Telinga Berdengung

Sudah sebulanan ini telinga kiri saya gak bisa mendengar. Andalan satu-satu nya adalah telinga kanan. Untung juga ya kita manusia diberi dua telinga,  haha… Gak kebayang deh kalau saya harus pakai bahasa isyarat ke orang-orang. Blum diketahui pasti penyebabnya apa, kemungkinan efek tekanan udara di pesawat. Karena ngerasa mudeng, saya coba ngebersihin dengan cutton bud. Tidak ada perubahan. Karena saya orangnya menganut paham optimisme ntar juga bakal sembuh sendiri, akhirnya saya biarkan dan hidup berjalan seperti biasanya. Jalan2, snorkling, dan les diving menghiraukan si telinga kiri. Sampai pd suatu hari, masalah pribadi, stress di kerjaan, nyoba ngebersihin pake cutton bud, dll nya berbaur jd satu, telinga kiri mulai berdengung.

Gawaaat!!! Saya mulai parno dan googling ini itu, badan mulai sering meriang. Saya tahu meriang adalah salah satu respon tubuh terhadap sesuatu. Tetapi sesuatu itu bisa macem2. Dugaan terkuat saya karna stress. Akhirnya karena dengungan makin melengking dan keseimbangan tubuh adanya di telinga, maka saya putuskan pergi ke THT.

Tiba di RS, pak dokter memperlihatkan bahwasanya telinga saya kotor, kemudian dibersihkan. Yang kanan normal, yang kiri ada radang (semacam luka ringan) agak basah (mungkin air terperangkap di dalam, nanti akan kering sendiri krna penguapan). Lewat konsultasi dgn pak dokternya, saya akhirnya tahu bahwa meriang belangan ini disebabkan oleh radang telinga kiri. Saya pun diberi obat antibiotik dan pemulih radang. Saran pak dokter, jangan bersihin kuping pakai cutton bud karena malah mendorong kotoran masuk ke dalam. Periksa ke THT normal nya 6 bln atau 12 bln skali.

Lega rasanya penyebab si sumbatan dan dengungan telinga sudah diketahui, tinggal menunggu masa pemulihan 🙂

Advertisements

Setuju? :)

Minggu malam adalah momen yang paling cepat berlalu bagi rekan-rekan seperjuangan di dunia perpaculan, sedang malam minggu adalah momen yang paling cepat berlalu bagi yang sedang bersama kekasih 😛 #gaknyambung.

Setuju? 🙂

Oke masuk ke postingan sebenarnya. Maret lalu diisi dengan banyak kegiatan kantor dan juga liburan. Berbuat apa yang dikatakan orang bijak, “work hard, play hard, sleep beauty” (penggalan terakhir sh tambahan sendiri 😛 ), menjaga keseimbangan hidup menurut saia adalah suatu tantangan tersendiri di tengah kehidupan yang hiruk pikuk ini. Kerja, main dan tiduuuur adalah hal wajib yang tetap harus dijaga keseimbangannya.

Setuju? 🙂

Slamat tinggal Maret penuh kenangan daaaan, hai slamat datang April. Ada ‘sesuatu’ menanti di depan sana. Sekiranya Dia tetap memimpin kita 🙂

Sambel dan Kecap

Ceritanya saia terserang diare dan muntah-muntah dari kamis siang lalu. Cukup banyak rencana dan acara yang saia ingin ikuti namun apa daya 😦 Tidak perlu berlama-lama bersedih, saia pun melakukan hal-hal yang menurut saia menyenangkan 😀

Mengagumkan melihat cara tubuh bekerja. Untuk ini saia selalu mengacungkan jempol kepada Sang Pencipta saia :-bd Diare dan muntah merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran cerna dari mikroorganisme, racun, dan benda asing. Wow, Dia bahkan sudah tahu kalau manusia itu kudu diperlengkapi suatu mekanisme yang darinya manusia akhirnya menyadari mana yang baik bagi tubuhnya dan mana yang tidak.

Untuk itulah saia mengeluarkan yang namanya Sumpah Pelapa (*Perut lapar :P) Isinya: “saia gak akan makan sambel pedas sampe setahun” Tapi bentar lagi januarii… Horeeeeeee #gakniat benar yak 😛 Intinya mah saia jera dan berusaha jiwa raga supaya kejadian ini tak berulang lagi. Tolong ingetin yak!! 🙂

Beberapa hari kedepan mungkin akan lebih banyak makan dengan kecap. Rasanya manis (bukan pecinta manis), yaaa tapi lama-lama juga terbiasa. Layaknya pepatah jawa berujar “uwiting tresno jalaran seko kulino” yang berarti cinta tumbuh karena terbiasa.

Apakah ini benar adanya dalam kehidupan percintaan? Hmmm, apapunlah itu perlu digumulkan dan diuji. Loh koq jadi curcol beginian 😛

—-

PS: untuk penderita diare (disertai ataupun tidak disertai muntah-muntah) kudu banyak minum air putih dan oralit!!! Penting banget buat menjaga tubuh dari kekurangan cairan..

Berjalan Lebih Lambat

Anda boleh menertawakan kekonyolan saia yang satu ini (doh). Jadi ceritanya adalah slain tukang nyasar, kalau tempat yang tidak begitu sering dilewati, lengah sedikit saja akan berdampak terlewati oleh kendaraan yang saia tumpangi. Terkadang saia tidak tahu harus turun di mananya sehingga setelah melewati tempat tujuan baru menyadari,  seperti halnya  Jumat kemaren (dan siang ini juga terjadi). Tidak terlalu bermasalah emang, tapi saia harus berjalan lebih jauh (dibandingkan turun di tempat seharusnya) dan ini ternyata membawa saia kepada suatu hal, “Oh ternyata ini tempat jual blablablabla, deket dari kosan saia berarti, kirain masih jauh di sbelah mana-mana… atau Eh di sini ada jual ini ternyata ya, gak meratiin selama ini, atau Oh ada ya yang beginian, baru tahu…, atau Oh ini ternyata dekat ama itu ya..hmmm”

terkadang kita memang harus berjalan kaki (tidak naik mobil) supaya kita memperhatikan yang mungkin tidak terlihat bila kita berada di dalam mobil (dengan kecepatan yang lebih dibandingkan jalan kaki). apa yang kita lihat itu mungkin belum diperlukan atau tidak langsung digunakan saat itu, tapi suatu hari penglihatan / pengalaman / informasi yang kita dapatkan akan berguna bagi kita sendiri atau orang lain 😉

Begitulah hidup, terkadang kita merasa sedang mengalami masa yang terkesan ‘lambat’, tapi saia percaya ada maksud di balik itu semua. Pembentukan karakter, atau mungkin sesuatu lain 🙂  Sekarang mungkin kita tidak tahu-menahu ataupun merasa hal itu tidak berguna, tapi suatu hari nanti  hal itu sendiri akan menjelaskan ke-ber-arti-an-nya, entah buat diri sendiri atau orang lain. Ya, ujung-ujungnya adalah seperti cerita saia di sini 😀

Sekian kisah nyasar saia, haha..

Panggilan-Kota-LangitSore-aku?

Dan nama-nama yang keluar dari mulut ini pun berubah. Panggilan akrab, panggilan sayang, panggilan ejek kepada orang-orang dekat sudah mulai jarang terucap, kali ini berganti kepada panggilan baru–teman-teman baru.  Awalnya sih mungkin gak dekat, tapi lama kelamaan mungkin panggilan baru itu pun mulai berubah menjadi panggilan akrab, sayang atau bahkan ejek, hehe 😛 . Tidak bisa dipungkiri hampir sebagian besar waktu sadar ini dilalui bersama dengan mereka 😉 Tampaknya pola hidup ini sepertinya sudah tidak asing lagi.

Tepat  sudah setengah bulan  diri ini beranjak dari kilometer nol dan memasuki kota yang baru. Bila dibandingkan dengan kota  tempatku dulu menuntut ilmu sangatlah berbeda. Di sini sangat panas, kipas menjadi peralatan wajib bila tidak ada fasilitas AC. Akupun harus rela berpisah dengan selimut kesayangan yang selama ini menjadi teman tidur yang hangat  B). Satu lagi yang sangat melekat di hati, supir angkutan umum di sini lebih ugal-ugalan dibanding di sana.  Ternyata tiada keramahan yang bisa menyamai keramahan Bumi Parahyangan 😀

Perbedaan memang selalu ada, dan itulah yang menjadikan unik dan berbeda satu dengan yang lain, bukan? Satu hal yang sangat saya sukai dari kota ini adalah langit sorenya.Langit sore yang kuning terlihat sangat jelas. Memang belum banyak bangunan tinggi yang menghalangi mata memandang. Dekat laut pun seolah-olah mempengaruhi gumpalan awan yang khas (*asumsi pribadi). Menakjubkan, membuatku sangat menikmatinya 😀  Yah, benar-benar menikmati karena kesempatan ini hanya datang di akhir pekan atau hari libur mengingat jam pulang kantor di atas jam enam, hehe.

Memandang  ke langit  biru/kuning/hitam yang begitu luas kerap  menyadarkanku betapa besarnya si Pencipta dan betapa kecilnya aku. Langit  memasyurkan karya tanganNya, dan aku?

*aku sebagai manusia yang juga diciptakan Sang Pencipta.

Karawaci
15Nov2010
#sayanggakpunyakameraokebuatmotoin

*bingung mau ngasi judul apa, ya udah lah yaaa :P*

Awan Bumi Parahyangan

 

Awan Bumi Parahyangan

 

Sepenggal awan yang terbentuk dari gabungan huruf-huruf ini menggoreskan warnanya dalam buku perjalanan saya di Bumi Parahyangan. Bersyukur telah mengenal kalian-kalian yang tertera di situ, bersyukur karena diberi kesempatan belajar banyak hal lewat ini itu di kampus, persekutuan, pergaulan, himpunan, unit, dll nya bahkan lewat pribadi-pribadi yang boleh singgah.

Terimakasih banyak dan sampai jumpa kembali 🙂

 

*coba cari di mana posisi nama anda, hahaha kurang kerjaan 😀

Ya/Tidak

Tadi pagi pas ngambil toga di annex, untuk kedua kalinya kami harus mengisi kuesioner wisudawan, entahlah kenapa harus ngisi dua kali, rada aneh. Datanya bisa gak konsisten dong kalo begitu.

Ada dua lembar pertanyaan, saya pun udah lupa apakah jawaban saya yang tadi sama dengan yang dulu pernah diisi sebelumnya. Tapi ada satu pertanyaan yang saya jamin jawabannya tetap sama. Pertanyaannya kira-kira seperti ini:

Jika dimulai lagi dari awal, apakah Anda akan tetap mengambil jurusan Anda yang sekarang?

Sewaktu saya tingkat dua sih seandainya ada kuesioner ini, dan seandainya masih bisa berubah, maka saya masih mempertimbangkan untuk menjawab : TIDAK..

Tapi pertanyaan itu datangnya sekarang, dan tanpa mempertimbangkan lagi saya langsung melingkari pilihan YA yang tertera pada kuesioner  sambil tersenyum 😉

Saya menyukai jurusan saya meski tidak terlalu ‘menguasai’ dan tak terluput juga teman-teman sejurusan. Akan merindukan saat-saat berjuang bareng-bareng 😀

So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?

Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule

Ah, jadi teringat postingan sebelum nya..