The Five Love Languages (Lima Bahasa Kasih)

Awal bulan lalu saya selesai membaca suatu buku yang menurut saya pribadi, sangat bagus. Sebenarnya topik yang diulas adalah mengenai hal-hal yang dirasakan tiap hari, yang dicari tiap hari dan bahkan yang kerap menjadi konflik tiap hari :p , KASIH. Lewat buku ini saya menjadi cukup mengerti akan 2 hal penting, yang pertama bahwa pada dasarnya kita bisa saja mempunyai bahasa kasih utama (primary language) yang berbeda dengan orang lain, dan yang kedua adalah orang akan merasa dikasihi ketika tangki kasih mereka diisi atau sedang penuh.

Gary Chapman, penulis buku ini mengkategorikan bahasa kasih itu menjadi 5:

  1. Word of Affirmation.
    Orang ini akan merasa dicintai apabila diberi ucapan afirmasi: pujian, motivasi dan berlaku sebaliknya akan merasa tidak dicintai apabila diberi kata-kata yang menyakitkan, merendahkan, dll.
  2. Quality Time
    Orang ini akan merasa dicintai apabila diberi perhatian yang tak terbagi dengan kegiatan lain (undivided attention). Orang ini akan senang melakukan hal-hal bersama pasangannya, ingin didengarkan, ngobrol, dll.
  3. Act of Services
    Orang ini akan merasa dicintai apabila diberi bantuan yang meskipun kelihatannya sepele, seperti membantu mengangkat ini itu, membantu membayarkan tagihan sesuatu, mengantar, menyiapkan makanan, mengepel, dll.
  4. Receiving Gifts
    Orang ini akan merasa dicintai apabila diberi hadiah. Menjadi catatan penting, hadiah tak harus yang mahal atau yang membutuhkan uang. Ada hadiah yang bisa dibuat sendiri.
  5. Physical Touch
    Orang ini akan merasa dicintai apabila bersentuhan fisik, genggaman tangan, elusan, pelukan, dll..

Bisa dibayangkan bagaimana bila anda dan pasangan berbicara dengan bahasa yang berbeda. Ketidaktahuan akan bahasa itu dapat berpotensi akan konflik yang sebenarnya bisa dihindari. Buku ini sangat direkomendasikan untuk Anda semua. Bila kita cukup mengasihi pasangan kita, anak kita, teman kita, pacar kita tentu saja kita mau belajar dan berbicara dengan bahasa kasih mereka bukan? 🙂

PS:
Untuk mengetahui bahasa kasih Anda, bisa tes di sini.

Advertisements

2011 Reading Challenge

In the middle of this year, I got my self in 2011 Reading Challenge. Since my bad habit is reading many books and get another ones without even finish the current, I set 20 books on my challenge. Well, it need hard work actually. I didn’t have much time to do many things, i thought.

By the second week of this month, the last month of this year, there were six books to meet my challenge. Gyaaaaa… Am I going through this challenge? I ever asked that 😛  But honestly i was really want to win this, hehe. It could be a good start for my next year project and then suddenly something came up to my mind. Hey, you!!! You’re the only one that can pick the answer. Yes or no, depends on you.

And now, there’re four days left and one book left. This challenge teaches me more than I could imagine in the very beginning. Thanks, Goodreads, you’re my book manager, good manager 😀

 

Great work, you’re on track!“, this is such a good motivation to finish it well. Wish me luck 😉

didn’t have “some”-thing in common

Sometimes what it is written in text book or taught in school/college, didn’t have “some”-thing in common accordingly what it is in real life. These ones make me prefer to be or as pratical than academical person, hehe 😀 Sorry, but to be honest, may be we have diffrent things of thoughts. Practitioner should more often give some lessons to students in school/college related to their own experience. I think this way is better than what it’s written in text book which is commonly theoritical-based or academic-based as in usual way it’s a boring books, wew.  The teacher and writter should challenge theirselves as an extraordinary person which think out of the box so that your student or the reader of your book really got deep understanding of the value  you’ve teached or you’ve written 😉

Little example which is related to book i’m currently reading ( In the Company of Giants). School thaught me to be entrepreneur and the way to be that one in let say way A. Well, after I read this book, seems like i have the other point of view,  it turned 180 degree.  I’ll catch you up on the review of this book, later. Just let me finish read this book wholely. I’m currently  at page 179 of 232 😛

[On Book] Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta

Buku ini adalah souvenir pernikahan Ci Suryani Grace dengan Ko Steven Halim. Skarang sudah dijual di toko buku rohani ataupun gramedia, dkk. Membacanya, seperti mendengarkan orangnya ngomong langsung 😛 Mungkin tipikal-tipikal blog saya kali ya yang kaya akan emoticon, hahaha..

Isinya sendiri adalah kisah cinta si penulis yang diyakini adalah campur tangan dari Tuhan (God written love story). Banyak pembelajaran (Love lesson from God) yang tercurahkan di buku ini. Bagi saya, teks dan konteksnya sangat membumi karena pernah bergumul atau mengalaminya di beberapa poin, hehe..

Karena ini termasuk genre buku rohani saya tidak memberi skala poin seperti biasanya 😛 Hanya bisa bilang sangaaat direkomendasikan 🙂 Slamat membaca!!

Cinta adalah kerelaan melakukan hal-hal sederhana setiap harinya…

[On Novel] 5 cm.

Muka Ian tampak menyala, matanya mengkilat diterangi cahaya api unggun. “Betul!” Begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh di sini.” Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya…

“Kamu taruh di sini… jangan menempel di kening. Biarkan…. dia menggantung… mengambang 5 centimeter.. di depan kening kamu…”

“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri… ”

“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu..cuma…”

Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”

“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”

Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya..

“Serta mulut yang akan selalu berdoa..”

“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang-orang biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasi dengan angka berapa pun.. Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya”

“Percaya pada… 5 centimeter di depan kening kamu”

Sepenggal percakapan dari buku 5 cm yang baru selesai saya baca. Yang bisa saya katakan adalah kocak habis (*ngakak bacanya), tidak akan bosan dibaca berulang (kalo film saya katakan rewacthable maka untuk bacaan saya katakan rereadable 😛 ). Berkisah tentang persahabatan, perjuangan dan keyakinan Arial, Riani, Ian, Zafran, dan Genta yang disebut Power Rangers (*ih, namanya sama ama geng sebutan utk sobat-sobat).

Senang dengan gaya penceritaan Mas Donny Dhirgantoro. Tokohnya begitu nyata, gak kaku, sarat akan kata-kata bijak/moral dan dekat ke hati pembaca, hehe. Daaan satu hal yang saya pengen setelah membaca buku ini “melihat upacara 17 Agustus di Puncak Mahameru”,  tentu saja  bayar harga/ berjuang untuk melalui tempat-tempat bagus seperti yang diceritain”. Hidup juga kan seperti mendaki gunung, ada susah dan senang, tapi pengalaman dan pemandangannya adalah sesuatu yang luar biasa 😀

“Bangsa yang besar ini juga harus punya mimpi…” 

Saya rekomendasiin buat siapa saja dengan 9/10 🙂

Slamat membaca, ngakak, mimpi dan berjuang mewujudkannya, taro itu 5 cm di dekat kening Anda :))

Kalap dan Terbatas

Kali ini ingin bercerita tentang dua hal yang berbeda namun ada kesamaan objek. Dua-duanya terkait dengan buku 😀

Kalap
Astaga!! Ghuee udah berapa tahun di bandung dan baru ke Palasari Sabtu (6/8) kemaren, itu pun karena ada seseorang juga yang ke sana jadi bisa barengan. Udah lama dengar tempat jual/beli buku begituan, tapi tak pernah kesampaian menjejakkan kaki ke sana. Ke mana aja gw yak?

Di Palasari, Anda bisa mencari dan kalo ada bakal menemukan berbagai jenis buku yang Anda inginkan. Mulai dari buku komik, novel, biografi, politik, sastra, macem-macem, mulai dari tahun jadul sampai terkini. Awalnya hanya ingin melihat-lihat tempatnya kayak gimana dan ternyata awal tidak sama dengan akhir, karena akhirnya saya kalap beli buku, gyaaaa..

Kesan saya terhadap tempat ini, entahlah mungkin beda orang beda kesenangan, di tempat ini ada interaksi yang tidak saya jumpai di toko buku modern (dan ada tawar-menawar tentu saja :P). Berikut sepenggal cerita di toko-toko yang sempat saya singgahi.

Di suatu toko (TKP ke-kalap-an saya) karena melihat novel 2 (sudah masuk list yang akan dibeli) tertumpuk paling atas di suatu tumpukan, saya pun menanyakan harga ke si Bapak 1 (ada 2 orang Bapak di situ): “ini bukunya berapaan Pak?” Sekian-sekian tp dikurangi bisa jadi sekianx-sekianx (*sekianx supaya beda dengan variabel pertama *supergakpenting*). WOw, dalam hati saya berkata, lebih murah dibanding di ******** 😀
Di bawah buku itu ada buku 5cm, dan si Bapak 1 berkata,”ini bagus juga Neng bukunya”. Saya pun tersenyum dan berkata,”Bapak udah baca? Saya lagi baca sh Pak.” Bapak 1 membalas, “ada tulisannya sh Neng, best seller, biasanya kalo ditulis begituan bagus, hehe” Dalam hati saya tertawa geli ngeliat Bapak 1, begitupun dengan Bapak 2 yang menawarkan buku Dunia Sophie,Sang Alkemis,dll nya, dan ketika saya tanya Bapak udah pernah baca, dia pun menjawab banyak yang laku, Neng. Polos banget yak 😀

Karena keramahan dan kekalapan beli buku pun akhirnya merogoh isi dompet. Ndak apa-apalah gak ada ruginya beli buku, bisa bikin perpus ntar dan bisa dibaca banyak orang, hehe.. *pembelaan diri setelah menyadari cukup banyak ternyata pengeluaran bulan ini untuk buku saja* Artinya penghematan akan dilakukan dari anggaran lain 😛

Di toko lain, buku Evolution of the Earth menarik perhatian teman saya dan kemudian dia pun membuka buku yang ternyata penuh debu itu. Di halaman awal ada kalimat yang menarik perhatian saya, kira-kira begini tulisannya:

Dear future student,
Read this book, go to your the class, ask your prof, don’t stop learning, and after you finished the lecture, read Genesis 1 and trust it.

Gyahahaha, mana bukunya tebal banget bisa dijadikan bantal, dan pada akhirnya disuruh baca Genesis 1 😀

Dan toko ketiga yang saya ceritain ini karena di toko ini sgala macam bahasa ada 😀 Yah mungkin gak lengkap juga, tapi si Bapaknya adalah pencinta buku, sudah belasan tahun jual buku dan tetap mencintai buku. Saluut!! 😀

Terbatas
Usai dari Palasari dan makan siang, tujuan berikutnya adalah Kalam Hidup untuk membeli beberapa buku yang tidak ada di Karawaci. Teman saya yang tadi karena ada rapat tidak ikut ke sini dan menitipkan buku yang berjudul Pujian dan Penyembahan oleh Graham Kedrick (*Kalo ndak salah). Stelah ngelilingi dan buku yang saya cari juga ndak ada, saya pun menanyakan ke Bapak yang bertugas, “Pak ada buku Pujian dan Penyembahan karya Graham Kedrick gak, Pak?” Dan setelah ia mencari dengan aplikasi pencarian di komputernya, si Bapaknya pun berkata, “Haduh, maap dek. Bukunya udah gak ada lagi, denger-denger juga udah gak diterbitin lagi, penerbitnya udah gulung tikar”

Mendengar ini satu kata yang terlintas di benak saya: “TERBATAS!!” Ternyata ini yang dinamakan edisi terbatas yak. Ngerasa sayang aja sih ada banyak buku bagus yang sudah tidak dicetak lagi karena satu dan lain hal.

Ya, makanya kalau memang dirasa penting/berharga sok manfaatin waktu dan kesempatan yang ada, karena kita gak tahu kapan suatu hal itu sudah tidak tersedia / available lagi.