KJ 460

Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku,
ajar aku t’rima saja pemberian tanganMu
dan mengaku, s’perti Yesus di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.

Apa juga yang Kautimbang baik untuk hidupku,
biar aku pun setuju dengan maksud hikmatMu,
menghayati dan percaya, walau hatiku lemah:
Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.

Aku cari penghiburan hanya dalam kasihMu.
Dalam susah Dikau saja perlindungan hidupku.
‘ku mengaku, s’perti Yesus di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah.

===========

*lagu tema untuk sebuah perjalanan

Advertisements

So let’s start giving

There comes a time
When we head a certain call
When the world must come together as one
There are people dying
And it’s time to lend a hand to life 
The greatest gift of all 

We can’t go on
Pretending day by day
That someone, somewhere will soon make a change
We are all a part of 
God’s great big family 
And the truth, you know love is all we need 

We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day 
So let’s start giving 
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
It’s true we’ll make a better day
Just you and me

Send them your heart
So they’ll know that someone cares
And their lives will be stronger and free
As God has shown us by turning stone to bread 
So we all must lend a helping hand 

When you’re down and out
There seems no hope at all
But if you just believe
There’s no way we can fall
Well, well, well, well, let us realize
That a change will only come
When we stand together as one

We all need somebody that we can lean on
When you wake up look around and see that your dreams gone
When the earth quakes we’ll help you make it through the storm
When the floor breaks a magic carpet to stand on
We are the World united by love so strong
When the radio isn’t on you can hear the songs
A guided light on the dark road your walking on
A sign post to find the dreams you thought was gone
Someone to help you move the obstacles you stumbled on
Someone to help you rebuild after the rubble’s gone
We are the World connected by a common bond

Desktop Background

Pagi-pagi sudah dikejutkan oleh ucapan “The day has come” oleh Steve Jobs. Gyaaa, belum sempat punya produk beliau saat masih menjadi CEO. Oke, mungkin nanti (kalo ingat dan sempat sebelum menjadi basi) akan nge-blog soal ini.

Barusan, sebenarnya masih ingin menyelesaikan pekerjaan sebelum balik kosan, tapi setelah dipikir-pikir mungkin masih lama, jadi diteruskan besok pagi saja. Sewaktu menutup beberapa jendela (window) muncul gambar ini yang sengaja saya pasang sebagai Desktop Background. Light House– nya windows.

Suka ngeliat mercu suar dan batu karang di saat bersamaan. Mercu suar telah menjadi penerang bagi kapal-kapal di tengah laut, pula menjadi harapan bagi para pelaut kalau-kalau sekitar mereka masih ada daratan. Di karawaci, hanya ada beberapa bangunan tinggi, dan bangunan tinggi itu dekat dengan kosan saya hingga kerap bangunan tinggi itu menjadi patokan bagi saya entah di manapun saya nyasar, masih ada patokan yang bisa saya lihat. Sebuah harapan di tengah kecemasan 😛

Tak jauh dari mercu suar terlihat batu karang yang tetap teguh di tengah hempasan maupun amukan ombak. Ada dua tokoh yang saya ingat tiap kali mendengar atau melihat batu karang. Petrus dan Yesus. Petrus, kala Yesus berkata kepada Petrus bahwa nantinya di atas batu karang Ia akan membangun jemaatnya (arti nama Petrus sendiri adalah batu karang). Dan benar adanya gereja mula-mula dibentuk oleh pelayanan Petrus 🙂 Daaan Yesus sendiri adalah Batu Karang yang teguh, tempatku berteduh. Seperti lirik dari Kidung Jemaat 37 A…

  1. Batu Karang yang teguh, Kau tempatku berteduh.
    Kar’na dosaku berat dan kuasanya menyesak,
    oh, bersihkan diriku oleh darah lambungMu.
  2. Walau aku berjerih dan menangis tak henti
    apapun usahaku, tak menghapus dosaku.
    Hanya oleh kurbanMu Kaus’lamatkan diriku.
  3. Tiada lain kupegang, hanya salib dan iman;
    dalam kehampaanku kudambakan rahmatMu.
    Tanpa Dikau, Tuhanku, takkan hidup jiwaku.
  4. Bila tiba saatnya kutinggalkan dunia
    dan Kaupanggil diriku ke hadapan takhtaMu,
    Batu Karang yang teguh, Kau tempatku berteduh.
Sebuah kedamain pengantar pulang menuju kosan 🙂

Barita Las ni Roha, Nommensen

Lagu ini berkisah tentang Ompunta si Nommensen (ompunta = kakek kita, sebutan penghargaan meski bukan orang Batak). Nommensen adalah penginjil Tanah Batak yang berasal dari Jerman. Dia memperkenalkan adanya Debata (Tuhan), menceritakan kabar sukacita dan damai supaya orang Batak dan bangsa Indonesia tidak binasa oleh maut dan pula turut berdoa buat keselamatan bangsa ini. Harapannya adalah supaya kita tetap percaya, berdoa dan setia padaNya sampai akhir hidup 😀

Suka banget ama lagu ini, terutama dengan campur tangan musisi Batak, Vicky Sianipar 🙂 Entah kenapa, wordpress nya gagal mengunggah audio, berikut bagi saya bagikan pranala bagi yang ingin mendengarkan lagunya 😀

http://meliza766hi.tumblr.com/post/7299300239/this-song-comes-from-great-nommensen-and-vicky

Dengan lirik sbb: (*tentu dengan bahasa Batak 😛 )

Tingki parroni omputa si nommensen Nasian luat jerman sian tano eropa
Mamboan jamita pararathon barita
Barita las niroha
Poda ni omputa tuhita bangso Batak
Asa unang gabe muba hitaon
Taulahon adat toba, tapodahon dalihan natolu
Sahat hu siminitta muse
Podani ompui tuhita ganup
Asa unang lupabe martangiang
Podani ompui tu hita ganup
Tapaturema tongtong
Parrohaonta be

Martonado ibana di Siatas Barita
Mardongan tangiang nang pe di Pearaja
Pasombuma ahu Tuhan dohot bangso on
Sahat hu nalaho mate ahu
Siboan tua do omputa si Nommensen
Dipodahon tuhitabe haulion
Siboan dame do omputa si Nommensen
Tapaturema tongtong
Parrohaonta be
Siboan dame do ompunta si Nommensen,
dipodahon tu hita haulion.
Siboan dame do ompunta si Nommensen,
tapaturema tongtong parrohaonta i

Lebih dari Nafasku

Jarang-jarang buka Gmail, karena itu bukan surel utama saia, hehe. Di kala heboh dengan Google+, saia pun kembali membuka Gmail dengan acara lupa username dulu (doh). Ada satu surel yang isinya mengingatkan kembali akan pentingnya relasi dengan Tuhan.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana” (Markus 1:35)

Harusnya inilah yang saia perjuangkan–taat dan setia. Lebih dari nafasku, kuperlukan kasihNya. Trimakasih, Tuhan dan orang-orang yang telah berdoa buat saia sebelum ‘terhilang’ lebih jauh 🙂

 

Lebih dari Nafasku

Bapa, Pegang Tanganku
Aku Rindu Saat Teduh Bersama-Mu
Dekap Aku Dalam Hangat Pelukan-Mu
Bawa Hidupku Pada-Mu
Masuk Dalam Tahta-Mu Yang Kudus

Bapa, Pegang Tanganu
Aku Rindu Tinggal Di Dalam Hati-Mu
Engaku Terang Yang Membuatku Melihat
Melihat Jauh Ke Dalam Kebenaran-Mu Bapa

Reff :
Lebih Dari Nafasku Bapa
Kuperlukan Kasih-Mu Bapa
Berjalan Di Samping-Mu Bapa
Seumur Hidupku

Lebih Dari Nafasku Bapa
Kuperlukan Kasihmu Bapa
Peganglah Tanganku Ya Bapa
Untuk Selamanya

Mars Kalam Kudus

Malam pengumuman SNMPTN ini mengingatkan saya pada almamater SMA (sebenarnya dari SD :P) “Perguruan Kristen Kalam Kudus”. Ada dua mars yang otomatis terputar dalam sanubari. Berikut kedua mars tersebut. Sebenarnya saya lupa ada berapa mars, kalau lebih dari dua, bagi yang masih ingat, mohon diberitahukan J)

Mars A..

Anak kalam kudus marilah puji nama Tuhan,

Tak berbeda bangsa dan kulit,

Sama skolah, sama main,

Mari bergandeng puji nama Tuhan..

Mars B..

Kalam Kudus akan tetap maju, mengiring Yesusku,

Kibarkan bendera bergerak maju, kalahkan musuhmu.

Maju, tetap maju, kabarkan injilnya,

Kabarkanlah injil Tuhan Yesus, di seluruh dunia..

**

Lupa judulnya, jadi dinamakan A dan B sahaja 😛

 

[updated]

Satu lagu lagi (diingatkan oleh kakak saya) yang dulu sering juga dinyanyikan dan pula dibukukan dalam buku kidung pujian siswa..

akulah seorang siswa aku punya tenaga aku punya sejuta cita2.. aku punya semangat aku banyak idea Tuhan pakailah itu semuanya.. O Tuhan inilah.anakMu yg remaja.yg muda.yg kecil Dan tak berarti ini..TAPI KU PUNYA SEMANGAT MEMBANGUN GENERASIKU UNTUK KEMULIAAN NAMA MU..
Wow, ternyata lagu-lagu yang dulunya sering dikumandangkan (dan mungkin dengan asal-asalan) memiliki makna yang luar biasa…

Manuk Dadali

Tadi saat perjalanan menuju Jakarta, dua orang musisi jalanan menyanyikan beberapa tembang, dari indonesia, barat dan pula lagu daerah (sunda). Saya merasa terhibur mendengar lantunan mereka (*agak jarang yang sebagus ini, hehe). Salah satu lagu yang dibawakan adalah Manuk Dadali.

Kata seorang teman (@rachmayadi) : 

manuk dadali = burung garuda, lagunya teh apresiasi si penulis lagu buat burung garuda yg dipake jd lambang indonesia

 

Pantesan pas nyari di youtube videonya isinya burung garuda begituan :))

Liriknya kira-kira begini. Gyaa merasa gimana gitu udah empat tahun di bumi parahyangan, namun kosakata sunda saya sangat minim, jadi ndak bisa menterjemahkan  😐

Manuk Dadali

Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang
Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang
kukuna ranggaos reujeung pamatukna ngeluk
Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk

Saha anu bisa nyusul kana tandangna
Gandang jeung pertentang taya bandingannana
Dipikagimir dipikaserab ku sasama
Taya karempan kasieun leber wawanenna

Manuk dadali manuk panggagahna
Perlambang sakti Indonesia Jaya
Manuk dadali pangkakon carana
Resep ngahiji rukun sakabehna

Hirup sauyunan tara pahiri-hiri
Silih pikanyaah teu inggis bela pati
Manuk dadali ngandung siloka sinatria
Keur sakumna Bangsa di Nagara Indonesia