Terkenang

Baru saja melihat dua video unggahan wisuda juli kemaren dari seorang teman #if06, di tambah kumpulan foto masa kuliah (*tapi foto mahasiswa jepang) dari ega-galau 😛 yang sedang berjuang meraih gelar master dari negri sakura itu 😀  All that I said , what a nice and memorable moments, wasn’t it?

Ega-yang-lagi-galau juga menuliskan ini dalam group #if2006:

Pada akhirnya setiap tubes yg kita lewati itu (mengutip twitter seorang teman) kaya makan cabe super pedas. Pas makan, kepedesan dan ampun-ampun nggak mau makan lagi, tapi begitu udah beres makan (+udah lama), pengen lagi 😀 (Inas Luthfi mungkin bisa menjelaskan lebih detil soal makan cabe :P)

Tampak ada benernya juga 😛 Setahun lalu, sebelum sah menyandang gelas eS Teh, saya mengalami apa yang dinamakan graduation goggles (Graduation goggles is the nostalgic feeling one has about a time or someone in their life when it is about to end, even if the time was completely miserable). Ya, ada masa di mana kebersamaan itu terhenti karena masing-masing punya tujuan dan jalan yang berbeda. Ada yang lanjut sekolah, ada yang bekerja, ada yang membuat usaha sendiri, dan lain-lainnya. Saya sendiri memilih bekerja dulu dan bila diperkenankan ingin lanjut sekolah, tapi itu nanti dulu, masih ada tugas di sini yang harus diselesaikan, hehe.

Pada akhirnya, saya merasakan tiap fase kehidupan, pasti selalu saja ada saja hal-hal yang harus dihadapi, diperjuangkan dan disyukuri. Dan Dia tahu karakter apa yang harus diubahkan, ditumbuhkan dan pula dikikis tepat pada fase kehidupan yang mana.

Grow up!! 🙂

Advertisements

Ya/Tidak

Tadi pagi pas ngambil toga di annex, untuk kedua kalinya kami harus mengisi kuesioner wisudawan, entahlah kenapa harus ngisi dua kali, rada aneh. Datanya bisa gak konsisten dong kalo begitu.

Ada dua lembar pertanyaan, saya pun udah lupa apakah jawaban saya yang tadi sama dengan yang dulu pernah diisi sebelumnya. Tapi ada satu pertanyaan yang saya jamin jawabannya tetap sama. Pertanyaannya kira-kira seperti ini:

Jika dimulai lagi dari awal, apakah Anda akan tetap mengambil jurusan Anda yang sekarang?

Sewaktu saya tingkat dua sih seandainya ada kuesioner ini, dan seandainya masih bisa berubah, maka saya masih mempertimbangkan untuk menjawab : TIDAK..

Tapi pertanyaan itu datangnya sekarang, dan tanpa mempertimbangkan lagi saya langsung melingkari pilihan YA yang tertera pada kuesioner  sambil tersenyum 😉

Saya menyukai jurusan saya meski tidak terlalu ‘menguasai’ dan tak terluput juga teman-teman sejurusan. Akan merindukan saat-saat berjuang bareng-bareng 😀

So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?

Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule

Ah, jadi teringat postingan sebelum nya..

Mean alot to me. Thanks,guys.

Sudah lama rasanya gak nge-post serba-serbi cerita film yang saya tonton (*kebanyakan karna kesibukan :P).  Film yang beruntung di-serba-serbi-kan kali ini adalah ‘Toy Story 3’. Film ini memang untuk semua umur, anak-anak, remaja, orang dewasa dan mungkin juga orang tua pun setuju cerita ini masih relevan bagi mereka. Terdapat pula adegan2 kocak tak terduga :D. Moga tidak menjadi spoiler bagi yang ingin menontonnya 😀

Masa kanak-kanak adalah masa penuh permainan dan imajinasi. Mainan telah menjadi teman-teman yang mengisi hari-hari mereka beranjak remaja. Andy, menciptakan karakter2 bagi mainan2nya dan punya cerita tersendiri dari hasil imajinasi. Hari demi hari terlalui, Andy telah beranjak remaja, tak lagi anak kecil. Mainan2 itu sudah tidak dimainkan lagi, mereka pun merasa kehilangan Andy. Suatu hari Andy harus pergi ke kampus meninggalkan rumah dan kamarnya.

Lantas kisah apa yang terjadi dengan mainan2 itu?  (*yang penasaran silahkan nonton filmnya sahaja, haha :P)  Singkatnya mainan2 itu berkisah tentang kepedulian dan kebersamaan. No matter what happened as long as we belong together 😉

Daaan, adegan yang paling menyentuh bagi saya adalah saat perpisahan Andy dengan mainan-mainan masa kecilnya. Saya senang akhirnya mainan2nya dititip kepada Bonnie.

Andy: [opens box, and takes out Jessie] This is Jessie, the roughest, toughest cowgirl in the whole west. She loves critters, but none more than her best pal, Bullseye!
[pulls out Bullseye, and makes a whinnying sound]
Andy: Yee-haw!
[holds the two tows out to Bonnie]
Andy: Here.
Bonnie: [shyly walks over, and takes Jessie and Bullseyes, a smile on her face]
Andy: [pulls out Rex] This is Rex! The meanest, most terrifying dinosaur who ever lived! RAWR! RAWR!
Bonnie: [recoils a little, but the giggles, and takes Rex too]
Andy: [pulls out Mr and Mrs Potato Head] The Potato Heads: Mr and Mrs. You gotta keep them together because they’re madly in love.
[Andy sets them down in front of Bonnie, before pulling out Slinky Dog]
Andy: Now Slinky here, is as loyal as any dog you could want.
[Andy then pulls out Hamm]
Andy: And Hamm, he’ll keep your money safe, but he’s also one of the most dastardly villains of all time: Evil Dr Porkchop!
[Andy then places the two with their friends, before pulling out the three aliens]
Andy: These little dudes are from a strange alien world: Pizza Planet!
[Andy then sets them down before reaching into his box again]
Andy: And this, is Buzz Lightyear, the coolest toy ever! Look! He can fly, oh, and shoot lasers!
[Andy pops open Buzz’s wings, and fires his laser]
Andy: He’s sworn to protect the galaxy from the Evil Emperor Zurg!
Bonnie: [Bonnie takes Buzz from Andy, and presses one of the buttons on his spacesuit]
Buzz Lightyear: To Infinity, and Beyond!
Andy: Now, you gotta promise to take good care of these guys. They, mean, alot to me.

***
Andy: Now Woody, he’s been my pal for as long as I can remember. He’s brave, like a cowboy should be. And kind, and smart. But the thing that makes Woody special, is he’ll never give up on you… ever. He’ll be there for you, no matter what.

***
Andy: [taking a last look at his toys before he heads off to College] Thanks, guys.

They, mean, a lot to me. Thanks, guys.

Perpisahan bakal tetap terjadi atas sebuah pertemuan. Namun, di dalam pertemuan itu banyak hal menyenangkan dan  berharga yang terlalui. Sama seperti saat-saat yang akan saya lalui. Sebentar lagi akan berpisah dengan teman-teman satu angkatan. Sebagian dari kami akan pergi entah ke mana mengadu nasib demi sebutir nasi dan segenggam berlian 😛 , ada yang masih berjuang menyelesaikan perkuliahan, dan lain-lain. Empat tahun, atau tiga tahun pertemuan di informatika menorehkan banyak hal yang menyenangkan dan berharga bagi saya.

Informatika 2006, mean, a lot to me. Thanks, guys.

Bakar Perahu

Bakar perahu. Istilah yang ternyata mengandung nilai sejarah ini sayangnya tidaklah saya jumpai di waktu dulu di bangku sekolahan. Untuk pertama kalinya istilah ini saya dengar dari Kang Iqbal (Ketua Himpunan HMIF 2007-2008) di suatu rapat DE– kala itu sedang membahas permasalahan di HMIF.

Dikisahkan seorang jenderal perang ingin menaklukkan suatu pulau. Ia hanya membawa anak buah sejumlah 300 orang karena sejauh kabar yang ia dengar dari mata-mata, tentara yang sedang berada di pulau tersebut hanya 500 orang.  Ketika perahu-perahu hampir  sampai  di pulau tersebut, alangkah terkejutnya ia. Begitu pula yang dirasakan anak-anak buahnya.  Mata-mata mengabarkan kepadanya bahwa jumlah tentara di pulau itu ternyata berjumlah 1500 orang. Tiga kali lipat dari jumlah mereka.

Menjadi gentar adalah hal yang wajar bagi anak buah sang jenderal. Apa yang harus dilakukan? Benak sang jenderal pun timbul berbagai pertimbangan. Menyerah menjadi hal yang konyol baginya. Akhirnya ia memutuskan untuk tetap menyerang pulau. Ia tetap yakin bisa menang. Lantas bagaimana dengan anak-anak buahnya? Sebagian dari mereka berhasil diberi semangat dan diyakinkan mampu meraih kemenangan. Sebagian masih ragu-ragu, namun sang jenderal tetap memberi semangat.

Perahu pun semakin mendekati pulau, hingga akhirnya sang jenderal menyuruh pasukannya menyerang dan membakar perahu mereka. Kini tidak ada perahu untuk kembali. Mereka hanya punya pilihan untuk menang menaklukkan pulau tersebut. Melihat perahu telah dibakar, semangat para pasukan sang jenderal pun ikut terbakar.  Di sinilah letak kekuatan mereka—kebersamaan dalam semangat,keyakinan mampu menang, dan ketiadaan pilihan lain (menang atau menang).

Tentulah bukan perjuangan yang mudah, namun akhir dari kisah ini berbuah manis. Sang jenderal dan anak-anak buahnya menang dan berhasil menaklukkan pulau tersebut  😉 Menurut saya kisah ini adalah kisah yang menginspirasi. Tak lain tak bukan, sang jenderal perang tersebut adalah Napoleon Bonaparte,  Jenderal Perang yang hebat yang pernah dimiliki oleh Prancis.

Kira-kira seminggu yang lalu ketika saya mendapat kartu ‘kesempatan’ yang berbunyi : “maju satu langkah”,  saya tiba-tiba teringat akan cerita ini. Kini  tak punya pilihan lain selain berjuang  untuk terus melangkah. Memang perjuangan tidaklah mudah. Tapi saya percaya tiap perjuangan yang jujur dan dilakukan dengan sebaik-baiknya akan berbuah manis 😉 Serta tak lupa juga untuk tetap berserah kepada Dia, sumber segala hikmat.

Perahu telah dibakar, kini tiada lagi alasan untuk mengibarkan bendera putih.


Melz
040510

—————-

Lewat ini saya ingin memberi smangat dan salam perjuangan buat teman-teman IF yang seminar 2, teman-temen lain yang juga seminar ataupun yang sidang, dan urusan lain-lainnya sesuai pergumulan masing-masing, hehe  :D.

Sekali, Tak Terulang!

Dewa Naga, kembalikan kami ke masa lalu, masa di mana kami baru bergabung di kampus ini “, demikianlah penggalan dialog yang terucap dari mulut seorang rekan informatika pada persembahan angkatan 06 di acara Temu Keakraban (Mukrab) HMIF awal tahun ini.

Alkisah, sekumpulan anak-anak tingkat akhir informatika berhasil mengumpulkan keenam bola naga yang  tersebar di seluruh dunia. Sebagai hadiahnya, sang Dewa Naga akan mengabulkan permintaan mereka. Ya, permintaannya adalah agar Dewa Naga mengembalikan mereka ke masa lalu, masa yang bisa dikatakan bahagia, tidak sedang berhadapan dengan yang namanya Tugas Akhir  😛 .

Lalu, apa yang terjadi? Apakah Dewa Naga mengabulkan permintaan mereka?
Sayangnya tidak. Sang Dewa Naga malah hanya membawa mereka kepada kenangan-kenangan yang terjadi di masa lalu (pemutaran slide foto-foto) dan memberi petuah agar memanfaatkan waktu-waktu yang ada dengan sebaik-baiknya karena waktu tidak dapat diputar kembali.

Masih ingat dengan adegan di atas? Hhehee 😉

Beberapa minggu belakangan ini saya menyadari akan sesuatu. Sesuatu itu masih berkaitan dengan waktu. Memanfaatkan dan menikmati waktu yang ada. Mengenai memanfaatkan waktu memang sudah menjadi wejangan yang terpatri di loh hati masing-masing orang, meski kerap dilanggar. Haha 😀 .

Beda hal-nya dengan menikmati waktu yang ada.  Kebanyakan memang perhatiannya tercurahkan kepada apa yang sedang dikerjakan. Sangat jarang dibarengi dengan rasa menikmati apa yang sedang dikerjakan itu. Sama halnya ketika bernafas. Pertama, cobalah bernafas seperti biasanya. Lalu bandingkan bila bernafas dengan tarikan nafas panjang, tahan sebentar, dan hembuskan perlahan-lahan. Nafas yang dinikmati berbeda rasanya dengan nafas biasa yang adalah rutinitas tanpa sadar .

Syukurilah dan nikmatilah tiap detik hidupmu. Dengan begitu Engkau ‘kan merasa terlalu sayang untuk melewatkannya begitu saja.

Selamat menikmati  tiap detik detak jantung, tiap kesempatan, tiap pekerjaan, tiap pelayanan, dan lain-lainnya.  Masa hanya terjadi sekali, tak terulang!

Melz
25042010

/*
Tulisan pancingan yang tercipta di tengah kepenatan menuliskan TA. Penat  hingga sampai ke titik di mana tak ada kata yang dapat tertuliskan.  Tulisan pancingan memang biasa saya lakukan untuk memancing atau memulai suatu tulisan yang rada susah tertuangkan 😛

Menjadi ingin menikmati segala suka duka pengerjaan Tugas Akhir, masa-masa ‘sibuk’ di kepanitian KNM, masa-masa pelayanan/KTB, masa-masa selagi masih menjadi mahasiswa  😀

Gyaaa… Jadi pengen balik sejenak ke masa lampau, dan benar-benar menikmati masa-masa yang terjadi :D.
Kangen bisa makan bareng  teman-teman Power Ranger,  kangen bisa kuliah bareng ama anak IF’06, kangen ama x-panitia K3 dengan segala kesibukan dahulu kala,  kangen banyak hal.
Doraaaemooon pinjem kantong dong. Haha >:)

*/

Alice (not just) in Wonderland

Peringatan dini!

Kesalahan judul bukan terletak pada mata Anda, melainkan memang sengaja dituliskan demikian oleh saya, dengan alasan yang akan dijelaskan kemudian 😛 . Haha..

Alice’s Adventures in Wonderland (1865) -yang kemudian lebih dikenal dengan singkatan Alice in Wonderland – merupakan novel terkemuka karya pengarang Inggris, Charles Lutwidge Dodgson atau yang lebih dikenal dengan ‘Lewis caroll’. Novel ini bercerita tentang seorang anak perempuan bernama ‘Alice’ yang berjelajah/ berpetualang di dunia fantasi.

Menarik, melihat latarbelakang dari penulisan novel ini yang terinspirasi dari teman-temannya (salah satunya bernama Alice Pleasance Liddell) dan keluarganya, serta lokasi tempat Caroll saat itu berada.

Daya khayal Caroll (yang adalah ahli matematika) dipadukan dengan logika matematika (yang terselip di beberapa chapter) dan disisipi aspek sejarah (dengan simbol-simbol tersembunyi antara perseteruan ‘Red Roses’ sebagai simbol dari English House of Lancaster dan ‘white Roses’ simbol dari House of York ) membuat novel ini digemari tak hanya oleh anak-anak tapi juga orang dewasa.

Buku ini kemudian menginspirasi tokoh-tokoh perfilman dan pertelevisian, hingga pada tahun 1903 untuk pertama kalinya Alice in Wonderland hadir dalam bentuk film, meski pada saat itu teknologi perfilman masih belum mengenal audio. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, film ini terus menerus diluncurkan. 1903,1910,1915,1931,1933,1949,1951,1966,1972,1976,1981,1983,1985,1986,1988,1999. Bermacam-macam,mulai dari film bisu, animasi, musikal, serial TV hingga akan datang dalam bentuk 3D. Diluncurkan pada tahun ini, Maret 2010.

Disutradarai oleh Tim Burton, Mia Wasikowska sebagai Alice,  Johnny Depp sebagai The Mad Hatter, Helena Bonham Carter sebagai The Red Queen, Anne Hathaway sebagai The  White Queen, dan Crispin Glover as The Knave of Hearts.

(*jadi ga sabar pengen nonton, hehe).

Alice, ternyata bukan saja menjadi tokoh utama dalam pernovelan, tetapi juga di dunia kriptografi. Kriptografi merupakan ilmu dan seni menjaga keamanan pesan (Bruce Schneider). Yang pernah mengambil matakuliah kriptografi dan yang berkecimpung dengan kriptografi tentu tidak asing lagi dengan nama Alice. Demikian juga dengan saya, meski belum mengambil matakuliah ini, namun Tugas Akhir saya yang bertopikkan kriptografi memaksa saya berkenalan dengan Alice. Alice sering dijadikan nama orang dalam penjelasan aspek/metode/protokol kripto, yang untuk sekarang ini dan kemudian akan banyak saya singgung di Tugas Akhir saya.

Saya akan mencoba menceritakan dengan singkat mengenai Tugas Akhir saya. Mohon maap bila sehabis membaca ini kepala terasa puyeng dengan istilah-istilah aneh 😛

Alkisah, Alice memilih dalam suatu pemilihan umum suatu kandidat. Bagaimana caranya meyakinkannya atau membuktikan bahwa pilihan Alice tercatat dengan benar pada mesin penghitung, juga bagaimana membuktikan bahwa penjumlahan keseluruhan suara adalah benar.  Suara Alice harus tidak dapat dimanipulasi oleh pihak lain.

Ada dua proses kriptografi yang digunakan, yaitu bagaimana Alice mem-verifikasikan suaranya ter-enkripsikan dengan benar dan bagaimana menghitung seluruh suara-suara yang ter-enkripsi.

(*enkripsi : proses menyandikan pesan asli menjadi pesan yang tidak dapat dimengerti maknanya oleh pihak lain. dekripsi : kebalikan enkripsi, mengembalikan pesan yang terenkripsi menjadi pesan asli)

Hasil dekripsi dari perkalian pesan-pesan yang dienkripsi akan menghasilkan jumlah chiperteks yang terkait. Sifat ini dikenal dengan homomorfik adiktif persamaan El Gamal yang terdapat pada salah satu langkah Paillier Cryptosystem. Dengan adanya sifat ini, mempermudah penggunaan kripto pada electronic voting.

Selain keamanan dan itegritas data pada electronic voting, ada isu lain yang perlu diperhatikan, yaitu kerahasiaan pemilih. Sistem pada electronic voting harus menjamin kerahasiaan pemilih, harus tidak dapat ditelusuri siapa memilih siapa. Untuk menyamarkan siapa yang dipilih oleh pemilih digunakan Paillier Cryptosystem (yang telah dikemukakan sebelumnya). Untuk menyamarkan keberadaan pemilih, maka digunakanlah Dining Cryptographer Protocol yang dikemukakan oleh David Chaum.

Contoh yang digunakan Chaum dalam menjelaskan permasalahan jamuan makan malam para kriptografer  (Dining Cryptographer Protocol) adalah sebagai berikut:

Tiga orang kriptografer sedang berada pada jamuan makan malam di restoran berbintang tiga kesukaan mereka. Pelayan kemudian memberitahu mereka kalau makanan mereka telah dibayar sebelumnya oleh seseorang yang tidak ingin diketahui. Salah satu kriptografer memiliki kemungkinan membayar makan malam tersebut, atau kemungkinan lain si pembayar adalah agen keamanan Amerika (U.S.National Security Agency / NSA). Ketiga kriptografer menghormati embayar yang tidak ingin diketahui tersebut, tapi mereka meragukan apakah NSA yang membayar.

Kemudian, merekapun menyelesaikan ketidakpastian mereka dengan cara yang adil melalui protokol berikut ini :

Continue reading

Goodbye and Welcome

Bersyukur buat bulan bulan kape yang terlalui, meski kali ini masih ada ‘remote extended kape’ ..  yup kami belum presentasi ama pihak atasan SKTI BI.. para pemberi tugas sepertinya tidak mau melepaskan kami :p ..  kami diminta untuk menyempurnakan krna kalo presentasi ama pihak atasan hrus perfect..  fiuuhppp susah juga pemberi kerjaan adalah tim tester, which means, udah kerjaaan nya ngetest software…  taulah yaa standard2 yg dipake ngikut standard mereka.. hahha.. tp tak mengapa krna waktu presentasinya terserah kami sih.. dan si aplikasi mau dipake ama orang2 di sana..
Penjelasan dan proses mengenai aplikasi sendiri ntar lah ya, pas udh rilis versi oke nya.. haha..

Banyak pengalaman dan pembelajaran yang saya peroleh, baik di kala saya suka, duka, bingung, kuat, lemah.. dan justru lewat pengalaman seperti itulah saya semakin menyadari berkat dari Tuhan, bukan??
Memories will last long, takkan terlupa bagaimana perjuangan mengejar deadline,
spek yang bertambah dan hrus perfect, berulang kali ganti modul,
kejadian yg membuat saya menjadi trauma ama kopi,
persahabatan bagai kepompong :p kesatuan hati yang membuat kami kuat..
kebaikan hati

(thx to : paman rnst buat tempat tinggal, dan buat mbak Yati yang selalu menyediakan makan buat kami, petugas busway yang selalu memberi informasi di kala kami tidak tahu arah, Pak Wahyu yang pernah mengantar kami ke kantor, karen yang minjemin laptop..haha.. dan orang2 yang senantiasa memberi smangat dan dukungan kepada saya.. meski kerap tertunda makasih buat orang-orang yang tetep nyemangatin dan juga tak terlupakan buat temen-temen yang turut memberi ide buat saya.. makasih banyaak)..

dan satu hal penting yang cukup menghempaskan diri saya “JAGA KESEHATAN”, jangan minum sembarangan..

Slamat tinggal Permata Safir,
skarang udah ga bisa nonton serial “The Nanny”, “The Biggest Loser”, dkk.. maklum kosan saya gak ada tipi kabel..
tempe bacem mbak Yati..aaaa love it.. kembali menjadi anak kosan yang keluar mencari makan (halah!!!)

Slamat tinggal BI.. kami akan datang untuk presentasi akhir, tunggu saja.. haha 😀

Slamat tinggal untuk sementara para petugas busway yang senantiasa mengantar jemput :p

.

.

dan beberpa hari lagi…
slamat datang semester 7 dengan unek2 nyaa : TA1, KP, Sistem Informasi Enterprise, Sistem Temu Balik Informasi , Teknologi Basis Data, Manajemen Proyek Perangkat Lunak, Proyek Prangakat Lunak, Apresiasi Sastra..

mari berjuang kembaliii…

goodbye and welcome

chapter ini mungkin hampir selesai, mari memasuki chapter baru lagi 😀