Oleh-oleh

Yang namanya oleh-oleh itu pasti rasanya nikmat. Kenikmatan itu tidaklah hanya datang dari rasa si oleh-oleh, tetapi juga dari pemberian oleh pemberi yang menyempatkan waktu membeli, mungkin riweh membawa selama perjalanan dan pada akhirnya kerelaan mau berbagi dengan orang-orang sekitarnya.

Advertisements

Bakar Perahu

Bakar perahu. Istilah yang ternyata mengandung nilai sejarah ini sayangnya tidaklah saya jumpai di waktu dulu di bangku sekolahan. Untuk pertama kalinya istilah ini saya dengar dari Kang Iqbal (Ketua Himpunan HMIF 2007-2008) di suatu rapat DE– kala itu sedang membahas permasalahan di HMIF.

Dikisahkan seorang jenderal perang ingin menaklukkan suatu pulau. Ia hanya membawa anak buah sejumlah 300 orang karena sejauh kabar yang ia dengar dari mata-mata, tentara yang sedang berada di pulau tersebut hanya 500 orang.  Ketika perahu-perahu hampir  sampai  di pulau tersebut, alangkah terkejutnya ia. Begitu pula yang dirasakan anak-anak buahnya.  Mata-mata mengabarkan kepadanya bahwa jumlah tentara di pulau itu ternyata berjumlah 1500 orang. Tiga kali lipat dari jumlah mereka.

Menjadi gentar adalah hal yang wajar bagi anak buah sang jenderal. Apa yang harus dilakukan? Benak sang jenderal pun timbul berbagai pertimbangan. Menyerah menjadi hal yang konyol baginya. Akhirnya ia memutuskan untuk tetap menyerang pulau. Ia tetap yakin bisa menang. Lantas bagaimana dengan anak-anak buahnya? Sebagian dari mereka berhasil diberi semangat dan diyakinkan mampu meraih kemenangan. Sebagian masih ragu-ragu, namun sang jenderal tetap memberi semangat.

Perahu pun semakin mendekati pulau, hingga akhirnya sang jenderal menyuruh pasukannya menyerang dan membakar perahu mereka. Kini tidak ada perahu untuk kembali. Mereka hanya punya pilihan untuk menang menaklukkan pulau tersebut. Melihat perahu telah dibakar, semangat para pasukan sang jenderal pun ikut terbakar.  Di sinilah letak kekuatan mereka—kebersamaan dalam semangat,keyakinan mampu menang, dan ketiadaan pilihan lain (menang atau menang).

Tentulah bukan perjuangan yang mudah, namun akhir dari kisah ini berbuah manis. Sang jenderal dan anak-anak buahnya menang dan berhasil menaklukkan pulau tersebut  😉 Menurut saya kisah ini adalah kisah yang menginspirasi. Tak lain tak bukan, sang jenderal perang tersebut adalah Napoleon Bonaparte,  Jenderal Perang yang hebat yang pernah dimiliki oleh Prancis.

Kira-kira seminggu yang lalu ketika saya mendapat kartu ‘kesempatan’ yang berbunyi : “maju satu langkah”,  saya tiba-tiba teringat akan cerita ini. Kini  tak punya pilihan lain selain berjuang  untuk terus melangkah. Memang perjuangan tidaklah mudah. Tapi saya percaya tiap perjuangan yang jujur dan dilakukan dengan sebaik-baiknya akan berbuah manis 😉 Serta tak lupa juga untuk tetap berserah kepada Dia, sumber segala hikmat.

Perahu telah dibakar, kini tiada lagi alasan untuk mengibarkan bendera putih.


Melz
040510

—————-

Lewat ini saya ingin memberi smangat dan salam perjuangan buat teman-teman IF yang seminar 2, teman-temen lain yang juga seminar ataupun yang sidang, dan urusan lain-lainnya sesuai pergumulan masing-masing, hehe  :D.

Jalan emas

Jalan emas,
bukan bicara tentang suatu jalan di mana bisa melihat emas
ataupun hal yang menyenangkan spanjang kaki melangkah..
bukan juga bicara jalan pintas
ataupun jalan cepat untuk mencapai tujuan..
kurasa itu berbicara tentang merasakan hal berharga di stiap langkah kaki..

melz

150809

detak jantung..

tiap detakan jantung yang menopang kehidupan adalah suatu karunia dari Tuhan…

bukan sekedar mbah surip, ato ws rendra..

ato pun orang2 biasa yg kepergiannya tidak begitu digubris orang orang..

itu pun tentang aku..

little affraid..

God,

when my heart is hard,  break the stone away

when my heart is cold, warm it with the day

when my heart is lost, lead me on Your way..

hope everything will be okay..