Gathering part 2 Kluarga Bartolomeus..

Membayar janji di postingan sebelumnya, kali ini saya akan bercerita ttg gathering kluarga sabtu-minggu lalu.

Perkenalkan, berikut anggota keluarga Barto tercinta. Layaknya keluarga beneran yang ada opa oma, papa mama dan anak2, keluarga kamipun punya, hue2..

Kluarga ini mulai terbentuk saat kamp kelompok kecil juni lalu. Ada opa sutrisna (a.k.a opa iim), oma puan, papa bobby, mama clara, om suandi, saya sendiri sebagai tante, ely anak tertua, rocky, tulus, imel, tina, tere, merry, erina, dan shely anak bungsu.
Opa Oma  adalah sosok pembimbing rohani, kebanyakan staff perkantas, terkhusus oma kami kebetulan bukan. Papa mama merupakan peserta kamp yang dipercayakan pembimbing teknis (soal piket, dll misalnya), om tante sendiri adalah panitia yang tak selalu bisa berada di dalam keluarga saat kamp berlangsung, karna hrus ngurus ini itu,, dan selebihny adalah anak2, cucu2 yang lucu-nan-imuut.. haha 😀  Satu hal lagi.. kalo udah ketemu ely-bobby dan rocky, siap2 sakit peruut tertawa ngakak..wkwkwk..

Cukup sekian dulu perkenalannya. Meski kamp telah usai, kami tetap saling memperhatikan layaknya ikatan keluarga yang takkan pernah putus (*amiiiin*)

Gathering part 2 lalu yang di-PJ in ama imel dan tulus memakan waktu hampir 2 hari. Jumat malam, para rombongan jatinangor terpaksa nginep di bandung agar bisa berangkat pagi dari sini.Sabtu pagi, setelah smuanya di poliklinik maranatha, kamipun bersiap menempuh perjalanan selama 2,5 jam ke pengalengan dengan dua mobil, satu punya opa dan satunya temennya tulus, agnan, anak telkom juga.

Sesampainya di pengalengan,setelah perjalanan yang nyaris membuat saia muntah (belok2 gt soalnya), kami pun bergabung baksos perkantas yang udah ada, hingga skitar jam 5 sore.

Pas perjalanan pulang, tergoda Continue reading

Baksos Gempa di Pengalengan..

Gempa 7.3 SR yang tepat terjadi awal september lalu, mengisahkan pesan tersendiri di masing-masing orang yang merasakannya.
Mungkin bagi kita hanya merasakan getar sesaat yang tak seberapa di banding saudara-saudara lain di tasik, pengalengan maupun daerah sekitar yang terkena imbasnya.

Kali ini, saya hanya bercerita di pengalengan, kota yg terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat bagian selatan, skitar 2,5jam dari Bandung.
Sabtu(12/9) kemaren, gathering Kluarga Barto (lebih jelasnya dipostingan selanjutnya) yang sudah direncanakan diadakan di CIC, Lembang tidak jadi karena sang Opa mengajak kami baksos bersama perkantas (persekutuan mahasiswa kristen antar universitas ) yang ternyata udah baksos sedari selasa lalu. kami merasa lebih bermakna emang jika sukacita gathering bisa dibagikan dengan orang-orang lain 😉

Fokus  baksos dari perkantas adalah pelayanan medis (oleh PMDK – persekutuan medis kristen ) dan pemulihan trauma pasca gempa, terkhusus buat anak-anak.
Posko bantuan yang dipilih agak masuk dalem, karna posko yang di kota terlihat banyak meski rusak nya tidak parah, sepanjang jalan saya lintasi sih gak ada kerusakan sangat berarti dibanding ke daerah yang masuk lebih dalam.

Untuk medis nya saya tidak bisa bercerita banyak, karena gak ngeliat pas event nya (jumat dan minggu ini). Dari cerita yang saya dengar  cukup banyak warga yang terlayani, terlihat dari kesibukan para dokter. Terlihat juga cukup banyak obat2 tersedia di meja tenda posko. Posko tetap siaga dengan perlengkapan dan orang-orang medisnya.

Untuk anak2??
Sukarelawan yang tergabung dalam baksos ini merancang program dan mengajak anak-anak kecil untuk bermain. Cukup banyak anak-anak yang ikut dan senang bermain dengan para sukarelawan. Oh iya, mereka masih bersekolah di tenda-tenda, masih takut di dalam ruangan.

Ada satu sesi di mana saya bermain sambil bercerita dengan  bebrapa anak, bernama Parida, Santi,dll, usai Continue reading