Jejak-jejak kaki kecil

November Rain, bukan judul yang sebenarnya :P

Posted by: meliza766hi on: November 18, 2009

Musim penghujan di bulan November.  November Rain, begitulah kata insan-insan, yang mereka yakini adalah makhluk yang punya akal dan budi.  Cuaca di kota dimana aku sekarang berada tidak terlalu bersahabat. Awan di atas langit sana serasa tak sabar menumpahkan isi kantongnya ke  bumi. Meskipun aku tak bisa melihatnya secara langsung, namun aku dapat merasakannya. Setidaknya begitulah yang kurasakan dari tubuh seorang  insan, tuan putriku yang kedinginan meraup-raup merapatkan dirinya padaku kala malam menjelang, atau sekembalinya dia dari luar dengan kaki dan tangan yang hampir beku.

Terus terang, aku merasa sangat senang, kala jemarinya menarikku untuk berbaring dengannya, dengan pelukan hangat aku mengantarkan tuan putri  ke alam mimpinya.  Bisa digolongkan tubuhku termasuk tebal jika dibandingkan dengan teman-temanku yang lain, meski konsekuensinya adalah bobotku yang berat. Namun, kehangatan tubuhku mampu menghangatkan tubuh tuan putri yang dingin ataupun mendinginkan pikirannya yang panas, mungkin panas oleh kode-kode program tugasnya, ataupun urusan lainnya. Tidur merupakan terapi yang baik bagi dirinya.

Kadang aku merasa kasian, melihat tuan putri yang yang dalam raut wajahnya tampak lelah dan ngantuk, namun masih saja menatap layar, memencet jari-jarinya ke atas keyboard. Sesekali aku melihatnya melirikku, namun dia segera berpaling , seakan berkata dalam hati, semoga setengah jam  lagi bisa kelar dan bisa tidur.
Saat malam semakin larut, aku kuatir akan kesehatannya. Matanya tampak semakin redup, seredup lampu tidur yang biasa digunakannya kala tidur.

Aku bersama kasur dan bantal memanggil-manggilnya untuk beristirahat sejenak. Seringkali telinganya tak mendengar teriakanku, tapi terkadang dia tergoda juga oleh rayuanku, haha.

Dengan setia aku merangkul penuh kehangatan tubuhnya yang rapuh oleh dingin, sampai ia tertidur dengan pulasnya.

“memang dasar si tuan putri, tidur pun lasak”, ujarku lembut, seakan tak ingin dia terbangun.

Karena lasaknya aku pun kerap terjatuh ke lantai.

“andai ku punya tangan, sehingga tuan putri tak harus terbangun dari tidurnya karena tersadarkan oleh dinginnya pagi “, pikirku saat jemarinya menjemputku dari lantai dan mendekapku kembali.

“tapi tak apalah, aku sudah berjodoh dengannya. kami saling melengkapi, kalau saja aku berjodoh dengan orang yang tahan dingin, mana mungkin  aku akan dipakai tiap hari.” pikirku lebih jauh lagi., sembari mengingat asal mula pertemuan kami.

“Ya, aku ingat sekarang. Aku dibawa dari rumahnya yang jauh di sana. Aku dipercaya menemani hari-harinya di perantauan yang terkenal dingin.”
—-

Tugas apress untuk minggu ini ada dua. Kami disuruh penokohan atas benda mati. Satunya kursi (ditetapin ama bapaknya) dan satunya terserah.

Tulisan di atas berjudul ’selimut’. Sebenarnya pengen buat judulnya ’selimut’ tapi langsung keliatan banget.. Dipilihlah ‘November Rain’ mewakili di bulan november yang sering hujan. Berbicara mengenai hujan, sebenarnya bagi saya, kata ini punya filosopi pribadi, tapi tidak perlu dibahas di sini, huehue..

Kenapa saia milih selimut?
jreng jreng jreng…
Tribute untuk selimutku tersayang, meski skarang harusnya udah masuk ke laundry untuk dimandi-in, namun cuaca tak bersahabat (*baca : dingin) menyebabkan saia tidak rela berpisah meski hanya sesaat.. hahahaa.

udahan dulu, ah.. skarang lanjut bikin tulisan tentang ‘kursi’ yang bakal banyak menyentuh realita.


17-11-09

Kepadamu ku kan kembali…

Posted by: meliza766hi on: November 16, 2009

Kepadamu ku kan kembali..

Jauh di skitar barat laut dari tanah yang skarang ku pijak. Kudengar suara yang memanggil, memanggilku untuk pulang. Ingin rasanya pergi ke sana, meninggalkan sejenak sgala kejenuhan dan keletihan yang menumpuk di pundak ini. Tapi apa daya, aku tak bisa meninggalkan begitu saja hiruk pikuk duniaku. Tapi bukan berarti aku tidak sayang padamu.

Sudah setahun lebih, ku tak menginjakkan kaki dalam naunganmu, ku tak berlepas rindu dengan bapak dan mama yang dengan setia kau temani serta adek tercinta yang sekali-kali mengisi hari-harimu.
Sudah setahun lebih, ku tak tidur dalam kantongmu yang adalah kamarku, kamar berbagi dengan sang kakak tepatnya.
Sudah setahun lebih, ku tak mencium aroma masakan mama di dapurmu, makan bareng di ruangmu , dan mencuci piring sehabis makan, yang adalah kerjaan keseharianku.
Sudah setahun lebih juga, ku tak menyirami bunga-bunga penghiasmu, meskipun dulu kala aku jarang menyirami pekaranganmu.

Bagiku dirimu gak bisa dipisahkan dengan keluarga. Di kala ku mengingatmu ku ingat kluarga ku, di kala ku ingat kluargaku aku pun mengingatmu.
Terkadang ku ingin bertanya.. apakah dirimu di sana terasa sepi tanpaku yang mengisi-mu dengan suara tawa, teriakan, bahkan bisikan tangisku?

Kepadamu ku kan kembali..

homesick

Seribu lilin

Posted by: meliza766hi on: November 14, 2009

soy_candles

 

indonesia

Sore ini, dingin..cuaca tak begitu bersahabat dengan saia. Tiba-tiba saat ngumpul bph kamnas, tercetus sesuatu dari mulut pak ketu.. persisnya apa saia sudah lupa -____-”" , tapi entah mengapa dengan seketika saia mendapat ide buat suatu hal yang diminta untuk dituliskan…

Seribu lilin untuk Indonesia

….

(bersambung )

*saat ini isinya masih blum bisa dituliskan dengan kata-kata.. moga bisa menyelesaikannya dengan baik ;)

[cerpen] Pak Maman

Posted by: meliza766hi on: November 4, 2009

Belajar bikin cerpen, menjadi sutradara hayalan sesaat.
Pak Maman adalah cerpen perdana saya, tercipta demi pemenuhan tugas Apresiasi Sastra yang saya ambil di semester ini. Awalnya sih bukan mau buat yang ini, tapi entah kenapa tiba-tiba jari mengetikkan ke arah sini. Di simpan untuk yang berikutnya aja deh.. hohooo..
Mungkin beberapa minggu ke depan sampai uas bakal sering disuruh bikin cerpen..gyaaaa.. (rock)(gym)

Pak Maman

Sebut saja namanya Pak Maman . Baru saja ia  terbangun dari lelap tidur. Sudah subuh, pikirnya. Dengan mata yang masih terbuka sipit, iapun beranjak dari tempat tidur kecil yang ditopang empat kaki penahan terbuat dari kayu, meraba dalam remang kamar, hanya secercah sinar cahaya lampu dari luar menjadi penerang. Iapun melangkahkan kaki menuju saklar lampu kamar dan menghidupkan lampu. Seketika kamar menjadi terang.

Dengan sekejap Pak Maman memejamkan mata, menyesuaikan perubahan gelap ke terang. Perlahan demi perlahan, mata kembali dibuka, kali ini dia dapat melihat dengan normal.

Pak Maman keluar dari kamar menuju keluar rumah.  Ia menggulung celana panjangnya hingga setinggi lutut, dan membasuh wajahnya. Kulit wajah tebalnya tampak terbiasa dengan dinginnya air subuh.

“Sudah segar”, gumamnya. Ia pun kembali ke kamar.Matanya tertuju pada tumpuan buku pada rak papan yang melekat ke dinding rumah. Di ambilnya satu kitab dari tumpukan itu dan mulai membacakan doa.  Dia mengucap syukur atas  hari baru, atas malam yang terlalui dengan istirahat,  atas udara,bahkan atas suara kokok ayam jago yang menandakan fajar akan datang.  Kemudian dia membaca kitab dan merenungkan bagian yang dibacanya dengan penuh hati-hati. Sesekali ia membolak-balik kitab dan menorehkan beberapa kalimat di atas buku tulis khusus.

Tiba-tiba Pak Maman diam tertegun. Pikirannya menerawang dua tahun silam, balik ke masa lalu. Memori dalam pikirannya berkecambuk. Perih kembali menyayati hatinya, seakan diiris-iris begitu saja.

“Bapak, saya mau di bawain mainan ya, mobil-mobilan yang kayak punya Cecep” (Cecep adalah anak tetangga, teman sepermainan anaknya)

“Iya, ntar bapak beliin buat kamu. Besok Bapak  berangkatnya pagi-pagi , mungkin ga bisa pamitan,kamu kan bangunnya lama.” (dikecupnya kening sang anak, entah rasa apa yang merasuki, rasanya ingin sekali Pak Maman menghabiskan waktu bersama anaknya sebelum dia berangkat ke luar kota).

Sudah menjadi Read the rest of this entry »

Renungan singkat

Posted by: meliza766hi on: November 1, 2009

Pencobaan di padang gurun.

Perikop yang saya tidak duga sama sekali menjadi bahan perenungan yang dibawakan oleh ko’iim saat wiken kamp nas  minggu lalu. Awalnya saya bertanya-tanya, korelasi nya dengan kamp nas sejauh apa.. Penasaran ??  mari kita mulai.. haha  :D

[ Ada baiknya membaca dulu perikop ini di Mat 4 ]

Terdapat 3 tawaran pencobaan yang dialami Yesus  yang juga menjadi  tantangan  bagi alumni :
1. menyalahgunakan kekuasaan
[Mat 4:3]  jika Engkau anak Alllah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.

2. godaan untuk menunjukkan siapa kita
[Mat 4 : 6] lalu berkata kepadaNya : “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis : Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikatNya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kakiMu jangan terantuk kepada batu”

3. menukarkan Tuhan dengan segala-galanya
[Mat 4 : 9] dan berkata kepadaNya : “semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku”

Mengapa kamp nasional ini dianggap penting? (*slain dari emang visi misi nya )
1.Retreat..
Hal ini penting,  mengingat pola pelayanan Yesus sendiri, yang kerap terlupakan oleh kita. ‘Menyendiri kepada Bapa’ , pola inilah yang bisa kita temui spanjang kisah pelayanan Nya.  Saat memulai  pelayanan, saat melayani , kesibukan tak menghambat Dia untuk tetap menyediakan waktu untuk merenung dan berbicara dengan Bapa, bahkan saat mengalami ketakutan yang luarbiasa, Dia menyendiri menghadap Bapa.
Retreat , berhenti sejenak atas rutinitas,  membantu menyadari siapa diri kita, menyendiri kepada Bapa untuk suatu keputusan yang akan diambil ke depannya.. mencari kehendakNya.

2. Menolong membukakan sedini mungkin mengenai tantangan alumni yang sudah dijelaskan sebelumnya.

3. Melalui kamp nasional, tiap orang yang hadir diingatkan, disadarkan dan diteguhkan  identitas sbagai  anak-anak Allah, duta-duta Allah untuk membawa kerajaan Allah ke dunia.

Stelah menang dari pencobaan ini ,Yesus memulai pelayananNya.. berjalan untuk kehendak Allah.
Demikian lah renungan singkat dari ko’iim. Bagian yang menyentuh saya, selain dari visi misi kamp nas itu sendiri dan tantangan2 yang ada, adalah ‘pola pelayanan Yesus’ yang tak melupakan relasi dengan Sang Bapa, tetap berdoa , merenung dan menyediakan waktu untuk Bapa..

Ke depannya pasti akan lelah,pusing, hectic sana sini, tapi biarlah kiranya Tuhan sendiri, Sang Gembala jiwa, yang memberi kekuatan bagi kita semua, dan bersyukur karna itu hanya anugrahNya . Ikuti polaNya, yukss  ;)

Shepherd of My Soul
Shepherd of My Soul  I’ll  give You full control
Wherever You may lead I will follow
I have made a choice to listen for Your  voice
Wherever You may lead I will go
Be it in quite pasture or by a gentle stream
The shepherd of my soul  is by my side
Should  I  face a mighty mountain
Or a valley dark and deep
The shepherd  of  my soul will be my guide

Smangaat…

-Bersinar Terang -

Haleluya anyhow

Posted by: meliza766hi on: October 26, 2009

Haleluya anyhow

Haleluya anyhow
Haleluya anyhow
Never ever let your troubles make you down
Make you down

When the hard time comes your way
Just raise your hand up high and say
Haleluya anyhow

moko (mana?) moko (jerman??) :p

Posted by: meliza766hi on: October 10, 2009

[ atas request orang2 yang bertanya-tanya karena ga bisa ikutan, huhue ]

Alkisah sekumpulan orang dari latarbelakang angkatan, kampus,jurusan, PMK yang beda-beda, namun satu saudara di dalam Dia , bergerak bersehati demi satu tujuan, meski sudah lampau, namun tetap melekat di hati, para x-panitia K3..

Seneng dh, anak2 pada doyan jalan2, haha, jadi saia punya kesempatan menyalurkan hobby jalan-jalan :P . Trip minggu (4/10) lalu direncanakan ke moko skitar jam 4 sore, namun akhirnya baru bisa berangkat dari bandung jam 6an, nunggu ngumpul dulu yang ikut. Personil yang ikut, ka lusy, ci yeni, ka sri, ka debo, ka uchie, suandi, teguh, seli, ka epen, ka risma , ka finley dan bang julius yang menyusul.
Trip kali ini, bukan ngembaliin barang yg ga sengaja terbawa, apalagi pembubaran part-XX (saking seringnya bikin event :p ), tapi tapii diadain buat perpisahan dengan ka finley yang akan melanjutkan studi S2nya ke Jerman demi ci(n)ta dan masa depan (*halaah!!).

Moko, berlokasi di deket caheum, lewat padasuka, lanjut ke atas2 bukit2 yang jalannya menanjak tinggi ke atas. Berhubung kami menyarter angkot (plat dirahasiakan *apa coba?!?* ) dan jalanan sangat menanjak, alhasil sebagian penumpang harus berjalan kaki demi mengurangi beban angkot biar bisa melaju melewati tanjakan2 tajam. Parahnya bukan cuman satu tanjakan ternyata -____-”" , jadilah sebagian dari kami berjalan kaki sahaja.

sblum jalan jauh, foto2 dulu :p

sblum jalan jauh, foto2 dulu :p

Tak di duga-duga, langkah demi langkah terlalui, nafas hampir terengah-engah (*lebay!!) datanglah bang julius dengan mobil, asiik bisa nebeng, meski masih ada yg tertinggal jalan kaki. Perjalanan pun dilanjutkan, tanjakan demi tanjakan dilalui hingga akhirnya bertemu dengan angkot carteran yang ternyata berbalik arah. Ternyata saudara-saudara, jalan ke moko nya jelek dan nanjak2, high risk gitulah. ‘High risk high reward’ kalii yaa (*tiba2 saia teringat SIE, haha :D )

lagi nentuin tkp pasca kagak jadi ke moko

lagi nentuin tkp pasca kagak jadi ke moko

Akhirnya stelah berunding cukup lama, turun lagi ke bandung, makan2 di s*l*s*h, yang penting bareng2 nya.. gyaaa (*kata2 penghiburan). Di spanjang perjalanan di angkot, seperti biasa kalo udah ada ka risma, pasti ada goncangan2 tak terduga, ada karaokean bersama ka sri, ka debo, ka epen dan ka lusi juga (*rekaman menyusul,ckckck), sementara di mobil bang jul pada latian lagu ‘You will never walk alone’ hahha..Sesampainya di tkp, sembari menunggu pesenan datang, main ‘take me out’ (*btw, lanjutannya gimana ini ka?!? sapa yg dimatiin
lampunya?!?ckckck), makan2, mandok hata satu satu, nyayi2, tak luput pesen lewat lagu ‘You will never walk alone’, serah2an kenang2an, sampai akhirnya ga kerasa udah jam 12an lewat, sampai2 udah ga ada lagi orang di situ, untungnya ga diusir, huehue..

serah terima diwakili oleh presenter 'take me out' :P

serah terima diwakili oleh presenter 'take me out' :P

spatuuu baruu,, alhamdulilah >:)

spatuuu baruu,, alhamdulilah >:)

Acara perpisahan pun usai sudah, kami pun berpisah, bang jul berbaik hati mengantarkan jatinangor’ers, marnath’er dan kami (saia,ka uchie, ka debo, ka sri, teguh dan ka finley) berjalan kaki sampai dapet angkot..dan hasilnya foto2 narsis ini, haha..

tangan ka sri ngacung kenapa ka?

tangan ka sri ngacung kenapa ka?

namun, cerita blum lah usai,
met berjuang,.
keep contact selalu,.

- you will never walk alone -

Along life’s road
There will be sunshine and rain
Roses and thorns, laughter and pain
And ‘cross the miles
You will face mountains so steep
Deserts so long and valleys so deep
Sometimes the Journey’s gentle
Sometimes the cold winds blow
But I want you to remember
I want you to know

You will never walk alone
As long as you have faith
Jesus will be right beside you all the way
And you may feel you’re far from home
But home is where He is
And He’ll be there down every road
You will never walk alone

Never, no never

The path will wind
And you will find wonders and fears
Labors of love and a few falling tears
Across the years
There will be some twists and turns
Mistakes to make and lessons to learn
Sometimes the journey’s gentle
Sometimes the cold winds blow
But I want you to remember wherever you may go

Jesus knows your joy, Jesus knows your need
He will go the distance with you faithfully

nb : kabar terbaru : LPJ udah dicetak ama ka uchie,, dan ka uchie skarang udah kerja di calengka (*bener ga sh nulisnyaa).. hoohoo.. cd dokumentasi masih jd utang :(

bertanya-tanya.. panitia kemnas pada doyan jalan ga ya???

gyaaaa…

Gathering part 2 Kluarga Bartolomeus..

Posted by: meliza766hi on: September 17, 2009

Membayar janji di postingan sebelumnya, kali ini saya akan bercerita ttg gathering kluarga sabtu-minggu lalu.

Perkenalkan, berikut anggota keluarga Barto tercinta. Layaknya keluarga beneran yang ada opa oma, papa mama dan anak2, keluarga kamipun punya, hue2..

Kluarga ini mulai terbentuk saat kamp kelompok kecil juni lalu. Ada opa sutrisna (a.k.a opa iim), oma puan, papa bobby, mama clara, om suandi, saya sendiri sebagai tante, ely anak tertua, rocky, tulus, imel, tina, tere, merry, erina, dan shely anak bungsu.
Opa Oma  adalah sosok pembimbing rohani, kebanyakan staff perkantas, terkhusus oma kami kebetulan bukan. Papa mama merupakan peserta kamp yang dipercayakan pembimbing teknis (soal piket, dll misalnya), om tante sendiri adalah panitia yang tak selalu bisa berada di dalam keluarga saat kamp berlangsung, karna hrus ngurus ini itu,, dan selebihny adalah anak2, cucu2 yang lucu-nan-imuut.. haha :D   Satu hal lagi.. kalo udah ketemu ely-bobby dan rocky, siap2 sakit peruut tertawa ngakak..wkwkwk..

Cukup sekian dulu perkenalannya. Meski kamp telah usai, kami tetap saling memperhatikan layaknya ikatan keluarga yang takkan pernah putus (*amiiiin*)

Gathering part 2 lalu yang di-PJ in ama imel dan tulus memakan waktu hampir 2 hari. Jumat malam, para rombongan jatinangor terpaksa nginep di bandung agar bisa berangkat pagi dari sini.Sabtu pagi, setelah smuanya di poliklinik maranatha, kamipun bersiap menempuh perjalanan selama 2,5 jam ke pengalengan dengan dua mobil, satu punya opa dan satunya temennya tulus, agnan, anak telkom juga.

Sesampainya di pengalengan,setelah perjalanan yang nyaris membuat saia muntah (belok2 gt soalnya), kami pun bergabung baksos perkantas yang udah ada, hingga skitar jam 5 sore.

Pas perjalanan pulang, tergoda Read the rest of this entry »

Baksos Gempa di Pengalengan..

Posted by: meliza766hi on: September 13, 2009

Gempa 7.3 SR yang tepat terjadi awal september lalu, mengisahkan pesan tersendiri di masing-masing orang yang merasakannya.
Mungkin bagi kita hanya merasakan getar sesaat yang tak seberapa di banding saudara-saudara lain di tasik, pengalengan maupun daerah sekitar yang terkena imbasnya.

Kali ini, saya hanya bercerita di pengalengan, kota yg terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat bagian selatan, skitar 2,5jam dari Bandung.
Sabtu(12/9) kemaren, gathering Kluarga Barto (lebih jelasnya dipostingan selanjutnya) yang sudah direncanakan diadakan di CIC, Lembang tidak jadi karena sang Opa mengajak kami baksos bersama perkantas (persekutuan mahasiswa kristen antar universitas ) yang ternyata udah baksos sedari selasa lalu. kami merasa lebih bermakna emang jika sukacita gathering bisa dibagikan dengan orang-orang lain ;)

Fokus  baksos dari perkantas adalah pelayanan medis (oleh PMDK – persekutuan medis kristen ) dan pemulihan trauma pasca gempa, terkhusus buat anak-anak.
Posko bantuan yang dipilih agak masuk dalem, karna posko yang di kota terlihat banyak meski rusak nya tidak parah, sepanjang jalan saya lintasi sih gak ada kerusakan sangat berarti dibanding ke daerah yang masuk lebih dalam.

Untuk medis nya saya tidak bisa bercerita banyak, karena gak ngeliat pas event nya (jumat dan minggu ini). Dari cerita yang saya dengar  cukup banyak warga yang terlayani, terlihat dari kesibukan para dokter. Terlihat juga cukup banyak obat2 tersedia di meja tenda posko. Posko tetap siaga dengan perlengkapan dan orang-orang medisnya.

Untuk anak2??
Sukarelawan yang tergabung dalam baksos ini merancang program dan mengajak anak-anak kecil untuk bermain. Cukup banyak anak-anak yang ikut dan senang bermain dengan para sukarelawan. Oh iya, mereka masih bersekolah di tenda-tenda, masih takut di dalam ruangan.

Ada satu sesi di mana saya bermain sambil bercerita dengan  bebrapa anak, bernama Parida, Santi,dll, usai Read the rest of this entry »

Sayap

Posted by: meliza766hi on: September 9, 2009

Perkenalkan,
urang, seekor burung mungil nan riang,
mungkin karena tak punya hal ‘tuk dirisaukan,
Tapi tahukah kamu apa rindu urang?

sarang kokoh ? untuk sekarang iya,
makanan yang tersedia ? bagiku yang belum mencari makan sendiri itu kebutuhan,
suara kicauan merdu? semua menginginkannya,
komunitas se-species? kurasa gak ada yang tahan hidup sendiri, bukan?

lantas, apa lagi yang kurang jika kupunya matahari dan udara juga?
hahaha, kali ini bukan cerita clarita.

Perkenalkan (lagi),
urang, seekor burung mungil nan gesit,
rindu suatu saat yang pasti ternanti,
urang punya sayap yang kuat,
tuk terbang tinggi lintasi awan biru yang luas tak terhampiri.

Jika saat ternanti itu tiba,
dan Dia menyuruhku terbang ke suatu tempat yang ku pun meraba,
akankah ku bimbang?
harapku kan selalu teryakin dalam sanubari,
Dia membekaliku dengan sayap yang kuat,
Cukup kuat, bahkan di tengah badai.

Jadi..
bentangkan sayap,
dan mari terbang,
itu tekadku.
-090909 ; saat berulang 1/2 tahun.. hahaha–

bentangkan sayap dan terbanglah di angkasa..

bentangkan sayap dan terbanglah di angkasa..

sajak hasil kombinasi insomnia yg lagi kambuh + tugas apress yang disuruh bikin sajak :p + pergumulan yang sedang dialami -

* ini tergolong sajak ga sh?? wkwkwk :D *

di twitter

Archives

Hits !!

  • 11,003 hits

 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30