Posted by: meliza766hi on: November 4, 2009
Belajar bikin cerpen, menjadi sutradara hayalan sesaat.
Pak Maman adalah cerpen perdana saya, tercipta demi pemenuhan tugas Apresiasi Sastra yang saya ambil di semester ini. Awalnya sih bukan mau buat yang ini, tapi entah kenapa tiba-tiba jari mengetikkan ke arah sini. Di simpan untuk yang berikutnya aja deh.. hohooo..
Mungkin beberapa minggu ke depan sampai uas bakal sering disuruh bikin cerpen..gyaaaa.. (rock)(gym)
Pak Maman
Sebut saja namanya Pak Maman . Baru saja ia terbangun dari lelap tidur. Sudah subuh, pikirnya. Dengan mata yang masih terbuka sipit, iapun beranjak dari tempat tidur kecil yang ditopang empat kaki penahan terbuat dari kayu, meraba dalam remang kamar, hanya secercah sinar cahaya lampu dari luar menjadi penerang. Iapun melangkahkan kaki menuju saklar lampu kamar dan menghidupkan lampu. Seketika kamar menjadi terang.
Dengan sekejap Pak Maman memejamkan mata, menyesuaikan perubahan gelap ke terang. Perlahan demi perlahan, mata kembali dibuka, kali ini dia dapat melihat dengan normal.
Pak Maman keluar dari kamar menuju keluar rumah. Ia menggulung celana panjangnya hingga setinggi lutut, dan membasuh wajahnya. Kulit wajah tebalnya tampak terbiasa dengan dinginnya air subuh.
“Sudah segar”, gumamnya. Ia pun kembali ke kamar.Matanya tertuju pada tumpuan buku pada rak papan yang melekat ke dinding rumah. Di ambilnya satu kitab dari tumpukan itu dan mulai membacakan doa. Dia mengucap syukur atas hari baru, atas malam yang terlalui dengan istirahat, atas udara,bahkan atas suara kokok ayam jago yang menandakan fajar akan datang. Kemudian dia membaca kitab dan merenungkan bagian yang dibacanya dengan penuh hati-hati. Sesekali ia membolak-balik kitab dan menorehkan beberapa kalimat di atas buku tulis khusus.
Tiba-tiba Pak Maman diam tertegun. Pikirannya menerawang dua tahun silam, balik ke masa lalu. Memori dalam pikirannya berkecambuk. Perih kembali menyayati hatinya, seakan diiris-iris begitu saja.
“Bapak, saya mau di bawain mainan ya, mobil-mobilan yang kayak punya Cecep” (Cecep adalah anak tetangga, teman sepermainan anaknya)
“Iya, ntar bapak beliin buat kamu. Besok Bapak berangkatnya pagi-pagi , mungkin ga bisa pamitan,kamu kan bangunnya lama.” (dikecupnya kening sang anak, entah rasa apa yang merasuki, rasanya ingin sekali Pak Maman menghabiskan waktu bersama anaknya sebelum dia berangkat ke luar kota).
Sudah menjadi Read the rest of this entry »
Posted by: meliza766hi on: November 1, 2009
Pencobaan di padang gurun.
Perikop yang saya tidak duga sama sekali menjadi bahan perenungan yang dibawakan oleh ko’iim saat wiken kamp nas minggu lalu. Awalnya saya bertanya-tanya, korelasi nya dengan kamp nas sejauh apa.. Penasaran ?? mari kita mulai.. haha
[ Ada baiknya membaca dulu perikop ini di Mat 4 ]
Terdapat 3 tawaran pencobaan yang dialami Yesus yang juga menjadi tantangan bagi alumni :
1. menyalahgunakan kekuasaan
[Mat 4:3] jika Engkau anak Alllah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.
2. godaan untuk menunjukkan siapa kita
[Mat 4 : 6] lalu berkata kepadaNya : “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis : Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikatNya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kakiMu jangan terantuk kepada batu”
3. menukarkan Tuhan dengan segala-galanya
[Mat 4 : 9] dan berkata kepadaNya : “semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku”
Mengapa kamp nasional ini dianggap penting? (*slain dari emang visi misi nya )
1.Retreat..
Hal ini penting, mengingat pola pelayanan Yesus sendiri, yang kerap terlupakan oleh kita. ‘Menyendiri kepada Bapa’ , pola inilah yang bisa kita temui spanjang kisah pelayanan Nya. Saat memulai pelayanan, saat melayani , kesibukan tak menghambat Dia untuk tetap menyediakan waktu untuk merenung dan berbicara dengan Bapa, bahkan saat mengalami ketakutan yang luarbiasa, Dia menyendiri menghadap Bapa.
Retreat , berhenti sejenak atas rutinitas, membantu menyadari siapa diri kita, menyendiri kepada Bapa untuk suatu keputusan yang akan diambil ke depannya.. mencari kehendakNya.
2. Menolong membukakan sedini mungkin mengenai tantangan alumni yang sudah dijelaskan sebelumnya.
3. Melalui kamp nasional, tiap orang yang hadir diingatkan, disadarkan dan diteguhkan identitas sbagai anak-anak Allah, duta-duta Allah untuk membawa kerajaan Allah ke dunia.
Stelah menang dari pencobaan ini ,Yesus memulai pelayananNya.. berjalan untuk kehendak Allah.
Demikian lah renungan singkat dari ko’iim. Bagian yang menyentuh saya, selain dari visi misi kamp nas itu sendiri dan tantangan2 yang ada, adalah ‘pola pelayanan Yesus’ yang tak melupakan relasi dengan Sang Bapa, tetap berdoa , merenung dan menyediakan waktu untuk Bapa..
Ke depannya pasti akan lelah,pusing, hectic sana sini, tapi biarlah kiranya Tuhan sendiri, Sang Gembala jiwa, yang memberi kekuatan bagi kita semua, dan bersyukur karna itu hanya anugrahNya . Ikuti polaNya, yukss
Shepherd of My Soul
Shepherd of My Soul I’ll give You full control
Wherever You may lead I will follow
I have made a choice to listen for Your voice
Wherever You may lead I will go
Be it in quite pasture or by a gentle stream
The shepherd of my soul is by my side
Should I face a mighty mountain
Or a valley dark and deep
The shepherd of my soul will be my guide
Smangaat…
-Bersinar Terang -
Posted by: meliza766hi on: October 26, 2009
Haleluya anyhow
Haleluya anyhow
Haleluya anyhow
Never ever let your troubles make you down
Make you down
When the hard time comes your way
Just raise your hand up high and say
Haleluya anyhow
Posted by: meliza766hi on: October 10, 2009
[ atas request orang2 yang bertanya-tanya karena ga bisa ikutan, huhue ]
Alkisah sekumpulan orang dari latarbelakang angkatan, kampus,jurusan, PMK yang beda-beda, namun satu saudara di dalam Dia , bergerak bersehati demi satu tujuan, meski sudah lampau, namun tetap melekat di hati, para x-panitia K3..
Seneng dh, anak2 pada doyan jalan2, haha, jadi saia punya kesempatan menyalurkan hobby jalan-jalan
. Trip minggu (4/10) lalu direncanakan ke moko skitar jam 4 sore, namun akhirnya baru bisa berangkat dari bandung jam 6an, nunggu ngumpul dulu yang ikut. Personil yang ikut, ka lusy, ci yeni, ka sri, ka debo, ka uchie, suandi, teguh, seli, ka epen, ka risma , ka finley dan bang julius yang menyusul.
Trip kali ini, bukan ngembaliin barang yg ga sengaja terbawa, apalagi pembubaran part-XX (saking seringnya bikin event :p ), tapi tapii diadain buat perpisahan dengan ka finley yang akan melanjutkan studi S2nya ke Jerman demi ci(n)ta dan masa depan (*halaah!!).
Moko, berlokasi di deket caheum, lewat padasuka, lanjut ke atas2 bukit2 yang jalannya menanjak tinggi ke atas. Berhubung kami menyarter angkot (plat dirahasiakan *apa coba?!?* ) dan jalanan sangat menanjak, alhasil sebagian penumpang harus berjalan kaki demi mengurangi beban angkot biar bisa melaju melewati tanjakan2 tajam. Parahnya bukan cuman satu tanjakan ternyata -____-”" , jadilah sebagian dari kami berjalan kaki sahaja.

sblum jalan jauh, foto2 dulu :p
Tak di duga-duga, langkah demi langkah terlalui, nafas hampir terengah-engah (*lebay!!) datanglah bang julius dengan mobil, asiik bisa nebeng, meski masih ada yg tertinggal jalan kaki. Perjalanan pun dilanjutkan, tanjakan demi tanjakan dilalui hingga akhirnya bertemu dengan angkot carteran yang ternyata berbalik arah. Ternyata saudara-saudara, jalan ke moko nya jelek dan nanjak2, high risk gitulah. ‘High risk high reward’ kalii yaa (*tiba2 saia teringat SIE, haha
)

lagi nentuin tkp pasca kagak jadi ke moko
Akhirnya stelah berunding cukup lama, turun lagi ke bandung, makan2 di s*l*s*h, yang penting bareng2 nya.. gyaaa (*kata2 penghiburan). Di spanjang perjalanan di angkot, seperti biasa kalo udah ada ka risma, pasti ada goncangan2 tak terduga, ada karaokean bersama ka sri, ka debo, ka epen dan ka lusi juga (*rekaman menyusul,ckckck), sementara di mobil bang jul pada latian lagu ‘You will never walk alone’ hahha..Sesampainya di tkp, sembari menunggu pesenan datang, main ‘take me out’ (*btw, lanjutannya gimana ini ka?!? sapa yg dimatiin
lampunya?!?ckckck), makan2, mandok hata satu satu, nyayi2, tak luput pesen lewat lagu ‘You will never walk alone’, serah2an kenang2an, sampai akhirnya ga kerasa udah jam 12an lewat, sampai2 udah ga ada lagi orang di situ, untungnya ga diusir, huehue..

serah terima diwakili oleh presenter 'take me out'

spatuuu baruu,, alhamdulilah >:)
Acara perpisahan pun usai sudah, kami pun berpisah, bang jul berbaik hati mengantarkan jatinangor’ers, marnath’er dan kami (saia,ka uchie, ka debo, ka sri, teguh dan ka finley) berjalan kaki sampai dapet angkot..dan hasilnya foto2 narsis ini, haha..

tangan ka sri ngacung kenapa ka?
namun, cerita blum lah usai,
met berjuang,.
keep contact selalu,.
- you will never walk alone -
Along life’s road
There will be sunshine and rain
Roses and thorns, laughter and pain
And ‘cross the miles
You will face mountains so steep
Deserts so long and valleys so deep
Sometimes the Journey’s gentle
Sometimes the cold winds blow
But I want you to remember
I want you to know
You will never walk alone
As long as you have faith
Jesus will be right beside you all the way
And you may feel you’re far from home
But home is where He is
And He’ll be there down every road
You will never walk alone
Never, no never
The path will wind
And you will find wonders and fears
Labors of love and a few falling tears
Across the years
There will be some twists and turns
Mistakes to make and lessons to learn
Sometimes the journey’s gentle
Sometimes the cold winds blow
But I want you to remember wherever you may go
Jesus knows your joy, Jesus knows your need
He will go the distance with you faithfully
nb : kabar terbaru : LPJ udah dicetak ama ka uchie,, dan ka uchie skarang udah kerja di calengka (*bener ga sh nulisnyaa).. hoohoo.. cd dokumentasi masih jd utang
bertanya-tanya.. panitia kemnas pada doyan jalan ga ya???
gyaaaa…
Posted by: meliza766hi on: September 17, 2009
Membayar janji di postingan sebelumnya, kali ini saya akan bercerita ttg gathering kluarga sabtu-minggu lalu.
Perkenalkan, berikut anggota keluarga Barto tercinta. Layaknya keluarga beneran yang ada opa oma, papa mama dan anak2, keluarga kamipun punya, hue2..
Kluarga ini mulai terbentuk saat kamp kelompok kecil juni lalu. Ada opa sutrisna (a.k.a opa iim), oma puan, papa bobby, mama clara, om suandi, saya sendiri sebagai tante, ely anak tertua, rocky, tulus, imel, tina, tere, merry, erina, dan shely anak bungsu.
Opa Oma adalah sosok pembimbing rohani, kebanyakan staff perkantas, terkhusus oma kami kebetulan bukan. Papa mama merupakan peserta kamp yang dipercayakan pembimbing teknis (soal piket, dll misalnya), om tante sendiri adalah panitia yang tak selalu bisa berada di dalam keluarga saat kamp berlangsung, karna hrus ngurus ini itu,, dan selebihny adalah anak2, cucu2 yang lucu-nan-imuut.. haha
Satu hal lagi.. kalo udah ketemu ely-bobby dan rocky, siap2 sakit peruut tertawa ngakak..wkwkwk..
Cukup sekian dulu perkenalannya. Meski kamp telah usai, kami tetap saling memperhatikan layaknya ikatan keluarga yang takkan pernah putus (*amiiiin*)
Gathering part 2 lalu yang di-PJ in ama imel dan tulus memakan waktu hampir 2 hari. Jumat malam, para rombongan jatinangor terpaksa nginep di bandung agar bisa berangkat pagi dari sini.Sabtu pagi, setelah smuanya di poliklinik maranatha, kamipun bersiap menempuh perjalanan selama 2,5 jam ke pengalengan dengan dua mobil, satu punya opa dan satunya temennya tulus, agnan, anak telkom juga.
Sesampainya di pengalengan,setelah perjalanan yang nyaris membuat saia muntah (belok2 gt soalnya), kami pun bergabung baksos perkantas yang udah ada, hingga skitar jam 5 sore.
Pas perjalanan pulang, tergoda Read the rest of this entry »
Posted by: meliza766hi on: September 13, 2009
Gempa 7.3 SR yang tepat terjadi awal september lalu, mengisahkan pesan tersendiri di masing-masing orang yang merasakannya.
Mungkin bagi kita hanya merasakan getar sesaat yang tak seberapa di banding saudara-saudara lain di tasik, pengalengan maupun daerah sekitar yang terkena imbasnya.
Kali ini, saya hanya bercerita di pengalengan, kota yg terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat bagian selatan, skitar 2,5jam dari Bandung.
Sabtu(12/9) kemaren, gathering Kluarga Barto (lebih jelasnya dipostingan selanjutnya) yang sudah direncanakan diadakan di CIC, Lembang tidak jadi karena sang Opa mengajak kami baksos bersama perkantas (persekutuan mahasiswa kristen antar universitas ) yang ternyata udah baksos sedari selasa lalu. kami merasa lebih bermakna emang jika sukacita gathering bisa dibagikan dengan orang-orang lain
Fokus baksos dari perkantas adalah pelayanan medis (oleh PMDK – persekutuan medis kristen ) dan pemulihan trauma pasca gempa, terkhusus buat anak-anak.
Posko bantuan yang dipilih agak masuk dalem, karna posko yang di kota terlihat banyak meski rusak nya tidak parah, sepanjang jalan saya lintasi sih gak ada kerusakan sangat berarti dibanding ke daerah yang masuk lebih dalam.
Untuk medis nya saya tidak bisa bercerita banyak, karena gak ngeliat pas event nya (jumat dan minggu ini). Dari cerita yang saya dengar cukup banyak warga yang terlayani, terlihat dari kesibukan para dokter. Terlihat juga cukup banyak obat2 tersedia di meja tenda posko. Posko tetap siaga dengan perlengkapan dan orang-orang medisnya.
Untuk anak2??
Sukarelawan yang tergabung dalam baksos ini merancang program dan mengajak anak-anak kecil untuk bermain. Cukup banyak anak-anak yang ikut dan senang bermain dengan para sukarelawan. Oh iya, mereka masih bersekolah di tenda-tenda, masih takut di dalam ruangan.
Ada satu sesi di mana saya bermain sambil bercerita dengan bebrapa anak, bernama Parida, Santi,dll, usai Read the rest of this entry »
Posted by: meliza766hi on: September 9, 2009
Perkenalkan,
urang, seekor burung mungil nan riang,
mungkin karena tak punya hal ‘tuk dirisaukan,
Tapi tahukah kamu apa rindu urang?
sarang kokoh ? untuk sekarang iya,
makanan yang tersedia ? bagiku yang belum mencari makan sendiri itu kebutuhan,
suara kicauan merdu? semua menginginkannya,
komunitas se-species? kurasa gak ada yang tahan hidup sendiri, bukan?
lantas, apa lagi yang kurang jika kupunya matahari dan udara juga?
hahaha, kali ini bukan cerita clarita.
Perkenalkan (lagi),
urang, seekor burung mungil nan gesit,
rindu suatu saat yang pasti ternanti,
urang punya sayap yang kuat,
tuk terbang tinggi lintasi awan biru yang luas tak terhampiri.
Jika saat ternanti itu tiba,
dan Dia menyuruhku terbang ke suatu tempat yang ku pun meraba,
akankah ku bimbang?
harapku kan selalu teryakin dalam sanubari,
Dia membekaliku dengan sayap yang kuat,
Cukup kuat, bahkan di tengah badai.
Jadi..
bentangkan sayap,
dan mari terbang,
itu tekadku.
-090909 ; saat berulang 1/2 tahun.. hahaha–

bentangkan sayap dan terbanglah di angkasa..
sajak hasil kombinasi insomnia yg lagi kambuh + tugas apress yang disuruh bikin sajak :p + pergumulan yang sedang dialami -
* ini tergolong sajak ga sh?? wkwkwk
*
Posted by: meliza766hi on: September 6, 2009
[ hoaaciimmm ]
pengen libuurr…
berbeda dengan smester ganjil sebelumnya, mungkin karna pengaruh KaPe yang menyita jadwal liburan, juga di awal-awal kuliah yang langsung heboh ama deadline proposal TA yang cukup membuat berpikir, hahahaa.., juga dengan urusan non akademis lainnya… menyebabkan rentetan yang sudah membuat (cukup) lelah, meski baru 3 minggu kuliah (makin menyadari memang sudah angkatan tua :p hahaha..)
saia dengan jeritan hati terdalam sangaaat ingggiin liburrr :p
pengen cepet2 wiken ini.. biar bisa senang2 ama barto, dan libur puasa & lebaran….
// <![CDATA[
//
Sabtu, 05 September 2009 | 22:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Hingga hari ini, tercatat 102 orang menjadi korban gempa bumi yang mengguncang Jawa Barat Rabu (2/9) lalu, 70 orang diantaranya tewas dan 32 meninggal. Dari jumlah itu, selain meninggal dunia, 32 orang diantaranya dinyatakan hilang.
Jumlah tersebut merupakan hasil pendataan Pusat Pengendalian Operasi, Badan Nasional penangulangan Bencana (Puslapos – BNPB), hingga pukul 20.00 hari ini, Sabtu (5/9). Korban tersebar dari wilayah Cianjur hingga Tasikmalaya.
Korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Cianjur, yakni 27 orang. Korban terbanyak berikutnya berada di Kabupaten Bandung Barat, yakni sebanyak 15 orang. Sedangkan 32 orang hilang berada di Kabupaten Cianjur.
Wilayah
Kab. Cianjur 27 meninggal
Kab. Garut 7 meninggal
Kab. Sukabumi 3 meninggal
Kab. Tasikmalaya 4 meninggal
Kota Tasikmalaya 5 meninggal
Kab. Bandung 15 meninggal
Kab. Bandung Barat 1 meninggal
Kab. Bogor 2 meninggal
Kab. Ciamis 6 meninggal
Kab. Cianjur, 32 hilang.
FERY FIRMANSYAH
Posted by: meliza766hi on: August 30, 2009
di tengah perjalananku tadi siang,
di tengah teriknya mentari bersinar,
diriku tertarik melihat sosokmu,
dirimu tampak menawan hati meski tak indah mata memandang.
dalam hati kubertanya, untuk apa kau dicipta?
terkesan retoris, bukan?
biasalah manusia yang ingin tahu segalanya,
buat apa, untuk siapa dan banyak lagi,
namun bisikan bijakmu menegurku yang larut dalam berbagai lamunan,
“aku diciptakan sebagai jalan “,bisikmu..
“owh, jalan untuk si kereta yang skarang kutumpangin kan?? “
“yup, jalan untuk sahabat-sahabatku,”
kembali kutertegun,
baik sekali dirimu wahai rel,
hal yang jarang terlihat di duniaku saat ini..
kali ini dirimu bercerita, tak lagi berbisik..
“kamu blum menanyakan satu pertanyaan lain”,ujarnya..
“apa itu” ,pikirku..
“mengapa aku ada?”,
“bukannya sbagai jalan??” pikirku dengan bingungnya..
pertanyaan yang sebenarnya hampir dekat dengan apa yang kutanyakan,
namun punya arti yang berbeda ternyata..
hahaha.. tawa sang rel membahana tersapu oleh angin sejuk yang berhembus,
pernahkah kau berpikir,karna mereka ada, akupun ada.. ujarnya..
wow.. iya juga ya, pikirku..
mana ada rel kalo si kereta kagak ada..
kembali dia mengangkat suara..
aku senang, karna melalui aku banyak orang sampai ke tujuannya,
dan untuk itu aku harus bersahabat dengan teman-teman kereta, bukan?
.
.
.
– 24 Agustus 2009 ,siang hari tepat di atas kereta otw bandung -jakarta demi keperluan presentasi akhir kape keesokan harinya –
entahlah, percakapan ini tiba-tiba terlintas di pikiran saia kala itu, mungkin krna pengaruh matakuliah apres yang skarang saia ambil kali ya.. ketika ada ide/sumber inspirasi langsung menggoreskan pensil :p , hahaha..
terlalu bertanya-tanya tentang ‘buat apa’, ‘untuk siapa’ tanpa merenungi arti dari ‘mengapa ada’..
aku dan kamu ada untuk suatu tujuan (yang indah), yg dipersiapkan sebelumnya..
jika mau berserah dan dibentuk (seperti rel, yg dibentuk dari besi-besi)..
meski hrus menahan diri dari serangan panas dan hujan..
maukah jadi jalan (mengantarkan orang lain ke tujuan yg dalam hal ini Sang Tujuan yang Hakiki dan Kekal)..
belajar dari Jalan yang sejati ,
Dia, yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup..
(lagi2) entah knapa pikiran saia sampe menerawang sejauh ini, gyaaaa….
Posted by: meliza766hi on: August 16, 2009
Dear Ibu,
sekedar basa basi, tak apalah jika kubertanya apa kabar?
hari ini usiamu bertambah satu tahun lagi.
seperti ucapan orang bijak… jangan takut menambah satu lilin,
itu tidak membuatmu smakin tua, tapi membuat hidupmu semakin terang..
meski skarang usiamu tak lagi muda, udah delapan windu berjalan, bukan?
harusnya udah cukup terang kan yaa untuk tidak lagi berjalan dengan meraba-raba ataukah sekarang sudah terlalu tua, membuatmu jalan terpincang-pincang?
dalam perjalanan, kau telah mengenal merah hitamnya jalan ini,
merah di masa perjuangan, kala jalan sedang gelap hitam..
kembali terdengar upacara memperingati hari jadimu,
terlihat sang merah putih mewarnai langit biru,
perlombaan pun digelar,
bahkan panggung pun ikut bergema dengan kehadiran banyak artis yang mengumandangkan banyak lagu..
tak terlewatkan kalangan para politisi turut menggumbar kata-kata manis buatmu..
dan mungkin banyak cara lain yang dilakukan orang-orang..
jadi penasaran gimana kabar harapan mu tahun lalu..
apapun itu kuharap ada yang terpenuhi..
dan jangan sampai jera membuat harapan-harapan bwt tahun ini..
karna banyak bermula dari harapan, bukan?
harapan yang selalu menemani perjalanan, membuat tersadarkan mana hal yang hrus diraih di banding hanya keinginan sesaat saja..
dan aku pun punya banyak harapan buat mu, Ibu..
tapi apakah arti harapan
bila ku tak punya karakter dan bertindak,
dan ku pun mengutip sepenggal kalimat dari almarhum sastrawan dan budayawan mu yang baru saja meninggalkan dirimu.. sang burung merak yang telah pergi..
“ Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan?”
mungkin di sana ada jawabnya..
di dalam diriku, dirimu wahai sobat-sobat..
kita sudah makan dari tanah, sang Ibu..
apa yang sudah kita berikan atau akan berikan??
selamat ulangtahun Ibu Pertiwi, Indonesia, tumpah darahku..
Recent Comments