Bakar Perahu

Bakar perahu. Istilah yang ternyata mengandung nilai sejarah ini sayangnya tidaklah saya jumpai di waktu dulu di bangku sekolahan. Untuk pertama kalinya istilah ini saya dengar dari Kang Iqbal (Ketua Himpunan HMIF 2007-2008) di suatu rapat DE– kala itu sedang membahas permasalahan di HMIF.

Dikisahkan seorang jenderal perang ingin menaklukkan suatu pulau. Ia hanya membawa anak buah sejumlah 300 orang karena sejauh kabar yang ia dengar dari mata-mata, tentara yang sedang berada di pulau tersebut hanya 500 orang.  Ketika perahu-perahu hampir  sampai  di pulau tersebut, alangkah terkejutnya ia. Begitu pula yang dirasakan anak-anak buahnya.  Mata-mata mengabarkan kepadanya bahwa jumlah tentara di pulau itu ternyata berjumlah 1500 orang. Tiga kali lipat dari jumlah mereka.

Menjadi gentar adalah hal yang wajar bagi anak buah sang jenderal. Apa yang harus dilakukan? Benak sang jenderal pun timbul berbagai pertimbangan. Menyerah menjadi hal yang konyol baginya. Akhirnya ia memutuskan untuk tetap menyerang pulau. Ia tetap yakin bisa menang. Lantas bagaimana dengan anak-anak buahnya? Sebagian dari mereka berhasil diberi semangat dan diyakinkan mampu meraih kemenangan. Sebagian masih ragu-ragu, namun sang jenderal tetap memberi semangat.

Perahu pun semakin mendekati pulau, hingga akhirnya sang jenderal menyuruh pasukannya menyerang dan membakar perahu mereka. Kini tidak ada perahu untuk kembali. Mereka hanya punya pilihan untuk menang menaklukkan pulau tersebut. Melihat perahu telah dibakar, semangat para pasukan sang jenderal pun ikut terbakar.  Di sinilah letak kekuatan mereka—kebersamaan dalam semangat,keyakinan mampu menang, dan ketiadaan pilihan lain (menang atau menang).

Tentulah bukan perjuangan yang mudah, namun akhir dari kisah ini berbuah manis. Sang jenderal dan anak-anak buahnya menang dan berhasil menaklukkan pulau tersebut  😉 Menurut saya kisah ini adalah kisah yang menginspirasi. Tak lain tak bukan, sang jenderal perang tersebut adalah Napoleon Bonaparte,  Jenderal Perang yang hebat yang pernah dimiliki oleh Prancis.

Kira-kira seminggu yang lalu ketika saya mendapat kartu ‘kesempatan’ yang berbunyi : “maju satu langkah”,  saya tiba-tiba teringat akan cerita ini. Kini  tak punya pilihan lain selain berjuang  untuk terus melangkah. Memang perjuangan tidaklah mudah. Tapi saya percaya tiap perjuangan yang jujur dan dilakukan dengan sebaik-baiknya akan berbuah manis 😉 Serta tak lupa juga untuk tetap berserah kepada Dia, sumber segala hikmat.

Perahu telah dibakar, kini tiada lagi alasan untuk mengibarkan bendera putih.


Melz
040510

—————-

Lewat ini saya ingin memberi smangat dan salam perjuangan buat teman-teman IF yang seminar 2, teman-temen lain yang juga seminar ataupun yang sidang, dan urusan lain-lainnya sesuai pergumulan masing-masing, hehe  :D.

TCP/IP..

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol), protokol yg banyak digunakan saat ini untuk menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet.
Protokol ini juga gak bisa berdiri sendiri, krna emang berupa kumpulan protokol, maksudnya di tiap lapisan nya ada protokol2 juga,hehe..

Arsitekturnya berbeda dengan model 7 lapis punya nya OSI, hanya mengimplementasikan 4 layer saja :
1. application layer, dengan protokol2     DNS, TFTP, TLS/SSL, FTP, Gopher, HTTP, IMAP, IRC, NNTP, POP3, SIP, SMTP,SMPP, SNMP, SSH, Telnet, Echo, RTP, PNRP, rlogin, ENRP..
2. transpor layer, dengan protokol TCP, UDP, DCCP, SCTP, IL, RUDP, RSVP
3. internet layer, dengan protokol IP (IPv4, IPv6) ICMP, IGMP, and ICMPv6
4. link layer , dengan ARP, RARP, OSPF (IPv4/IPv6), IS-IS, NDP

Skema pengalamatannya bisa pake pengalamatan IP atau domain name. (*masih teringat ujian jarkom semester lalu, udah cape2 blajar IP ternyata gak keluar satupun -__-“)

Oke, cukup sekian ama tcp/ip yg real, berikut saia tidak akan membahas TCP/IP yg ini, tapi TCP/IP yg lain (baca: tcp iep) , gyahaha rada maksa :p

TCP yg dikenal dengan training calon pengurus (angkatan 2007 yg bakalan memegang kepengurusan aktif), belakangan sering disebut tus (training untuk semua) ataupun sus (sharing untuk semua), intinya adalah sharing++ jalan2 mahasiswa informatika (HMIF), suatu momen saling sharing berbagai angkatan(mule 05-07).

berTKP di villa istana bunga yg wuahh dibanding villa merah, kamar mandi nya yg di kamar atas, kyknya lebih luas dibadning kamar kosan saia :(,fiupphh.. sampe di sna kira2 pukul tgh 8an malem , istirahat + bebas, makan dan jem 9 acara pun di mulai..”internalisasi visi misi kahim oleh bung wisnu adityo”.

tgh 10 dilanjutkan dengan sharing masing2 div/biro.. berhubung saia tidak punya div/biro hanya berdua saja dengan iponk, yg kebetulan beberpa list dan curhat2an sudah pernah di beritahu di kampus hari sebelumnya :p , hehe.. tinggal sekedar mengingatkan lagii, terutama saran dan evaluasi/kesalahan/kekurangan diri ini sebelumnyaa.

sempet juga ngobrol2 dengan ka aji dan ka vinta,membicarakan beberapa point global di hmif dr berbagai kepengurusan.. dulu2nya gimana, yg baru lalu dan hrpan yg skarang ke depannya..

sudah berjam terlalui, hingga saia dan iponk menjadi idle sementara div/biro lain masing2 masih ngumpul, tampak sangat serius santai :p , saling cerita dari anak 05, 06 ama 07 nya..

akhirnyaa, setelah sekian lama, binom (biro ekonomi) pun usai, dan saia beserta iponk bergabung main tebak2an pake hukuman. Dan parahnya, saia terkena beberapa kali hukuman 😦 , huhuu, namun harus pindah tempet gara2 ‘berisik’ sementara div lain  dan dpp jg masih ngobrol2..

pindah t4 ke basement, lanjut main tebak trus lanjutin kata di sebelahnya hrus punya arti gak boleh berulang, dengan hukuman muka dicoret..huhuu.. sumpaah ngakaknya gak nahan mpe sakit perut.. ada ghe2, dilla, upan, gerbal, ikrar(07), atin(07), dana(07), iponk(07), terlebih dengan kata “muak”, akhiran “ring” utk kedua kalinya gak bisa di sambung dana, “muntah”, “celana”, dll serta hebohnya ikrar menyebut kata “coret!!!” dan diakhiri tebak2an jayusnya obbie ttg gajah masuk kulkas mpe nonton bioskop :p

Continue reading

Kisahku di jaket hijau, dan akan terus..

Dimule dari kaderisasi STEI, yang merupakan syarat ke hme maupun hmif, di kala itu bluum pasti masuk apa, jadinya ikut aja, saya jadi kenal banyak anak STEI (*bukan cuma kalkulus 8 dan segelintir kalkulus2 lainnya), pernah baksos bareng.. cilimus.. i’ll never forget that. gimana kabar anak2 cilimus skarang yaa?

Beriming2 jaket hijau hmif nan oke tak ada duanya (*halah) akhirnya ikut LKO IF dan tibalah saat jaket itu digunakan.. hehe..
Pas oprek div/biro, tertarik ama divpro , tapi malah berujung di sekretaris 2 setelah diminta ama ka vinta (sosok hebat hatrick 3 tahun di DE, salut kaa, ahahha 😀 )
Di sini kayaknya tidak terlalu banyak membantu, sering2 ikut rakor di  bawah kepemimpinan kang Iqbal beserta DE 07-08, hingga tibalah setahun lebih seminggu tahun lalu diberi amanah dan kepercayaan menjadi sekretaris hmif di kahim-in ama bung nanto a.k.a john (*yang entah mengapa menjadi joni.. napa kaa?? wkwkwk)

sampai akhirnya
.
.
.

Minggu, 19 April 2009 kemaren , sidang anggota LPJ Akhir dan secara resmi menjadi momen saia menjadi x-DE..

Dengan ini, saya meminta maap kepada massa HMIF, jikalau pernah berbuat salah atau mungkin kinerja kurang memuaskan, hehe.. Menyadari diri tidaklah sempurna..

Serta tak lupa sangat sangat berterimakasih kpada HMIF, terkhusus DE HMIF 2008-2009, you’re all the best!!

Teringat kata2 ka adhi sebelum penghormatan terakhir DPP
“ketika masuk SD, kita tidak pernah bertanya apa yang akan kita dapat kalau masuk SD, tapi tetep masuk dan menjalani SD hingga setelah lulus SD, baru tahu apa yang kita dapat”

Awalnya, saya hanya meliat si jaket, tp skarang tw arti lebih yang jauuuh lebih penting dari jaket itu sendiri..banyak pelajaran yang dapet saya pelajari dari banyak sosok2 hebat..

Mw ikutan ngomen kyk ka adhi dan nyambungin dari milis pengurus(*biar tinggal ngasi link :p )

Continue reading

Mukrab.. mukrab

Mukrab (Temu Akrab) Informatika dengan tema “pergeseran waktu”, baru aja tgl 6 kemaren.. info lengkap nya (script+tokoh+foto2) tampaknya udah dijelaskan oleh bung puja di sini.. kalo berminat silahkan baca 😀

Overview singkat aja persembahan angkatan 06,, bermula dari 2 pesulap yg terdampar di masa lalu di mana ada 3 kerajaan : Cimol (Cina Mongol), Sparta, dan Manjapahit yang adu budaya demi mendapatkan sang putri.

Well, meski gak full,, baru bs gabung jam 15.00 karna jadi notulen di workshop komunitas OSS yg kebetulan jg tgl 6 dari jm 9- jm 14.45an,, maap2 pas perform banyak grakan tarian gw yg salah, kurang latian kakaaa….gak bisa ikutan latian pagi gr2 dah janji di workshop. Walupun jumat nya dah latian dari sore ampe malam,masih ngerasa kurang cukup bg gw untuk nari Jawa (meskipun 2 menit doank), dipadu tarian ‘Lirikan Matamu’ by (alm) Chrisye.. Mungkin dipengaruhi oleh kurang tidur gara2 garismati (baca: deadline) yang superduperhwahhh .. Sumpah di awal2 gw mikir itu gerakan bs nge-rusak image gw yang sebenarnya ‘gak suka dangdut+ gerakan aneh2’, gyahaha 😀 .. tapi apa hendak dikata 4 dari 5 penari cewe Manjapahit (ada Risa, Nur, Naila,dan Dilla)pada stuju.. yasudah lah,, lagian akhirnyaq grkan nya asiiikk juga :p

Persembahan 07 sempat nonton sebagian,,, persembahan 06 curi2 nonton disamping panggung plus meranin (jadi rakyat Manjapahit + pecahan putri (diperanin Nadhira) yang dibagi 3 ama pesulap biar 3 kerajaan sama2 dapat,, bersama ghe2 dan ivana (baca :bakot) hehe :p ) dilanjutkan dengan persembahan 05 yg memadukan cerita doraemon keliling dunia, penemuan bhs C,C++, penggunaan punch card, pen-DO-an Bill Gates,, sumpah unpredictable. ,,nyambung juga ke Laskar pelangi yg merujuk ke adegan penambang yang GIF abizzzz (you know what I mean, hehehe :D), dll, mungkin anak 05 punya full versionnya..hahaha.

Sweet memories of all,, apresiasi ama panitia, meski sempat pending gara2 hujan,, tak meredupakn semangat untuk ngelanjutin mukrab.

Acara selesai kira2 jam 9 malam, dilanjutkan bersih2 properti di sekre 2 di labtek tercinta, labtek ngejar deadline, persiapan mukrab, rapat dan kehidupan perkuliahan sehari-hari,, menjadi rumah ketiga bagi gw (rumah pertama tetap di siantar, rumah kedua tuh kosan tercinta). Dan tak lupa foto2 yg beruntun gak selesai2 ampe pagi kalo gak ada yg nyetop, hehe :D… pada narsis semua.

Overall,bagian yg unik bagi gw :

  • Adegan yg mengingatkan masa SMP : pas adegan tarian ‘It’s gonna be me –nya NSYNC’.. percaya gak sih gw pernah nariin ini bareng temen2 SMP.. serasa pengen ikutan nari saat itu.
  • Adegan paling GIF : para penambang… sumpah itu parah hbisss…. (*pizz bg para penambang ,terutama ka aji ).. menandingi kata2 titz yang tentang ‘innocent voice’ yg gak boleh di**** ntar gak bisa nge-blog lagi, ahahhahaa 😀
  • Adegan paling nyentuh : pemutaran slideshow anak 05
  • Adegan paling membumi : “dari tanah kembali ke tanah, kembali ke tanah, kembali ke tanah kembali ke tanah”
  • Adegan paling what-what : sumpah nh puja hbs..
  • Adegan paling Eeiiisssss : persembahan anak 06 donk 😀
  • Adegan yang terlewatkan : pas prajurit SPARTA nari… huhu.. lagi ganti kostum putri kakaa 😦
  • Adegan paling IF : hmm,,, apa ya??? Mungkin pas adegan punch card, penemuan C, C++ ama pen-DO –an Bill Gates, wkwkwk.. ama ini nh dari anak 06 yang ada pidgin (diperanin Tammi), YM (oleh aksath) dan e-buddy (ama Andru) aps nyampe in pesan putri ke ke3 kerajaan.. anak IF kan banyakan lebih gampang dihubungi lewat salah satu dari ketiga ini,, kebanyakan OL, hehe :p
  • Adegan paling ngakak… hmmm apa yaaa,,, susah euy,,, pada luttccchhuuu semua sih..

Apresiasi buat panitia (IF’07), juga IF 04, IF05, dan temen 06, yg ikutan ngeramein.. Mukrabnya oke.. meskipun Pak Benhard yg gak hbis pikir, ama alumni2 IF terdahulu yang ada di workshop agak2 bingung koq ada acara mukrab,, padahal tiap hari ketemu.. wkwkw,.. tp biasanya ketemu kalo gak ngomongin kuliah, himpunan, urusan2 serius pakkkk…. Jarang untuk bersenang2 , bebas deadline dan berkreativitas sesuka kita, hehe :p

Ampe ketemu di Mukrab taon dpn 😀

Heroes..

Emang di dunia nyata gak ada pahlawan atau heroes seperti :

  • Nathan Petrelli, seorang calon kongres New York dengan kemampuan untuk terbang.
  • Peter Petrelli,adik Nathan, memiliki kemampuan untuk meniru kemampuan para pemilik kemampuan khusus jika dia melihat mereka melakukannya dan memanggil kembali kemampuan-kemampuan yg pernah ditirunya.
  • Hiro Nakamura, seorang programmer dari Tokyo yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan ruang dan waktu.
  • Isaac Mendez , seorang seniman di New York yang dapat menggambar kejadian-kejadian masa depan saat dalam kondisi setengah sadar. Dia juga menulis dan menggambar buku komik berjudul 9th Wonders! Yang juga menggambarkan masa depan.
  • Claire Bennet  seorang pemandu sorak SMA yang tinggal di Odessa, Texas, dan memiliki kemampuan menyembuhkan dirinya sendiri.
  • D.L. Hawkins, suami dari Niki dan ayah dari Micah, memiliki kemampuan untuk menembus benda-benda padat, baik yang hidup maupun mati.
  • Niki Sanders , istri dari D. L. dan ibu dari Micah, yang memiliki kekuatan super dan kepribadian ganda yang merupakan saudara kembarnya yang telah meninggal, Jessica.
  • Micah Sanders, anak dari D. L. dan Niki, Micah adalah seorang technopath, kemampuan yang dapat membuat dia “berbicara” dengan peralatan elektronik dan mengontrolnya.
  • Molly Walker, seorang anak yang dapat melacak keberadaan benda apapun (pada umumnya dapat melacak para pemilik kemampuan hebat).
  • Matt Parkman, seorang polisi Los Angeles dengan kemampuan untuk mendengar piikiran orang lain.
  • dan heroes2 lain yang masih banyak dengan berbagai keahlian..

Gw paling suka ama Peter Petrelli, selain orangnya keren, kemampuannya juga oke, ama Hiro Nakamura dengan kemampuannya kembali ke masa lalu ataupun pergi ke masa depan.. Gw pengen jadi hiro nakamura dan balik ke ujian2 gw biar dapet nilai bagus (hahahahaa 😀 ), kalo lagi homesick tinggal kedipan mata dan gw berada di rumah gw, ama satu lagi tuh si Matt Parkman yang bisa baca pikiran orang,, jadinya kan gw bisa tau orang lagi mikirin apa, maunya sebenarnya apa (hbsnya ada orang2 tertentu yang spertinya sangat susah untuk mengungkapkan apa yang seharusnya dikatakan), dan parahnya kalo lagi ujian, masuk aja ke pikiran orang2 seperti Kanwil, atau Kevin Tanady,(punten wil, kevin tanady, minjem tokoh bentar) hahhaa.. 😀 iseng banget,, dasar gak banget mel!!! Ujian itu harus jujur, ingat integritas !! Kemampuan kayak gini (kalo pun ada) gak boleh disalahgunakan, harus tujuan mulia,, untuk orang banyak…hehe.

Hari ini selain ulangtahunnya HMIF (yang ke-26 loh), ketepatan juga adalah hari pahlawan. Jadi teringat zaman sekolahan dulu-dulu,,pasti paginya ada upacara peringatan. Yah, harus disadarin sejarah bangsa ini tak luput dari yang namanya jasa para pahlawan…yang rela mati demi bangsa ini..hingga kemerdekaan yang diperjuangkan itupun berhasil diraih.

Tapi, seiring berjalannya waktu, kemerdekaan tak kunjung dirasakan, sekarng bukan zamannya penjajahan fisik, tapi penjajahan politik, ekonomi yang masih juga dirasakan oleh masyarakat..

Akankah ada para pahlawan yang berani berjuang demi kemerdekaan ekonomi, keluar dari krisis ini?

Met hari pahlawan,
sekali lagi, met ulang tahun HMIF-ku tercinta 😀

– Heroes live 4ever –

Kisah VM-ware

[terimbas mode on]
VM ware, ada apa ini ?? (dengan nada ‘somay sparta’)
[/terimbas mode off]

Haha 😀 lucu aj kalo ngedenger anak IF berbicara ala ‘somay sparta’. Ehm,pengen cerita seputar ‘VM-ware’, istilah yang berada di benak gw saat mengikuti acara ‘syukuran anggota’ di sbtu hingga minggu pagi ini. Yang jelas VM ware di sini gak ada hubungan nya dengan Virtual Machine, hehe :p

VM ware : Villa Merah, be aware !! Sebenarnya bukan villa merahnya yang serem atau gimana2, tapi cerita ini berada di sekitar VM. Berangkat siang dari Bandung, setelah sempat kesasar ampe ke ‘Little Farmer’ di sekitar Lembang gara2 Pak Supir ternyata gak tau di mana VM ini terletak, akhirnya nyampe di Vm kira2 jam 3-an… Istirahat sejenak, trus ada nasi ‘gratis’ (haha… miskom yang cukup menguntungkan bagi kami, tapi kayaknya enggak bagi yang nyedia-in nasi ‘gratis’)… perut sedikit laper,lalu mulai meraih nasi bungkus itu dan memakannya,tapi baru 3 suapan terdengar suara, “Ayo tracking!!”. Huihu…pengen nyelesai in makan dulu, tapi gara2 tracking trip ke-2 blum tentu ada, yah mau gak mau makan nya disudah-i dulu.

Continue reading

Kaderisasi

Ini tugas esay yang sudah lama sebenarnya disuruh, kira-kira sudah sebulan yang lalu,tapi saya baru bisa menulisnya sekarang karena bebrapa alasan, yaitu tugas yang banyak dan uts juga bingung mau nulis tentang apa hingga akhirnya disuruh menuliskan tentang kaderisasi. =D

Pertama kali saat mendengar kaderisasi yang terbayang di benak saya adalah seperti OS atau perploncoan. Itu pikiran saya saat masih baru kuliah, TPB tepatnya. Teringat saat dikumpulkan satu angkatan STEI di lapangan segitiga CC, yang dibahas saat itu yah tentang kaderisasi. Saat itu pandangan saya terhadap kaderisasi masih bisa dikatakan abu-abu karena sebelum kaderisasi STEI, saya telah mengikuti kaderisasi dalam bentuk lain, proses penerimaan anggota baru tepatnya di salah satu unit kesenian di kampus ini.

 

Abu-abu merupakan warna peralihan hitam dan putih. Saat itu, saya memikirkan, penting gak yah kaderisasi STEI, tampaknya gak ngaruh apa-apa ke saya. Positifnya saya mungkin bisa kenal satu angkatan, nambah teman, nambah pengetahuan (yang bakalan diberi saat materi kaderisasi), bisa kenal senior, ehm apa lagi yah,.., mungkin itu saja. Negatifnya kalau saya ikut kaderisasi ini , saya pasti akan capek, banyak tugas yang akan dikerjakan, blum lagi kalo materi yang disampaikan panitia yang membosankan dan bayak lagi hal- hal yang saya takutkan seperti management waktu, mengingat selain kuliah saya juga mengikuti berbagai kegiatan non-akademis saat itu.

Seiring waktu berjalan, tanpa terasa kaderisasi juga berjalan seiring waktu. Tibalah di penghujung semester2. Saya bertanya ke panitia, kapan kaderisasi ini berakhir (dengan kata lain “pelantikan”). Awalnya, panitia tidak mau memberitahu, namun setelah desakan karena biar bisa mastiin tanggal booking tiket pulang akhirnya panitia bilang kalau kaderisasi dilanjutin pas libur semester sampai awal Juli. Nah, saat diberi tahu akan hal itu, saya sedikit kesal pada panitia tersebut. Knapa harus dipakai saat libur, saya kan mau pulang ke rumah (setelah setahun blum pulang). Tapi, saat saya bilang seperti itu ke panitia, dia balas berkata, “Sebenarnya saya juga disuruh pulang, blum lagi KP, trusin aja ikut sampai selesai, tanggung kalau berhenti di tengah jalan. Kan masih ada sisa 1 bulan lagi untuk pulang.” Mendengar itu, saya merasa bersalah, saya menyadari beban kuliah saya yang masih di Tahap Paling Bahagia itu blum ada apa-apanya di banding ama yang dah mau KP. Dan akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti kaderisasi ini sampai akhir dengan konsekuensi , waktu liburan saya di rumah bakalan lebih singkat. Keputusan ini juga dipicu oleh omongan panitia kaderisasi juga yang bilang kalau kita jangan berharap mendapatkan sesuatu kalau tidak melakukan sesuatu.

Materi demi materi terlalui, tugas angakatan dan individu juga terlalui, hingga saat diberi tugas angkatan berupa bakti sosial. Masih segar diingatan saya, kami disuruh membuat proposal proyek angkatan. Saat ngumpul angkatan, dibutuhkan nama orang yang bertanggung jawab sebagai koordinator kepanitiaan yang akan dibentuk. Kami memutuskan bakti sosialnya berupa pengajaran ke anak SD yang berasal dari desa yang kurang mampu dan belum terjangkau. Temanya: “STEI Together For The Kids” . Saat itu butuh nama orang, dan saya menawarkan diri sebagai koordinator materi, dan setelah saya ada juga yang menawarkan diri. Akhirnya, hari demi hari terlalui dan presentasi tugas angkatan diterima. Kami harus merealisasikan tugas angkatan ini. Saat itu, ditengah-tengah kesibukan yang lain (kebetulan juga saya menjadi panitia PMB PMK) , akhirnya memutuskan untuk tidak menjadi koordinator, dan teman saya yang satu lagi itu yang mengambil alih.

 

Sebelum memutuskan untuk memilih tempat, kami mengadakan sourvey ke beberapa tempat. Kebetulan saya ikut sourvey selama 2 hari. Saat sourvey lapangan itu, ada banyak hal yang saya pelajari. Ternyata di luar sana, kondisi pendidikan kita sangat memprihatinkan. Dari satu sekolah ke sekolah lain yang kami anggap memenuhi kriteria kami (masih kurang mampu , fasilitas sekolah dan guru yang mengajar blum memadai, ), ternyata persoalan yang dihadapi hampir sama, yaitu “putus sekolah”. Mereka hanya menyekolahkan anak mereka sampai di tingkat SD. Mereka tidak sanggup untuk menyekolahkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Untuk melanjut ke SMP misalnya, mereka harus mengeluarkan duit untuk ongkos saja kira-kira Rp.2000 (karena SMP yang terdekat saja tidak bisa dijangkau dengan jalan kaki karena letaknya yang jauh dari tempat tinggal), blum lagi buku dan lain-lain. Bagaimana caranya kami sangup membayar itu kalau penghasilan kami saja Rp. 10.000,- per hari, blum lagi biaya hidup sehari-hari, mendingan anak saya ikut bekerja bersama saya.

Setelah sourvey ke berbagai tempat dan akhirnya satu angkatan memutuskan bahwa kami akan mengadakan bakti sosial ini di Desa Cilimus, dekat TPA Leuwi Gajah. Kebanyakan orang di daerah ini mengandalkan hidupnya pada hasil pulungan sampah. Sebenarnya yang terkena longsoran TPA yang pernah terjadi di daerah Leuwi Gajah itu adalah desa mereka, tapi bantuan yang datang itu ke Leuwi Gajah nya, desa mereka tidak mendapat apa-apa berhubung terpencil dan katanya kami, STEI 2006 adalah orang asing pertama yang datang ke desa itu.

Dengan adanya bakti sosial ini saya merasa dekat dengan teman satu angkatan STEI, menyadari kondisi pendidikan di negri ini, dan paling penting, saya merasa senang bisa membantu orang lain dan menjadi berkat bagi orang di sekeliling saya. Rasanya semua rasa letih yang saya alami demi kelangsungan acara ini terbayar sudah ketika melihat tawa anak-anak di sana. Satu hal yang sangat menyentuh hati saya adalah melihat pohon yang disiapkan anak acara yang digantungkan kertas berisi cita-cita sang anak dan alasan kenapa memilih cita-cita tersebut. Sebelum pulang saya sempat membaca beberapa kertas itu, ada anak yang menuliskan ingin menjadi dokter, pilot, dan lain-lain. Hati saya terharu dan saya berkata dalam hati ,“ Tuhan tolong kabulkan cita-cita anak-anak ini, biarlah Engkau memberkati desa ini.”

Itu segelintir dari flashback kaderisasi STEI yang saya alami. Trimakasih buat panitia Kaderisasi STEI yang telah memberi kesempatan bagi saya dan teman-teman lainnya untuk melihat dunia luar dan berkontribusi terhadap masyarakat. Saya tahu dimana-man, panitia pasti lebih capek dibanding peserta. Jika ditanyakan kepada saya perlukah kaderisasi itu, saya tanpa ragu- ragu akan mejawab,”Sangat penting, ada banyak hal yang bisa dipelajari dan diperoleh jika kita mau untuk mencarinya, tentunya dengan berkontribusi karena apa yang kita peroleh sejalan dengan apa yang kita lakukan. Kaderisasi itu merupakan proses pembelajaran diri secara interaktif antara panitia dan peserta. Kaderisasi juga ajang unutk mengenal suatu organisasi atau himpunan yang bakalan kita masukin, bagaimana kita maa masuk ke suatu lingkungan organisasi jika kita tidak mengenalnya terlebih dahulu”.

Untuk kaderisasi HMIF yang dilanjutin di tingkat 2 ini juga saya balajar banyak hal, yang saya ingat dan mengena di hati itu saat malam swasta yang menekankan kalau kita hendak melakukan sesuatu harus dipikir dulu untuk apa kita melakukannya, apakah itu rasional atau tidak. Jangan melakukan sesuatu yang tidak jelas tujuannya. Ehm, ada lagi yang saya ingat pas pembicaranya Bu Inge. Jujur saya baru melihat sisi humoris nya Bu Inge di situ, dan ternyata saya juga belajar banyak hal dari beliau. Dan juga tak ketinggalan pas pemutaran film tentang kondisi buruh di Indonesia, dan dampak globalisasi dan sejarah Indonesia yang sangat memprihatinkan. Saya berharap bangsa ini dapat bangkit, dan itu bisa terjadi jika kita mau bersatu untuk meperbaiki negara ini, dimulai dari perkara kecil yaitu diri sendiri, keluarga, teman , masyarakat dan negara (cie.. idealis banget). =D