Super Anugerah

Akhir September hingga pertengahan Oktober ini adalah minggu yang super ‘anugerah’ untuk ngurusin ini itu banyak sekali. Kejar deadline project, mengajar (momennya ulangan), mengikuti lomba, menjalani kepanitiaan, komitmen pelayanan, dll permintaan yang tak terduga. Emosian terkadang, heboh iya, lelah dan pusing apa lagi. Mengeluh apalagi hanya melihat efek yang ditimbulkan sudah barang tentu tak semangat menjalaninya. Back to basic  untuk apa sih kerja, pelayanan, ikut ini itu? Hanya melelahkan diri saja!

Anugerah dan kesempatan berkarya. Adalah anugerah dan kesempatan saya dipercayakan mengerjakan suatu proyek hingga selesai. Adalah anugerah dan kesempatan saya dapat melayani di kepanitiaan. Adalah anugerah dan kesempatan saya mengambil komitmen di suatu pelayanan jangka panjang. Adalah anugerah dan kesempatan masih bisa hidup dan merasakan suka duka yang ada.

Skali lagi back to basic, kenapa anugerah? Karena justru saya lah yang mendapatkan pembelajaran, ilmu dan terutama karakter–yang trus dibentuk untuk suatu tujuan, yaitu serupa dengan Kristus (panggilan seorang Kristen).

Selamat menikmati anugerah. Saatnya tidur lelap! 🙂

 

PS: Tidur lelap itu anugerah mahal loooh. Paling gak enak gak bisa tidur nyenyak soalnya :p

Advertisements

Komunitas alumni

Sebagai alumni yang sudah dibina dari mahasiswa, saya selalu mencari komunitas untuk bertumbuh dalam iman di tanah mana pun kaki saya berpijak. Bersyukur untuk komunitas ‘hangat’ di Bumi Tangerang ini.

Ada KTB (Kelompok Tumbuh Berdua) bersama lukman. Sebulan sekali kami membahas buku ‘A love worth giving” karya Pakde Max Lucado.Buku ini membahas cinta dari sudut pandang Tuhan (1 Kor 13). Highly recommended. Di bagian awalnya ada narasi cerita dan dibelakangnya ada beberapa pertanyaan untuk dibahas, persis seperti PA. Lewat sesi per sesi kami diingatkan mengenai cinta sesungguhnya dan mengenal satu dengan yang lain 🙂

Ada Kelompok PA Kantil. Anggota PA ini cukup dinamis, beberapa teman sudah ada yang dengan berat hati tidak ikut lagi karena sudah pindah kerja ke kota lain (jakarta, depok, dan sekitarnya). Saat ini berjumlah 7 orang yang silih berganti datang, cukup sulit di tengah kesibukan kerja dan pelayanan untuk semua dapat hadir. Ada ka puan, lukman, ka tirza, ka ferdy, bang hubert dan ka luce. PA ini dipimpin oleh Bang Polo dan Ka Rita(istri). Dari mereka, cukup belajar banyak hal tentang keluarga kristen. Sungguh! Di sini kami juga berbagi hidup, pergumulan, suka dan duka. Cukup unik memang mengingat anggotanya juga bervariasi, ada yang sudah menikah, ada yang akan menikah, dan ada yang belum menikah. Pun demikian, kami tetap berasa dekat meski usia terpaut, haha. Enaknya bagi kami yang muda-muda adalah mendapat banyak cerita dan pengalaman dari abang dan kakak yang sudah lebih dahulu memakan asam garam dunia, baik pekerjaan, relasi dengan orang lain, berpacaran dan membina keluarga.

Ada Persekutuan Alumni Kristen Tangerang, saya biasa menyingkat dengan PAKTANG. Di sini saya juga merasakan kehangatan seperti di mahasiswa dulu. Mungkin di ibukota negara tidak bisa merasakan hal serupa, mengingat jarak dan waktu tempuh yang cukup lama dari satu tempat ke tempat lain di sana. Smoga ada Gubernur dan WaGub baru yang melakukan perubahan. Ngaruuh banget looh. Di sini, sehabis persekutuan, kami masih bisa nongkrong di warung kopi sembari ramah tamah dan diskusi. Hal yang jarang didapatkan di ibukota negara. Ooppps jadi ngomongin yang lain, hehe.

Dunia alumni itu pasti lebih banyak tantangannya dibanding dunia mahasiswa, rasa pemuja kenyamanan contohnya. Lebih enak istirahatlah daripada ikut ini itu, aksi ini itu, lebih enak nge-mall lah gak panas-panas daripada berbaur sama anak jalanan/masyarakat, masa bodoh ah ama sekitar bukan urusan ghue, dll nya. Lambat laun pola hidup berubah, seakan semakin jauh dari apa yang telah dibina selama mahasiswa.

“Berdua lebih baik daripada sendiri”, kata Firmsn Tuhan! Pastikan Anda sebagai alumni memiliki komunitas yang dapat saling menguatkan dan bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus. Aktiflah mencari komunitas, bila tidak ada buat saja 🙂 Anda dapat menjadi pelopor. Daaaan, pastikan pula apa yang telah kita peroleh bisa menjadi berguna bagi siapa saja, terlebih di luar komunitas seperti gereja, dunia kerja, komunitas sehobi, pergaulan, lingkungan tempat tinggal, dll. Untuk inilah kita dipanggil, bukan? Menggarami dan menjadi terang, bersama-sama 😉

KJ 460

Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku,
ajar aku t’rima saja pemberian tanganMu
dan mengaku, s’perti Yesus di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.

Apa juga yang Kautimbang baik untuk hidupku,
biar aku pun setuju dengan maksud hikmatMu,
menghayati dan percaya, walau hatiku lemah:
Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.

Aku cari penghiburan hanya dalam kasihMu.
Dalam susah Dikau saja perlindungan hidupku.
‘ku mengaku, s’perti Yesus di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah.

===========

*lagu tema untuk sebuah perjalanan

For God so loved the world

“Jingle bells rock!! Yeah”, demikian ujarku ketika melihat pohon natal sudah dipasang di toko Jehovah Jireh (God is Provider) kala membeli Santapan Harian edisi Nov-Des minggu lalu. Skarang sudah November dan gereja pun sudah mulai gencar persiapan ini itu dan latihan ini itu. Senang rasanya mengajak orang-orang untuk terlibat dalam pelayanan hari Natal, kecil ataupun besar peran orang tersebut. Senang rasanya nanti akan melihat persiapan acara. Senang rasanya mendengar lagu-lagu natal yang sudah mulai berkumandang. Dan terlebih senang rasanya mempersiapkan hati serta berbagi kasih buat orang-orang sekitar. Kasih. Karena untuk itulah Tuhan datang dan lahir ke dunia, untukmu dan untukku.. 😉

For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life.

Memories To Remember (part 1)

Okay, here’s the memories to remember,happy-holiday edition :P. It’s been a very long time since november last year didn’t I fell what it’s called long happy holidays, wkwkwk.  Thanks God for 9 days of holidays, though truly mine doesn’t count that much. The stories begin, i split into four part since there a little bit diffrent of  purpose at each post and people get involved 😀

Part 1

I did extra work at my company, hehe. The idea came by offering. My consideration about deadline and resource got involved doing that work is not that much, thinking of 9 days is really long holiday for me 😛 and I wanted to learn something new, as my wish-list-to-do for holidays that I planned before  : learn something new, cook new recipe, reading books, watching movies and having trip to nice place, so I  decided to take that offering but just 3 days (saturday till monday), not more. Long holidays is only happens in ied moment, right? 😀

My extra work didn’t relate to my main job actually, but here is the thing I wanna tell you. I learn to use other’s shoes so that I could feel what she/he feel, in what point was the pain point so that my partner and I  could help people work as painless as possible in the right process 😀

I remembered what actually what my Savior did. He took the fall, and thought of you and me. He felt what man felt, even worse, crucified at the cross, for what? For saving sinner, you and me from the death. And I think about the important one, He came so that when we feel sad, happy, having big load, betrayed, sick, hungry, thirsty, sleepy, etc, He could understand. He hasn’t been like king that live in comfortable palace that may be even not having experience/knowledge about being the man in the street.  The other way,  He ever been there, once again even worse.

Use other's shoes

3 days, felt tired but grateful 🙂 Gain learning new things and the incentive that exactly enough for my trip at Kepulauan Seribu.. I’m gonna tell you later, in part 3. See you.. haha 😀

[On Book] Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta

Buku ini adalah souvenir pernikahan Ci Suryani Grace dengan Ko Steven Halim. Skarang sudah dijual di toko buku rohani ataupun gramedia, dkk. Membacanya, seperti mendengarkan orangnya ngomong langsung 😛 Mungkin tipikal-tipikal blog saya kali ya yang kaya akan emoticon, hahaha..

Isinya sendiri adalah kisah cinta si penulis yang diyakini adalah campur tangan dari Tuhan (God written love story). Banyak pembelajaran (Love lesson from God) yang tercurahkan di buku ini. Bagi saya, teks dan konteksnya sangat membumi karena pernah bergumul atau mengalaminya di beberapa poin, hehe..

Karena ini termasuk genre buku rohani saya tidak memberi skala poin seperti biasanya 😛 Hanya bisa bilang sangaaat direkomendasikan 🙂 Slamat membaca!!

Cinta adalah kerelaan melakukan hal-hal sederhana setiap harinya…

Ya dan Bukan Terang

Bersinar Teraaaaaaang (*frekuensi huruf menunjukkan lama pengucapan dan intonasi penekanan 😛 ) adalah jargon KNM 2010 yang tampaknya sudah mendarah daging sejak awal tahun lalu. Rapat demi rapat, danus demi danus, PD demi PD, hingga akhirnya jargon ini pun menyebar di seluruh indonesia 😉

Namun, kali ini bukan berbicara tentang KNM, saya ingin berbagi mengenai suatu hal saat PD Rabu kemarin. Temanya adalah bangkit menjadi terang. Temanya mirip ama tema KNM, ayo yang ikut masih pada ingat, tak? 😛

Dalam waktu yang terbatas, ada tiga hal yang saya catat (suatu kebiasaan yang saya lakukan untuk tetap bisa menikmati tulisan tangan dan sebagai pengingat saya bila si otak sudah kesulitan untuk mengingatnya, hehe)

Pertama: Terang itu bukan untuk disembunyikan. Tidak ada yang menyalakan pelita dan meletakkannya di bawah gantang, melainkan di kaki dian supaya menerangi ruangan. Terang itu diuji di kaki dian, apakah dia benar-benar terang.
Saat menuliskan ini terlintas pertanyaan berikut di benak saya, apakah kata ‘terang-terangan‘ itu berasal dari pemikiran ini 😛 (*terang-terangan = tidak ada yang disembunyikan)

Kedua: Bila demikian adanya bukankah berbeda dengan doa/puasa/memberi yang justru diajarkan agar tidak gembar-gembor, cukup Tuhan yang tahu dan menilai? Terang berbeda halnya karena terang bukanlah berbicara mengenai prestasi tetapi mengenai karakter. Bila terang adalah prestasi, hal ini dapat membawa kita kepada kesombongan yang mana adalah bertentangan dengan karakter Kristus 😀

Ketiga: Kegelapan akan selalu mengambil mengambil mengambil dari sekitarnya, tetapi terang akan selalu memberi memberi memberi untuk sekitarnya.
Inilah salah satu beda Draculla (sosok gelap) dengan Yesus (sosok terang). Draculla mencurahkan darah sekitarnya agar dia bisa hidup, tetapi Yesus mencurahkan darahNya agar orang lain memperoleh hidup.

Teraaaaaaaaaaaang B-)
(*jargon seumur hidup, yuk belajar setia menjadi terang buat sekitar)