Valentine sudah dekat, trus??

1 02 2010

Halo halo, lagi lagi menghadirkan paket parsel buat teman-teman semua… moga tidak bosen-bosennya ber-urusan dengan kami-kami, karena kami-kami juga tidak bosen-bosen ber-urusan dengan anda-anda.. haha..

Langsung saja, kami dari Panitia Pelaksana Kamp Nasional Mahasiswa 2010 menyediakan paket parsel valentine..

keterangan:
kue kering putri salju-nya akan ditabur dengan gula warna PINK (brasa gt valentinenya..hehehe..)

Cakupan wilayah :
Bandung (ITB, Unpar, Maranatha, Unpar dan sekitarnya ) – Jatinangor – Dayekolot..

Pemesanan diterima sampai tanggal 8 Februari 2010..

yang tergerak hatinya dapat mengisi form sbb :

dari (nama) :
untuk (cantumkan nomer HaPe-nya) :
alamat :
ucapan :
pilihan paket :
tanggal dikirim : pilih 13 atau 14..

Orang-orang yang dapat dihubungi :

- Saya sendiri bisa YM (meliza_766hi), surat elektronik (e-mail : meliza_766hi@yahoo.co.id), sms(085222814890)

- Efraim, Jury, Jonly, Julius (ITB)
- Laura, Yenny, Kiki (Maranatha)
- Sri Delly, Ayu, Imel, Danny, Rocky, Arjuna, Johanes (Unpad)
- Cindy (Unpar)
- Henry Fenny (Telkom)

*ayoo ayoo berbagi kasih (buat teman2, orang2 terkasih, sodara KTB/KK, adek KTB, kk/abang KTB, sahabat2, dll )  skaligus membantu dalam dana Kamp Nasional Mahasiswa 2010 ;)

terimakasih banyak..

nb : kalo kurang jelas klik di gambar (image) nya saja..





Sampai nanti..

25 01 2010

Sbenarnya lagu ini tergolong lagu lama, tapi saya baru menyadari kata-kata liriknya tadi,saat jalan mau makan bareng sehabis rapat dakota.  Bermula dari nada dering telepon genggam sang staf pendamping yang agak huaah (*udah ada suara, pake getar pula :P ) yang pernah menanyakan apakah udah pernah memperhatikan liriknya. “Gak terlalu meratiin” ujarku pernah hari-hari sebelumnya. Nah, karna penasaran dengan lirik  lagunya, saya pun menanyakan kepada si pemilik nada dering ini . Dengan sabarnya, beliau  memberitahukan bait per baitnya dan menerangkan arti lagu ini.  Sesampainya di kosan (*tentu saja setelah bang boy dan ka angel yang lagi mampir pulang dulu), saya pun memasang lagu milik Letto yang berjudul ‘Sampai Nanti’ dan mencari liriknya dengan bantuan mbah google :P

Sampai Nanti..

Kalau kau pernah takut mati… sama…
Kalau kau pernah patah hati… aku… juga… iya
Dan sering kali sial datang dan pergi…
Tan…pa permisi… kepadamu…

Suasana hati… tak peduli…
Kalau kau kejar mimpimu… salut
Kalau kau ingin berhenti… ingat ‘tuk mulai lagi…
Tetap semangat … dan teguhkan hati…

Di… setiap hari… sampai nanti… sampai mati…
Kadang… memang… cinta yang terbagi…
Kadang… memang… sering… kali… mimpi tak terpenuhi…
Sering kali…

Tetap semangat … dan teguhkan hati…
Di… setiap hari… sampai nanti…
Tetap melangkah… dan keraskan hati…
Di… setiap hari… sampai nanti… sampai nanti… sampai mati

Saya suka ama kata-kata yang bercetak tebal. Saya setuju lagu ini memiliki lirik yang bermakna dan memberi semangat, bukan hanya kata-kata  hampa tak bermakna yang kerap dijumpai di lagu-lagu nusantara dewasa ini.





Alice (not just) in Wonderland

16 01 2010

Peringatan dini!

Kesalahan judul bukan terletak pada mata Anda, melainkan memang sengaja dituliskan demikian oleh saya, dengan alasan yang akan dijelaskan kemudian :P . Haha..

Alice’s Adventures in Wonderland (1865) -yang kemudian lebih dikenal dengan singkatan Alice in Wonderland – merupakan novel terkemuka karya pengarang Inggris, Charles Lutwidge Dodgson atau yang lebih dikenal dengan ‘Lewis caroll’. Novel ini bercerita tentang seorang anak perempuan bernama ‘Alice’ yang berjelajah/ berpetualang di dunia fantasi.

Menarik, melihat latarbelakang dari penulisan novel ini yang terinspirasi dari teman-temannya (salah satunya bernama Alice Pleasance Liddell) dan keluarganya, serta lokasi tempat Caroll saat itu berada.

Daya khayal Caroll (yang adalah ahli matematika) dipadukan dengan logika matematika (yang terselip di beberapa chapter) dan disisipi aspek sejarah (dengan simbol-simbol tersembunyi antara perseteruan ‘Red Roses’ sebagai simbol dari English House of Lancaster dan ‘white Roses’ simbol dari House of York ) membuat novel ini digemari tak hanya oleh anak-anak tapi juga orang dewasa.

Buku ini kemudian menginspirasi tokoh-tokoh perfilman dan pertelevisian, hingga pada tahun 1903 untuk pertama kalinya Alice in Wonderland hadir dalam bentuk film, meski pada saat itu teknologi perfilman masih belum mengenal audio. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, film ini terus menerus diluncurkan. 1903,1910,1915,1931,1933,1949,1951,1966,1972,1976,1981,1983,1985,1986,1988,1999. Bermacam-macam,mulai dari film bisu, animasi, musikal, serial TV hingga akan datang dalam bentuk 3D. Diluncurkan pada tahun ini, Maret 2010.

Disutradarai oleh Tim Burton, Mia Wasikowska sebagai Alice,  Johnny Depp sebagai The Mad Hatter, Helena Bonham Carter sebagai The Red Queen, Anne Hathaway sebagai The  White Queen, dan Crispin Glover as The Knave of Hearts.

(*jadi ga sabar pengen nonton, hehe).

Alice, ternyata bukan saja menjadi tokoh utama dalam pernovelan, tetapi juga di dunia kriptografi. Kriptografi merupakan ilmu dan seni menjaga keamanan pesan (Bruce Schneider). Yang pernah mengambil matakuliah kriptografi dan yang berkecimpung dengan kriptografi tentu tidak asing lagi dengan nama Alice. Demikian juga dengan saya, meski belum mengambil matakuliah ini, namun Tugas Akhir saya yang bertopikkan kriptografi memaksa saya berkenalan dengan Alice. Alice sering dijadikan nama orang dalam penjelasan aspek/metode/protokol kripto, yang untuk sekarang ini dan kemudian akan banyak saya singgung di Tugas Akhir saya.

Saya akan mencoba menceritakan dengan singkat mengenai Tugas Akhir saya. Mohon maap bila sehabis membaca ini kepala terasa puyeng dengan istilah-istilah aneh :P

Alkisah, Alice memilih dalam suatu pemilihan umum suatu kandidat. Bagaimana caranya meyakinkannya atau membuktikan bahwa pilihan Alice tercatat dengan benar pada mesin penghitung, juga bagaimana membuktikan bahwa penjumlahan keseluruhan suara adalah benar.  Suara Alice harus tidak dapat dimanipulasi oleh pihak lain.

Ada dua proses kriptografi yang digunakan, yaitu bagaimana Alice mem-verifikasikan suaranya ter-enkripsikan dengan benar dan bagaimana menghitung seluruh suara-suara yang ter-enkripsi.

(*enkripsi : proses menyandikan pesan asli menjadi pesan yang tidak dapat dimengerti maknanya oleh pihak lain. dekripsi : kebalikan enkripsi, mengembalikan pesan yang terenkripsi menjadi pesan asli)

Hasil dekripsi dari perkalian pesan-pesan yang dienkripsi akan menghasilkan jumlah chiperteks yang terkait. Sifat ini dikenal dengan homomorfik adiktif persamaan El Gamal yang terdapat pada salah satu langkah Paillier Cryptosystem. Dengan adanya sifat ini, mempermudah penggunaan kripto pada electronic voting.

Selain keamanan dan itegritas data pada electronic voting, ada isu lain yang perlu diperhatikan, yaitu kerahasiaan pemilih. Sistem pada electronic voting harus menjamin kerahasiaan pemilih, harus tidak dapat ditelusuri siapa memilih siapa. Untuk menyamarkan siapa yang dipilih oleh pemilih digunakan Paillier Cryptosystem (yang telah dikemukakan sebelumnya). Untuk menyamarkan keberadaan pemilih, maka digunakanlah Dining Cryptographer Protocol yang dikemukakan oleh David Chaum.

Contoh yang digunakan Chaum dalam menjelaskan permasalahan jamuan makan malam para kriptografer  (Dining Cryptographer Protocol) adalah sebagai berikut:

Tiga orang kriptografer sedang berada pada jamuan makan malam di restoran berbintang tiga kesukaan mereka. Pelayan kemudian memberitahu mereka kalau makanan mereka telah dibayar sebelumnya oleh seseorang yang tidak ingin diketahui. Salah satu kriptografer memiliki kemungkinan membayar makan malam tersebut, atau kemungkinan lain si pembayar adalah agen keamanan Amerika (U.S.National Security Agency / NSA). Ketiga kriptografer menghormati embayar yang tidak ingin diketahui tersebut, tapi mereka meragukan apakah NSA yang membayar.

Kemudian, merekapun menyelesaikan ketidakpastian mereka dengan cara yang adil melalui protokol berikut ini :

Read the rest of this entry »





FOKAL RECRUITMENT

11 01 2010

Fokal merupakan media online (nirlaba) yang ditujukan bagi pembelajaran dan pengembangan potensi generasi muda, yang nantinya diharapkan mampu menjadi penggerak secara pemikiran dan aktualisasi diri di masyarakat. Fokal mengajak para rekan-rekan mahasiswa untuk bergabung. Posisi yang dibutuhkan:

A. Penulis
Persyaratan Khusus:
1.Berjiwa sosial
2.Mahasiswa/i, maksimal usia 20 tahun  (*di atas 20 tahun juga masih bisa)
3.Pendidikan dari segala jurusan
4.Tertarik dalam bidang jurnalistik

B. Fotografer
Persyaratan Khusus
1.Berjiwa Sosial
2.Mahasiswa/i, maksimal usia 20 tahun (*di atas 20 tahun juga masih bisa)
3.Pendidikan dari segala Jurusan
4.Memiliki Kamera sendiri

Keuntungan yang didapatkan:
1.Bimbingan jurnalistik dan fotografi
2.Menerima surat keterangan magang
3.Relasi yang lebih luas
4.Uang transport (dalam kegiatan tertentu)

Kirimkan CV lengkap dan karya terbaru anda ke redaksi@fokal.info paling lambat tanggal 20 januari 2010

Mari Bersama Membangun Bangsa.

http://fokal.info/





Jejak-jejak dan Langkah

2 01 2010

(*tulisan ini sedikit banyak berkaitan dengan sebelumnya : ‘Merangkai Kata‘, bisa dibilang sambungannya)

Langkah… Kata ini lah satu-satunya yang terpikirkan dan terucap olehku saat ngumpul Keluarga Bartolomeus, desember lalu. Kala itu sang MC mewajibkan kami hanya boleh mengucapkan harapan kami di 2010 dengan satu kata, bukan satu kalimat. Kamipun meluncurkan protes pada sang MC, namun sang MC bersikukuh, menggunakan haknya sebagai MC yang berotoritas sembari membela diri agak meledek : “siapa suruh milih aku jadi MC”.. Hahaha… Kami hanya bisa pasrah dan memikirkan satu kata itu.

Memasuki tahun 2010, kata ini jugalah yang terpikirkan olehku. Bukan berarti kata-kata manis, kata-kata pengharapan ataupun kata-kata lainnya tidak singgah pada pikiran perenunganku.Hanya saja saya merasakan kekayaan makna yang terkandung pada kata ini.

Sejenak aku menutup mata dan mengingat kembali perjalanan di tahun-tahun sebelumnya, sampai menerobos sejauh batas ingatan masa kecilku . Tahun-tahun yang bukan datang dalam paket setahun, namun datang dalam lembar paket harian, seiring dengan kutelusuri jejak-jejak kaki kecil ini dalam pantai kehidupan.

Kurasakan jejak-jejak kaki itu bukan hanya menceritakan tentangku saja, jauh di balik itu, jejak-jejak itu menceritakan tentang siapa Dia. TanganNya sudah,sedang dan akan tetap merenda suatu karya yang agung mulia.

Tak cukup kata-kataku menggambarkan betapa baiknya Tuhan. Bersyukur, smua hanya anugrahNya, pemberianNya.Sungguh merupakan sukacita yang tak tergantikan, bahwa aku punya Tuhan yang penuh kasih, Gembala-yang setia menuntun domba-dombaNya-,Guru Agung-yang mengajarkanku arti hidup yang berbeda dari dunia ajarkan padaku-, Penolongku -terlebih di dalam kesesakan- , Sahabatku-yang selalu peduli akan pergumulanku -, Sang Peganganku -di kala ku sedang tidak stabil agar aku tidak terjatuh dan meskipun aku jatuh tanganNya ada menopangku-,terlebih lagi Sang Juruselamatku -yang mati dan bangkit menebus aku manusia berdosa-.

Kali ini pikiranku mengajakku melihat jejak-jejak kaki di tahun 2009. Wow!! Penuh warna, terhias dalam berbagai aspek hidupku, studi, organisasi, pelayanan, pergaulan, keluarga dan aspek lainnya. Wana-warna yang menjadikannya indah pada saatnya. Bukan saja warna sukacita, canda, tawa, senyum, kesadaran, kepedulian, kebersamaan, kesehatian, pengampunan, pemulihan, ketidakkuatiran, tapi juga warna-warna lain, kekecewaan, dukacita, kekesalan, kegeraman, keraguan, kemarahan, kecuekan dan warna-warna lain yang mungkin luput dari ingatan saya saat menuliskan ini.

Tanya kenapa? Kenapa harus melalui warna-warna yang tidak mengenakkan, sementara ada banyak warna lain yang menyenangkan.
Lewat K3 saya diingatkan lagi tentang pemulihan. Warna pengampunan, termasuk pengampunan terhadap diri sendiri merupakan pelajaran terkeras dan berharga di tahun 2009. Syukur kepada Tuhan yang memampukan saya memenangkannya ;)

Lewat sms dari seseorang yang jauh di sana juga menyadarkan hati saya yang lembut rentan tergores, yang berbeda dengan pikiran saya yang agak keras : ‘In life God doesn’t give you the people you want. Instead, He gives you the people you need : to teach you, to hurt you, to love you and to make you exactly the way you should be’.

Bukan apa yang aku inginkan, tapi apa yang aku butuhkan. Dia tahu apa yang aku butuhkan dalam stiap aspek hidup, karena Dia Bapaku, dan aku percaya Bapaku akan memberi yang terbaik bagiku sesuai kehendakNya, kacamataNya, bukan kacamataku. Untuk ini aku diajar untuk tidak kuatir tentang apapun jua namun berserah kepadaNya.

Begitu juga dengan langkah-ku di tahun 2010 ini. Langkah yang berarti meninggalkan keadaan sekarang dan menginjakkan kaki maju ke depan. Langkah yang berarti juga meninggalkan jejak di belakangnya. Akan banyak langkah yang kuambil di tahun ini, dan harapanku adalah Tuhan yang tetap pimpin langkahku dan jejak-jejak langkah kaki yang terlihat adalah jejak-jejak kaki yang berjalan bersama Tuhan, serta tetap percaya Dia akan menggendongku di masa-masa sulit ;)

Dengan ini, saya mengucapkan selamat tahun baru buat smuanya. Terimakasih buat yang telah menjadi orang yang berperan di belakang layar hidup saya, yang menggoreskan tinta warna-warni dalam buku kehidupan saya, yang membuat saya tertawa, tersenyum, juga menangis, hahaha… dan juga mohon maap sekiranya saya mungkin membuat anda-anda  kecewa, sedih, mengerutkan kening,di cuek-in, marah atau mungkin terluka.

Selamat berjalan dan melangkah bersama Tuhan!!





Merangkai Kata

30 12 2009

Merangkai Kata

kucoba merangkai kata pada angin,
agar angin memahatkannya pada langit,
dan langit mencerminkannya pada laut,
kemudian laut menyampaikannya pada ombak,
dan ombak mengantarkannya ke tepian pantai,
sampai pantai menyentuhkannya pada kakiku,
yang berjalan menatap jejak,
dan angin kembali berbisik padaku,
aku hanya bisa tersenyum,
atas kata yang terangkai.

-melz-
18 Des’09

Merangkai kata, satu dari tiga puisi yang harus saya kumpulkan demi memenuhi uas apresiasi sastra yang kuambil di smester yang hampir berakhir ini. Sebenarnya saya ingin melukis pantai lewat rangkaian kata. Namun selain, waktu yang sangat mendesak untuk dikumpulkan (sementara masih ada satu cerpen yang blum saya tuliskan), juga karena tahun ini  saya gagal jalan-jalan ke pantai , akhirnya tulisan itu pun terpaksa di tunda dulu..hehe.

Puisi ‘Aku bermimpi’ oleh Margaret Fishback Powers , yang kemudian disebarluaskan sebagai ‘Jejak-jejak kaki’, adalah salah satu pemicu terbesar saya untuk jalan-jalan ke pantai.

Bagi yang belum pernah baca, ini versi Indonesia-nya :

Suatu malam aku bermimpi
berjalan-jalan di sepanjang pantai bersama Tuhanku.
Melintas di langit gelap babak-babak hidupku.
Pada setiap babak, aku melihat dua pasang jejak kaki,
yang sepasang milikku dan yang lain milik Tuhanku.
Ketika babak terakhir terlintas di hadapanku,
aku menengok jejak-jejak kaki di atas pasir,
dan betapa terkejutnya diriku.
Kulihat bahwa acapkali di sepanjang hidupku,
hanya ada sepasang jejak kaki.
Aku sadar bahwa ini terjadi justru saat hidupku
berada dalam keadaan yang paling menyedihkan.
Hal ini selalu mengangguku,
dan aku pun bertanya kepada Tuhan tentang dilema ini.
“Tuhan, ketika aku mengambil keputusan untuk mengikuti-Mu,
Engkau berjanji akan selalu berjalan dan bercakap-cakap  denganku
di sepanjang jalan hidupku.
Namun ternyata dalam masa yang paling sulit dalam hidupku,
hanya ada sepasang jejak kaki.
Aku benar-benar tidak mengerti
mengapa ketika aku sangat memerlukan-Mu Engkau meninggalkan aku.”
Ia menjawab dengan lembut, “Anak-Ku, Aku sangat mengasihi-mu
dan sekali-kali Aku tidak akan pernah membiarkanmu,
terutama sekali ketika pencobaan dan ujian datang.
Bila engkau melihat hanya ada sepasang jejak kaki,
itu karena engkau berada dalam gendongan-Ku”

-Margaret Fishback Powers-

versi Inggrisnya bisa dibaca di blog temen saya, irwan, di sini.

Jadi, bukan sembarang jalan-jalan aja sh, saya ingin menuliskan jejak-jejak kaki kecil versi mel, moga tahun depan kerealisasi, haha :P

- tulisan ini hanya pengantar sebelum memasuki catatan akhir tahun saya sembari mulai menapaki lagi jejak langkah kaki yang telah menghantarkan saya sampai sejauh sekarang ini -

*bersambung…





dua lima tempo dulu hingga kini (2)

27 12 2009

(lanjutan dari bagian satu-nya)

Natal tahun ini, dimulai dari perenungan akhir Nov lalu ketika menuliskan sesuatu untuk suatu keperluan ,  Bukan Kado Biasa, Seribu lilin untuk Indonesia dan Jangan biarkan Panggung itu kosong, juga kritik akan penyimpangan natal oleh teman saya, Efraim, terulas tuntas setajam silet :P , haha..saya rasa benar juga.

Dan akhirnya sampailah pada dua lima desember dua ribu sembilan.. Natal kali ini pun berbeda dengan natal sebelum2nya yang saya jalani (termasuk karena baru ngucapin natal lewat telfon di sore hari dan membalaskan sms natal 26 pagi).

Saya  bersama temen2,Yaya, Seli, Jury, Efraim, Renalto, Hans Raid, Sarmedi,dan bang Hendra, bersehati melangkahkan kaki ke Wyata Guna, merayakan  natal bersama saudara2 di sana. Ada Erasmus, Tomi, Yustin, Romauli,Elis, Yustin (*lagi), Ronald, Milia, Sofi, Yanti, Agus,Nensy,Maulin, dkk yang tidak bisa saya tuliskan satu per satu, jumlah nya kira2 20-an orang, berasal dari berbagai suku2 bangsa.

Read the rest of this entry »





dua lima tempo dulu hingga kini (1)

27 12 2009

Dua empat dua lima adalah tanggal istimewa buat umat Nasrani di sluruh dunia. Sluruh dunia tahu kalau dua lima itu diperingati sbagai Hari Natal, di bulan desember tentu saja :P .

Sewaktuku kecil,masih jadi anak sekolah minggu, mulai dari TK sampai SD kalo ga salah ingat, natal tahun per tahunnya selalu membacakan  liturgi natal. Biasanya, di GKPI,grejaku di sana, kala natal ada pembacaan liturgi yang isinya kutipan2 ayat2 alkitab. Jadi pada satu giliran  liturgi akan maju dan berjejer sekitar 7-8 orang, dan mulailah mengucapkan ayat liturginya masing-masing dari yang paling pinggir hingga ke ujung pinggir yang satunya lagi. Sebelumnya, ayat liturgi itu diminta untuk dihapalkan, jadi ayat hapalan disesuaikan dengan usia sang liturgis. Satu hal yang membuat saya sedikit tertawa membayangkan saat2 liturgi : posisi tangan yang disejajarkarkan dengan perut dan keduanya saling menggenggam, satunya di atas dan yang lain di bawahnya (*hahaha, saya sh membayangkannya lucu :P , kenapa harus begituan ya?? br mikirnya setelah beranjak dewasa.. haha)..
Ada juga liturgi dari berbagai bahasa (Yoh 3:16), ada mandarin, jepang, inggris, jerman, dll, dan batak tentu saja B-) . Wow, dulu sih saya mikirnya ini cuman keren-keren-an doang. Lagipula kan gak ada orang yang berbangsa-kan itu yang sedang hadir di ibadah natal. Skarang, saya menyadari kalau Yesus lahir untuk semua bangsa, bukan cuman orang Indonesia saja ;)
Read the rest of this entry »





Salam titik.

21 12 2009

telah terlewati batas ambang,
kan suatu masa yang hampir lelah,
tapi dapatkah dikatakan lelah jika hanya berjuang setengah atau bahkan secuil?
yang tersisa hanyalah segenggam remang pada ruang hati.

titik,
kutemukan pada kata-kata terangkai,
yang bersudah atas kalimat.

kalimat pun butuh titik agar dia dapat melanjutkan cerita,
yang kutak tahu apakah kalimat itu kan menyambung,
atau malah membentuk cerita baru,
atau yang ada hanyalah spasi kosong,
seperti segenggam remang pada ruang hati.

teriring salam titik.





seribu lilin untuk Indonesia

14 12 2009

lilin,
kecil atau besar,
tinggi atau pendek,
kurus atau gemuk,
dengan sepenuh hati menari indah dengan tiupan angin ,
melambai usir pada sang gelap,
memancar kehangatan dari tubuh mungil.

sungguh berbahagia yang gelapnya kau usir,
oleh tarian dan hangatmu,
meski dirimu harus berkorban,
namun tiap orang kan mengenang terangmu.

satu lilin takkan cukup menerangi gelapnya bangsaku,
dikau dan dikau,
kuharap, di saatku berdiri menjadi lilin,
engkaulah yang berdiri di sampingku teman-teman,
sebagai lilin juga tentu saja, haha..

seribu lilin untuk indonesia-ku..

-melz-
28 Nov’09 23.59