moko (mana?) moko (jerman??) :p

[ atas request orang2 yang bertanya-tanya karena ga bisa ikutan, huhue ]

Alkisah sekumpulan orang dari latarbelakang angkatan, kampus,jurusan, PMK yang beda-beda, namun satu saudara di dalam Dia , bergerak bersehati demi satu tujuan, meski sudah lampau, namun tetap melekat di hati, para x-panitia K3..

Seneng dh, anak2 pada doyan jalan2, haha, jadi saia punya kesempatan menyalurkan hobby jalan-jalan :P. Trip minggu (4/10) lalu direncanakan ke moko skitar jam 4 sore, namun akhirnya baru bisa berangkat dari bandung jam 6an, nunggu ngumpul dulu yang ikut. Personil yang ikut, ka lusy, ci yeni, ka sri, ka debo, ka uchie, suandi, teguh, seli, ka epen, ka risma , ka finley dan bang julius yang menyusul.
Trip kali ini, bukan ngembaliin barang yg ga sengaja terbawa, apalagi pembubaran part-XX (saking seringnya bikin event :p ), tapi tapii diadain buat perpisahan dengan ka finley yang akan melanjutkan studi S2nya ke Jerman demi ci(n)ta dan masa depan (*halaah!!).

Moko, berlokasi di deket caheum, lewat padasuka, lanjut ke atas2 bukit2 yang jalannya menanjak tinggi ke atas. Berhubung kami menyarter angkot (plat dirahasiakan *apa coba?!?* ) dan jalanan sangat menanjak, alhasil sebagian penumpang harus berjalan kaki demi mengurangi beban angkot biar bisa melaju melewati tanjakan2 tajam. Parahnya bukan cuman satu tanjakan ternyata -____-“” , jadilah sebagian dari kami berjalan kaki sahaja.

sblum jalan jauh, foto2 dulu :p

sblum jalan jauh, foto2 dulu :p

Tak di duga-duga, langkah demi langkah terlalui, nafas hampir terengah-engah (*lebay!!) datanglah bang julius dengan mobil, asiik bisa nebeng, meski masih ada yg tertinggal jalan kaki. Perjalanan pun dilanjutkan, tanjakan demi tanjakan dilalui hingga akhirnya bertemu dengan angkot carteran yang ternyata berbalik arah. Ternyata saudara-saudara, jalan ke moko nya jelek dan nanjak2, high risk gitulah. ‘High risk high reward’ kalii yaa (*tiba2 saia teringat SIE, haha 😀 )

lagi nentuin tkp pasca kagak jadi ke moko

lagi nentuin tkp pasca kagak jadi ke moko

Akhirnya stelah berunding cukup lama, turun lagi ke bandung, makan2 di s*l*s*h, yang penting bareng2 nya.. gyaaa (*kata2 penghiburan). Di spanjang perjalanan di angkot, seperti biasa kalo udah ada ka risma, pasti ada goncangan2 tak terduga, ada karaokean bersama ka sri, ka debo, ka epen dan ka lusi juga (*rekaman menyusul,ckckck), sementara di mobil bang jul pada latian lagu ‘You will never walk alone’ hahha..Sesampainya di tkp, sembari menunggu pesenan datang, main ‘take me out’ (*btw, lanjutannya gimana ini ka?!? sapa yg dimatiin
lampunya?!?ckckck), makan2, mandok hata satu satu, nyayi2, tak luput pesen lewat lagu ‘You will never walk alone’, serah2an kenang2an, sampai akhirnya ga kerasa udah jam 12an lewat, sampai2 udah ga ada lagi orang di situ, untungnya ga diusir, huehue..

serah terima diwakili oleh presenter 'take me out' :P

serah terima diwakili oleh presenter 'take me out' 😛

spatuuu baruu,, alhamdulilah >:)

spatuuu baruu,, alhamdulilah >:)

Acara perpisahan pun usai sudah, kami pun berpisah, bang jul berbaik hati mengantarkan jatinangor’ers, marnath’er dan kami (saia,ka uchie, ka debo, ka sri, teguh dan ka finley) berjalan kaki sampai dapet angkot..dan hasilnya foto2 narsis ini, haha..

tangan ka sri ngacung kenapa ka?

tangan ka sri ngacung kenapa ka?

namun, cerita blum lah usai,
met berjuang,.
keep contact selalu,.

– you will never walk alone –

Along life’s road
There will be sunshine and rain
Roses and thorns, laughter and pain
And ‘cross the miles
You will face mountains so steep
Deserts so long and valleys so deep
Sometimes the Journey’s gentle
Sometimes the cold winds blow
But I want you to remember
I want you to know

You will never walk alone
As long as you have faith
Jesus will be right beside you all the way
And you may feel you’re far from home
But home is where He is
And He’ll be there down every road
You will never walk alone

Never, no never

The path will wind
And you will find wonders and fears
Labors of love and a few falling tears
Across the years
There will be some twists and turns
Mistakes to make and lessons to learn
Sometimes the journey’s gentle
Sometimes the cold winds blow
But I want you to remember wherever you may go

Jesus knows your joy, Jesus knows your need
He will go the distance with you faithfully

nb : kabar terbaru : LPJ udah dicetak ama ka uchie,, dan ka uchie skarang udah kerja di calengka (*bener ga sh nulisnyaa).. hoohoo.. cd dokumentasi masih jd utang 😦

bertanya-tanya.. panitia kemnas pada doyan jalan ga ya???

gyaaaa…

Gathering part 2 Kluarga Bartolomeus..

Membayar janji di postingan sebelumnya, kali ini saya akan bercerita ttg gathering kluarga sabtu-minggu lalu.

Perkenalkan, berikut anggota keluarga Barto tercinta. Layaknya keluarga beneran yang ada opa oma, papa mama dan anak2, keluarga kamipun punya, hue2..

Kluarga ini mulai terbentuk saat kamp kelompok kecil juni lalu. Ada opa sutrisna (a.k.a opa iim), oma puan, papa bobby, mama clara, om suandi, saya sendiri sebagai tante, ely anak tertua, rocky, tulus, imel, tina, tere, merry, erina, dan shely anak bungsu.
Opa Oma  adalah sosok pembimbing rohani, kebanyakan staff perkantas, terkhusus oma kami kebetulan bukan. Papa mama merupakan peserta kamp yang dipercayakan pembimbing teknis (soal piket, dll misalnya), om tante sendiri adalah panitia yang tak selalu bisa berada di dalam keluarga saat kamp berlangsung, karna hrus ngurus ini itu,, dan selebihny adalah anak2, cucu2 yang lucu-nan-imuut.. haha 😀  Satu hal lagi.. kalo udah ketemu ely-bobby dan rocky, siap2 sakit peruut tertawa ngakak..wkwkwk..

Cukup sekian dulu perkenalannya. Meski kamp telah usai, kami tetap saling memperhatikan layaknya ikatan keluarga yang takkan pernah putus (*amiiiin*)

Gathering part 2 lalu yang di-PJ in ama imel dan tulus memakan waktu hampir 2 hari. Jumat malam, para rombongan jatinangor terpaksa nginep di bandung agar bisa berangkat pagi dari sini.Sabtu pagi, setelah smuanya di poliklinik maranatha, kamipun bersiap menempuh perjalanan selama 2,5 jam ke pengalengan dengan dua mobil, satu punya opa dan satunya temennya tulus, agnan, anak telkom juga.

Sesampainya di pengalengan,setelah perjalanan yang nyaris membuat saia muntah (belok2 gt soalnya), kami pun bergabung baksos perkantas yang udah ada, hingga skitar jam 5 sore.

Pas perjalanan pulang, tergoda Continue reading

Kamp Kelompok Kecil

Thank You my Lord, for the beautiful days..
Thank You my Lord, I’m so happy to say..
Thank You my Lord for the flower that grow..
There would be nothing I know without You..

tak cukup kata yang terangkai betapa bersyukurnya diri ini telah diberi kesempatan melayani di kepanitiaan K3..
flash back dari apa yg sejauh ini masih terkenang di benak saia..terinspirasi dari PD Syukuran yg kembali memutar kenangan didalam benak..


Desember 2008..

bulan di sharingkan jd panitia.. awalnya aku bingung.. apakah sanggup mengiyakan jadi panitia untuk event segede kamp kelompok kecil yg di-adakan perkantas

di mana komponennya bukan hanya PMK-OHa (bandung), tp juga PMK Jatinangor, PMK 3 Unpar, Maranatha, Telkom.
waktu2 pergumulan dan bahan pertimbangan berkecambuk di kepala.. memikirkan apakah dir ini sanggup,, belum cukup sibukkah menjadi pengurus di HMIF, panitia Arkavidia,seorang PKTB, dan terlebih studi di Informatika??

waktu terus berjalan, mendoakan yang dari saia jg ga terlalu serius.. sampai minta perpanjangan waktu..

kala itu aku teringat akan wiken cpktb yg cukup mengubahkan saia.. keinginan dan dorongan agar orang2 lain bisa merasakan apa yg aku dapetkan di wiken itu mendorongku mengiyakan untuk turut ambil bagian dalam pelayanan ini, sbagai bendahara..

Januari 2009

Continue reading