling nakal, paling ribut, dan kesannya gak suka belajar. Tiap hari pasti ada guru yang ngomel. Sering ada yang di-setrap, dipanggil guru BP (Bimbingan & Penyuluhan).

Every child is unique, isn’t it! I’m pretty grateful have friends like them. We learnt and played together, by not looking the colour of our skin nor the dialect we speak. Pure friendship!  Yes we ‘re fighting each other, but a minute or hour or day after we talked each other again. Seems like we didn’t have a fight before. Our friendship is more important from ego or pride.  What an adult should learn from children… #selftalk

Miss you, guys.
Wow.. It’s already been 14 – 20 years..

Yang Terlupakan, Yang Terabaikan!

Kami lupa bahwa kami hidup di negara tropis, di mana musim penghujan termasuk di dalamnya.
Kami lupa bahwa hujan sepanjang hari itu mungkin, sama mungkin nya dengan terik sepanjang hari.
Kami abai dengan menyepelekan kekuatan dari sang hujan!

Kami lupa bahwa air adalah zat cair yang memiliki sifatnya sendiri,
Kami lupa bahwa dalam sifatnya, air itu akan selalu mengalir ke tempat lebih rendah, kalau tidak ia akan menggenangi areanya.
Kami abai dengan melupakan sifat air!

Kami lupa bahwa untuk membangun sesuatu dibutuhkan rencana matang, termasuk skenario paling buruk.
Kami lupa memperkirakan kapasitas parit yang kami bangun, ketiadaan sumur resapan di rumah kami.
Kami abai dengan membangun ini itu demi kepentingan masing-masing!

Kami lupa membuang sampah sembarangan akan berakhir di selokan.
Kami lupa mengajarkan anak-anak kami bagaimana membuang sampah pada tempatnya.
Kami abai dengan membiarkan saja masalah membuang sampah sembarangan ini terus terjadi!

Kami lupa bahwa masalah ini tidak bergantung kepada sosok satu dua orang.
Kami lupa bahwa kami adalah bagian yang tak terpisahkan di dalamnya, pun punya andil dan peran.
Kami abai dengan melemparkan kesalahan ini kepada sosok, alam bahkan Tuhan!

 

Meliza 2014

<nama> 2014, begitulah slogan yang tak asing di tahun pemilihan. Banyak calon yang seakan memulai kehidupan barunya di tahun 2014, baru akan melakukan ini itu, janji ini itu bila ia terpilih di tahun ini.

Meliza 2014,
kali ini saya bukanlah ingin kampanye (karena gak nyalonin diri juga :p). Di tahun ini saya akan mengambil beberapa keputusan penting. Ah, berbicara mengenai memutuskan sesuatu yang dianggap penting, hati mana yang tak risau, pikiran mana yang tak galau. Hati dan logika akan terus saling berbicara.

Meliza 2014,
sampai jumpa di akhir tahun!
Semoga perjalanan yang penuh dengan ini itu nanti bisa terlewati meski nanti akan ada tangis, senyum pun tawa.

The Five Love Languages (Lima Bahasa Kasih)

Awal bulan lalu saya selesai membaca suatu buku yang menurut saya pribadi, sangat bagus. Sebenarnya topik yang diulas adalah mengenai hal-hal yang dirasakan tiap hari, yang dicari tiap hari dan bahkan yang kerap menjadi konflik tiap hari :p , KASIH. Lewat buku ini saya menjadi cukup mengerti akan 2 hal penting, yang pertama bahwa pada dasarnya kita bisa saja mempunyai bahasa kasih utama (primary language) yang berbeda dengan orang lain, dan yang kedua adalah orang akan merasa dikasihi ketika tangki kasih mereka diisi atau sedang penuh.

Gary Chapman, penulis buku ini mengkategorikan bahasa kasih itu menjadi 5:

  1. Word of Affirmation.
    Orang ini akan merasa dicintai apabila diberi ucapan afirmasi: pujian, motivasi dan berlaku sebaliknya akan merasa tidak dicintai apabila diberi kata-kata yang menyakitkan, merendahkan, dll.
  2. Quality Time
    Orang ini akan merasa dicintai apabila diberi perhatian yang tak terbagi dengan kegiatan lain (undivided attention). Orang ini akan senang melakukan hal-hal bersama pasangannya, ingin didengarkan, ngobrol, dll.
  3. Act of Services
    Orang ini akan merasa dicintai apabila diberi bantuan yang meskipun kelihatannya sepele, seperti membantu mengangkat ini itu, membantu membayarkan tagihan sesuatu, mengantar, menyiapkan makanan, mengepel, dll.
  4. Receiving Gifts
    Orang ini akan merasa dicintai apabila diberi hadiah. Menjadi catatan penting, hadiah tak harus yang mahal atau yang membutuhkan uang. Ada hadiah yang bisa dibuat sendiri.
  5. Physical Touch
    Orang ini akan merasa dicintai apabila bersentuhan fisik, genggaman tangan, elusan, pelukan, dll..

Bisa dibayangkan bagaimana bila anda dan pasangan berbicara dengan bahasa yang berbeda. Ketidaktahuan akan bahasa itu dapat berpotensi akan konflik yang sebenarnya bisa dihindari. Buku ini sangat direkomendasikan untuk Anda semua. Bila kita cukup mengasihi pasangan kita, anak kita, teman kita, pacar kita tentu saja kita mau belajar dan berbicara dengan bahasa kasih mereka bukan? 🙂

PS:
Untuk mengetahui bahasa kasih Anda, bisa tes di sini.