Sambel dan Kecap

Ceritanya saia terserang diare dan muntah-muntah dari kamis siang lalu. Cukup banyak rencana dan acara yang saia ingin ikuti namun apa daya 😦 Tidak perlu berlama-lama bersedih, saia pun melakukan hal-hal yang menurut saia menyenangkan 😀

Mengagumkan melihat cara tubuh bekerja. Untuk ini saia selalu mengacungkan jempol kepada Sang Pencipta saia :-bd Diare dan muntah merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran cerna dari mikroorganisme, racun, dan benda asing. Wow, Dia bahkan sudah tahu kalau manusia itu kudu diperlengkapi suatu mekanisme yang darinya manusia akhirnya menyadari mana yang baik bagi tubuhnya dan mana yang tidak.

Untuk itulah saia mengeluarkan yang namanya Sumpah Pelapa (*Perut lapar :P) Isinya: “saia gak akan makan sambel pedas sampe setahun” Tapi bentar lagi januarii… Horeeeeeee #gakniat benar yak 😛 Intinya mah saia jera dan berusaha jiwa raga supaya kejadian ini tak berulang lagi. Tolong ingetin yak!! 🙂

Beberapa hari kedepan mungkin akan lebih banyak makan dengan kecap. Rasanya manis (bukan pecinta manis), yaaa tapi lama-lama juga terbiasa. Layaknya pepatah jawa berujar “uwiting tresno jalaran seko kulino” yang berarti cinta tumbuh karena terbiasa.

Apakah ini benar adanya dalam kehidupan percintaan? Hmmm, apapunlah itu perlu digumulkan dan diuji. Loh koq jadi curcol beginian 😛

—-

PS: untuk penderita diare (disertai ataupun tidak disertai muntah-muntah) kudu banyak minum air putih dan oralit!!! Penting banget buat menjaga tubuh dari kekurangan cairan..

Advertisements

Pereda Rasa Sakit

Pandangan beralih seperti bayang-bayang. Mata terasa berat untuk tetap menunjukkan bolanya. Hoaaammm, ngantuk nikok. Ruangan kantor tiba-tiba saja seperti tidak berkuasa atas rasa kantuk yang melanda.

Baru saja beberapa menit mengkonsumsi ponstan, salah satu obat pereda rasa sakit, ada dua rasa bin ajain yang saya rasakan. Pertama adalah rasa kantuk luar biasa. Asumsi saya adalah si obat ini menyebabkan saraf tidak sadar menguat diikuti melemahnya saraf sadar. Alhasil pikiran hanya memikirkan kasur dan begitu nikmatnya bila bisa tidur, haha 😀 Percayalah tidur itu tiada duanya bila sangat ngantuk 😛

Rasa kedua yang saya terkagum dan untuk itulah si obat ini dibuat adalah bener adanya sebutan pereda rasa sakit atau istilah inggrisnya pain killer. Dari dua hari yang lalu, gusi kiri belakang saya bengkak. Sakit skali rasanya untuk berbicara dan makan normal apalagi setelah lama tidak membuka mulut. Usai makan siang tadi, saya pun menyerah dan minum obat pereda rasa sakit.

Seperti biasa (saya termasuk orang yang mau tahu 😛 ) rasa ingin tahu bagaimana sebenarnya si obat pereda rasa sakit bekerja pun kemudian membawa saya kepada Mbah Google. Penjelasannya kira-kira sebagai berikut:

Asam mefenamat yang terkandung di dalam ponstan menghambat aksi dari apa yang disebut oleh orang kimia sebagai COX (cyclo-oxygenase) atau bahasa populernya prostaglandins. Adapun prostaglandins ini dihasilkan oleh tubuh kita sebagai respon atas luka / penyakit / kondisi tertentu yang sehingga menyebabkan tubuh kita mengalami rasa sakit, radang ataupun bengkak. Nah dengan adanya si asam mefenamat ini, produksi prostaglandins pun terhalang, sehingga sangat efektif mengurangi radang/bengkak/rasa sakit.

Wow, hebat ya. Beneran loh rasa sakitnya hilang. Kini saya dapat makan normal dan tersenyum lebar, haha 😀

*Trimakasih buanyaak bang dokter tommy atas resepnya dan lukman yang bersedia membelikan obat di kala saya tak berdaya (lebaiii)*